Kita semua menyukai kecepatan dan kenyamanan dari terbang, tapi pernahkah Anda turun dari pesawat merasa bengkak, pusing, atau lelah? Lykkers, Anda tidak sendirian.


Terbang membawa kita ke tujuan yang indah, tapi perjalanan itu sendiri kadang-kadang bisa mempengaruhi tubuh kita.


Itulah mengapa kami telah mengumpulkan tips kesehatan ketika terbang ini untuk membantu membuat perjalanan berikutnya tidak hanya lancar, tetapi juga sehat dan menyegarkan.


Sebelum Terbang: Mulailah dengan Sehat


Sebelum naik pesawat, kita harus mempersiapkan tubuh dan pikiran kita. Bijaklah untuk memeriksa situasi kesehatan di wilayah yang akan kita kunjungi. Apakah ada wabah atau peringatan kesehatan? Kita juga harus merencanakan waktu yang cukup untuk check-in dan mencapai gerbang dengan tenang—mencoba tergesa hanya menambah stres. Mengenakan pakaian longgar, bernapas dengan mudah dan sepatu yang nyaman akan membantu kita rileks di udara. Jika kita merasa tidak sehat, lebih baik menunda penerbangan. Dan bagi kita yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, berbicara dengan dokter sebelum terbang sangat penting.


Kabin Pesawat: Apa yang Sebenarnya Terjadi


Kabin pesawat dipresurisasi untuk mensimulasikan ketinggian 5.000–8.000 kaki di atas permukaan laut. Itu berarti kadar oksigen lebih rendah dari yang biasanya kita alami. Para traveler yang sehat biasanya tidak merasakan apa-apa, tapi bagi mereka yang memiliki masalah jantung, paru-paru, atau masalah darah mungkin kesulitan. Berbicara dengan dokter bernilai jika kita termasuk ke dalam grup tersebut—beberapa maskapai bahkan menawarkan oksigen medis bila diminta sebelumnya. Di ketinggian yang tinggi, udara di dalam tubuh kita juga melebar—terutama di area telinga dan sinus. Itulah mengapa kadang-kadang kita merasa telinga kita "mendesis." Selama lepas landas dan mendarat, menelan, mengunyah permen karet, atau menguap membantu menyeimbangkan tekanan. Dan untuk anak-anak atau bayi, memberi mereka minum atau empeng dapat membuat perbedaan besar.


Kelembaban di Pesawat: Lebih Kering dari yang Kita Kira


Kelembaban di kabin dapat turun di bawah 20%, yang lebih kering dari kebanyakan gurun. Itulah mengapa kulit menjadi kering, tenggorokan sakit, atau mata gatal setelah terbang. Lalu, apa yang bisa kita lakukan? Mari minum air secara teratur—sekitar 8 ons setiap jam—dan hindari minuman yang membuat dehidrasi seperti kopi atau soda. Menggunakan semprotan hidung, lip balm, tetes mata, atau pelembap kulit juga dapat membuat kita nyaman.


Mabuk Perjalanan: Jangan Biarkan Merusak Penerbangan Anda


Beberapa dari kita merasa mual selama penerbangan, terutama ketika terjadi turbulensi. Jika kita rentan terhadap mabuk perjalanan, duduk di dekat sayap dan memilih tempat duduk di jendela membantu. Terbang dengan pesawat yang lebih besar cenderung lebih halus. Menghindari bau yang kuat dan melewatkan makanan berat sebelum terbang juga dapat membantu. Dan tentu saja, jika kita tahu itu akan menjadi masalah, membawa obat mabuk perjalanan adalah langkah cerdas—tanyakan dulu kepada dokter.


Trombosis Vena Dalam: Risiko Tersembunyi


Penerbangan jarak jauh berarti jam-jam duduk diam, yang dapat melambatkan aliran darah di kaki. Bagi beberapa traveler, ini bisa menyebabkan pembengkakan atau bahkan gumpalan darah berbahaya, kondisi yang disebut trombosis vena dalam (TVD). Ini bisa muncul beberapa hari atau bahkan beberapa minggu setelah penerbangan. Jika gumpalan darah berpindah ke paru-paru, itu bisa menjadi ancaman nyawa. Untuk menghindari hal ini, mari meregangkan kaki kita sering selama penerbangan, lakukan latihan kaki dan pergelangan kaki kecil di kursi kita, pakailah pakaian longgar, dan minum banyak air. Kita juga harus menghindari menyilangkan kaki kita dalam waktu lama. Jika kita memiliki riwayat TVD, operasi, atau gangguan pembekuan darah, kita harus berbicara dengan dokter sebelum terbang.


Terbang Saat Hamil: Apa yang Harus Diketahui


Terbang selama kehamilan biasanya aman, tapi ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. Sebagian besar maskapai tidak merekomendasikan terbang setelah 36 minggu untuk kehamilan tunggal dan 33 minggu untuk kehamilan kembar atau lebih. Untuk kehamilan beresiko tinggi, selalu yang terbaik untuk mendapatkan persetujuan dokter. Dan adalah ide bagus untuk membawa catatan medis kita dan obat yang diperlukan di tas bawaan kita.


Jangan Terbang Saat Sakit: Ini Tidak Hanya tentang Anda


Jika kita mengalami penyakit menular, terutama sesuatu yang berkaitan dengan pernapasan, sebaiknya hindari terbang. Kita berada dalam kontak dekat dengan orang lain, dan bahkan pilek ringan bisa membuat penerbangan menjadi menyakitkan—terutama selama turun. Jika merasa ragu apakah harus naik pesawat, kunjungan cepat ke dokter akan memberi kita ketenangan pikiran.


Jangan Lupakan Hal-Hal Dasar: Daftar Periksa Kesehatan Perjalanan Anda


- Bawa obat-obatan biasa Anda di tas bawaan


- Bawa salinan resep Anda


- Meregangkan, menghidrasi, dan bergerak selama penerbangan


- Simpan camilan yang ringan di perut


- Hindari makanan besar dan minuman bersoda sebelum terbang


- Bicarakan dengan dokter jika Anda memiliki kebutuhan kesehatan khusus


Terbang Seharusnya Tidak Terasa seperti Tantangan Kesehatan


Kita semua melakukan perjalanan karena alasan yang berbeda—petualangan, keluarga, pekerjaan, atau istirahat yang sangat dibutuhkan. Tak peduli ke mana kita pergi, kesehatan kita harus ikut serta. Dengan tips kesehatan terbang sederhana ini, kita bisa turun dari pesawat merasa baik dan siap untuk menikmati tujuan kita. Lykkers, ketika kita terbang, mari jaga diri kita sebagaimana kita menjaga rencana perjalanan kita. Pernahkah Anda mengalami ketakutan kesehatan perjalanan atau belajar tips terbang yang membantu? Kami akan senang mendengarnya. Semoga langit aman dan landing yang bahagia bagi kita semua!


Health Tips When Flying

Video by Didoy MD