Labu kuning kaya akan nutrisi dan mengandung berbagai bahan yang bermanfaat bagi tubuh manusia, baik itu karoten, vitamin, kalsium, fosfor, dll, dari anak-anak hingga orang tua, bisa mendapatkan nutrisi yang mereka butuhkan dalam labu kuning. Pemilihan labu juga sangat penting.


Labu yang baik memiliki nilai gizi yang tinggi dan rasa yang enak. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika memilih labu:


1. Tidak disarankan untuk memilih produk dengan permukaan terdapat noda.


2. Pilih labu yang masih memiliki batang yang menempel pada buahnya, karena labu dengan batang yang masih melekat dapat disimpan untuk waktu yang lebih lama.


3. Saat membeli labu, Anda juga dapat mengambilnya, lalu menepuknya, dan menggunakan telinga Anda untuk mendengarkan suara labu. Biasanya jika terdengar suara labu yang kental dan tumpul, berarti labu tersebut sudah matang. Sebaliknya, jika suaranya lebih jernih, berarti labu tersebut belum matang.


4. Saat membeli labu, Anda juga bisa mengamati apakah ada garis yang jelas. Semakin gelap garis labu dan semakin tebal garisnya, maka semakin penuh labu tumbuh, semakin banyak sinar matahari yang diserapnya, dan semakin manis rasanya.


Pengawetan labu juga khusus, dan pengawetan yang tidak tepat cenderung menyebabkan rasa yang buruk:


1. Jika labu dengan kulit tebal yang belum dipotong tetap utuh, dan tidak rusak, maka dapat disimpan di tempat yang sejuk hingga 3 bulan. Yang perlu diperhatikan semua orang di sini adalah bahwa prasyarat labu yang dapat disimpan minimal 3 bulan harus ditempatkan di tempat yang kering dan sejuk, tidak dalam keadaan terpotong, dan kulitnya tidak boleh rusak parah. Labu yang memenuhi syarat di atas dapat disimpan dalam waktu yang cukup lama.


2. Labu dengan kulit tipis dapat disimpan dalam waktu singkat dan dapat disimpan hingga 10 hari tanpa dipotong. Pada saat yang sama, karena labu jenis ini ukuran satu porsinya lebih kecil, dan tidak besar, jadi disarankan untuk memakannya sekaligus dan hindari mendinginkan dan menyimpannya setelah dipotong.


3. Karena ukuran labu lebih besar, maka mungkin akan ada sisa labu terpotong yang belum habis dimakan. Berikut adalah masalah dengan penyimpanan labu potong. Labu yang dipotong harus disimpan di lemari es. Jika kondisi memungkinkan, yang terbaik adalah menggunakan bungkus plastik makanan dan menyimpannya di lemari es tetapi waktu penyimpanan tidak boleh lebih dari 2-3 hari. Labu yang dipotong mudah kehilangan air, oleh sebab itu disarankan untuk segera dimakan.


Jika Anda tidak bisa memakannya sekaligus, Anda juga bisa membuat banyak camilan kecil, seperti pai labu, bubur labu, dan lain sebagainya.