Lykkers, belakangan ini rasanya semua orang membicarakan soal tipe kepribadian MBTI. Di tempat kerja, di sekolah, bahkan saat Anda sedang scroll media sosial, topik ini pasti pernah muncul. anyak orang membuat grup berdasarkan tipe kepribadian mereka, menyebarkan meme lucu, dan bahkan menganggap MBTI lebih akurat dibanding ramalan zodiak!


Tapi, sebenarnya apa sih MBTI itu? Dan kenapa tes ini bisa begitu populer? Yuk, kita kupas tuntas bersama!


Apa Itu MBTI?


MBTI adalah singkatan dari Myers-Briggs Type Indicator, sebuah tes kepribadian yang dikembangkan oleh Isabel Briggs Myers bersama ibunya, Katharine Cook Briggs. Tujuan mereka sederhana: membantu orang memahami diri sendiri dengan lebih baik dan membangun hubungan yang lebih sehat dengan menghargai perbedaan karakter.


Berbeda dengan tes kepribadian biasa, MBTI adalah tes yang Anda jawab sendiri (self-reported) untuk memahami bagaimana Anda:


• Mengumpulkan informasi


• Membuat keputusan


• Menjalani hidup sehari-hari


Tes ini membagi kepribadian Anda ke dalam empat dimensi utama, masing-masing dengan dua pilihan berlawanan:


• Introversion (I) vs. Extraversion (E) – Apakah Anda mengisi energi dengan menyendiri atau bersama orang lain?


• Sensing (S) vs. Intuition (N) – Apakah Anda fokus pada fakta konkret atau ide-ide besar?


• Thinking (T) vs. Feeling (F) – Apakah Anda mengambil keputusan berdasarkan logika atau perasaan?


• Judging (J) vs. Perceiving (P) – Apakah Anda menyukai jadwal yang teratur atau fleksibilitas?


Hasil tes ini kemudian menggabungkan keempat dimensi tersebut menjadi salah satu dari 16 tipe kepribadian, seperti INFP, ESFJ, atau ENTJ. Tipe-tipe ini kemudian dikelompokkan lagi ke dalam empat kategori besar:


• Analysts (pemikir logis)


• Diplomats (penghubung emosional)


• Sentinels (penyusun praktis)


• Explorers (pengambil risiko yang berani)


Kenapa MBTI Begitu Populer?


Salah satu alasan MBTI begitu meledak di media sosial adalah karena kesannya yang ilmiah dan kemampuannya memberikan saran karier berdasarkan tipe kepribadian. Banyak orang merasa bahwa karena MBTI memakai sistem pengukuran yang terstruktur, tes ini lebih bisa dipercaya dibandingkan ramalan lainnya.


Media besar seperti The New York Times pun mengakui bahwa kesuksesan MBTI datang dari fakta bahwa orang suka mengetahui tentang diri mereka sendiri. Rasanya menyenangkan, membuat Anda lebih mengenal diri sendiri, dan tentu saja, menjadi topik seru untuk dibahas bersama teman-teman.


Sekarang, mengingat tipe MBTI teman-teman Anda bahkan sudah jadi tren sosial baru! Banyak yang membagikan chart kompatibilitas MBTI untuk mencari tahu tipe kepribadian mana yang paling cocok jadi teman, rekan kerja, atau bahkan pasangan romantis.


MBTI di Dunia Kerja


Sebuah studi di Swedia tahun 2009 yang menganalisis 1.630 karyawan dari 156 tim menemukan bahwa MBTI membantu anggota tim berkomunikasi lebih baik dan memahami gaya kerja satu sama lain. Karena itulah, banyak perusahaan sekarang menggunakan MBTI dalam proses perekrutan maupun kegiatan membangun tim.


Bahkan para selebritas pun mulai ikut-ikutan membagikan tipe MBTI mereka! Baru-baru ini, topik "Apa tipe MBTI Eileen Gu?" sempat viral di internet. Dalam sebuah wawancara, peraih medali emas Olimpiade itu berkata,


“Saya seorang INTJ. Saya tahu saya seorang introvert, tapi saya juga bekerja keras untuk meningkatkan kemampuan komunikasi saya. Ketika saya kekurangan energi, saya merasa lelah karena tidak bisa sepenuhnya mengekspresikan sisi ekstrovert saya. Kadang, saya lebih memilih untuk menyendiri, belajar fisika, atau menulis esai.”


Begitu Eileen Gu mengungkapkan hal ini, para INTJ di seluruh internet langsung merayakannya “Wow! Ternyata kepribadian saya sama dengan Eileen Gu!”


Apakah MBTI Ilmiah?


Meskipun sangat populer, tidak semua orang mempercayai MBTI sepenuhnya. Walaupun banyak perusahaan memakainya, komunitas akademik psikologi sebenarnya tidak secara resmi mengakuinya.


Tidak ada jurnal psikologi besar yang pernah mempublikasikan riset yang membuktikan akurasi MBTI. Profesor dari Oxford, Merve Emre, menjelaskan bahwa daya tarik MBTI terletak pada sifatnya yang tidak menghakimi. Semua deskripsinya terdengar positif dan menyenangkan, tidak ada tipe yang "buruk".