Bumi kita yang cantik ini dikenal sebagai “planet biru” karena lebih dari 70% permukaannya ditutupi oleh lautan.


Tapi, tahukah Anda bahwa lautan yang seharusnya menjadi sumber kehidupan kini justru menjadi tempat penumpukan sampah plastik terbesar di dunia?


Sebuah studi dari University of Newcastle tahun 2019 mengungkapkan fakta mengejutkan, rata-rata manusia kini mengonsumsi plastik sebesar satu kartu kredit setiap minggu, hanya dari air minum dan makanan! Bahkan daerah terpencil seperti lautan di Kutub Utara dan Selatan pun sudah tercemar oleh mikroplastik. Lebih mengkhawatirkan lagi, baru-baru ini ilmuwan menemukan jejak mikroplastik dalam darah manusia!


Krisis Plastik di Lautan Semakin Parah, Tapi Anda Bisa Jadi Bagian dari Solusinya!


Setiap dari kita memiliki kekuatan untuk membuat perubahan. Tidak perlu menunggu keputusan besar dari pihak berwenang, Anda bisa mulai dari langkah kecil yang berdampak besar. Berikut adalah 8 cara sederhana namun sangat efektif untuk membantu melindungi laut kita:


1. Hati-Hati Saat Berbelanja: Hindari Mode Cepat (Fast Fashion)


Setiap keputusan saat berbelanja bisa menentukan masa depan lingkungan. Banyak pakaian saat ini dibuat dari serat sintetis seperti poliester yang saat dicuci, melepaskan mikroplastik ke saluran air. Diperkirakan satu jaket fleece saja bisa melepaskan hingga 250.000 serat plastik dalam sekali cuci!


Di kota besar seperti New York, sekitar 6,8 miliar mikroserat masuk ke perairan setiap hari. Gantilah dengan pakaian berbahan alami dan tahan lama. Meskipun harganya sedikit lebih mahal, namun manfaatnya jauh lebih besar bagi lingkungan.


2. Kurangi Mikroplastik dari Pakaian Anda


Anda tidak harus langsung membuang pakaian sintetis yang dimiliki. Gunakan filter mikroplastik saat mencuci, atau kantong khusus yang bisa menahan serat plastik agar tidak ikut hanyut ke sungai dan laut. Bahkan hanya dengan mencuci pakaian lebih jarang atau menggunakan air dingin, Anda sudah bisa mengurangi pelepasan mikroplastik secara signifikan.


3. Lindungi Padang Lamun (Seagrass), Si Penyaring Alami Lautan


Padang lamun adalah tanaman laut yang sangat penting karena mampu menyaring air, menyerap karbon, dan melindungi ekosistem terumbu karang. Meski hanya menutupi 0,1% dasar laut, lamun menyimpan 11% karbon laut yang terkubur.


Sayangnya, setiap 20 menit, satu lapangan sepak bola lamun hilang. Anda bisa mendukung program restorasi lamun melalui berbagai organisasi lingkungan. Bahkan ada cara unik untuk menanam lamun sebagai penghormatan kepada orang tercinta sambil membantu menyehatkan bumi.


4. Ubah Perilaku Sehari-hari Anda


Hingga saat ini, manusia telah memproduksi lebih dari 83 miliar ton plastik. Hanya 9% yang berhasil didaur ulang, dan setiap tahunnya sekitar 11 juta ton plastik mencemari laut. Dengan perubahan kecil seperti membuang sampah pada tempatnya dan memungut sampah di sekitar Anda, dampaknya bisa sangat besar untuk lingkungan.


5. Kurangi Penggunaan Plastik Sekali Pakai


Meskipun penggunaan plastik meningkat tajam selama pandemi, kini saatnya kita kembali ke kebiasaan yang lebih ramah lingkungan. Gunakan alat makan, sedotan, dan kantong belanja yang dapat dipakai ulang. Banyak alternatif menarik seperti pembungkus makanan dari lilin lebah atau silikon yang bisa menggantikan plastik sekali pakai.


6. Belajar Menyelam dan Bersihkan Lautan


Ternyata banyak penyelam yang juga berperan sebagai “pembersih lautan”! Program Dive Against Debris yang diinisiasi oleh PADI telah melibatkan puluhan ribu penyelam dari lebih dari 50 negara untuk mengumpulkan sampah di dasar laut. Bahkan jika Anda bukan penyelam, Anda tetap bisa terlibat dalam kegiatan lingkungan melalui pelatihan khusus atau kegiatan pembersihan pesisir.


7. Daur Ulang Plastik Jadi Produk Berguna


Alih-alih membiarkan plastik berakhir di laut, kini banyak produk yang dibuat dari bahan daur ulang, mulai dari kacamata hitam, pakaian olahraga, hingga perlengkapan outdoor. Memilih produk-produk ini secara tidak langsung membantu membersihkan laut dari plastik.


8. Suarakan Kepedulian Anda!


Setiap suara memiliki kekuatan. Dukung kebijakan dan kampanye yang mendorong perlindungan laut. Gerakan 30×30 yang dipelopori oleh SeaLegacy dan PADI misalnya, bertujuan untuk melindungi 30% lautan dunia pada tahun 2030. Tandatangani petisi, ikuti kampanye, dan berikan suara Anda untuk lautan yang lebih sehat.


Laut bukan hanya tempat wisata atau sumber makanan, tapi juga penopang kehidupan di planet ini. Jika kita tidak bertindak sekarang, kerusakan yang terjadi bisa menjadi permanen. Tapi kabar baiknya, setiap langkah kecil dari Anda bisa membawa perubahan besar. Ayo, mulai sekarang juga untuk laut, untuk Bumi, dan untuk masa depan kita semua!