Guanako, hewan dari Amerika Selatan, adalah salah satu mamalia terbesar di benua tersebut. Mereka memiliki tinggi sekitar 3.5 kaki di pundak dan berat antara 200 hingga 300 pound. Hewan yang jangkung dan berbentuk halus ini memiliki leher dan tungkai yang panjang, dengan mata coklat yang besar dan waspada.


Wajah mereka dapat bervariasi dari hitam hingga abu-abu keperakan. Guanako dilengkapi dengan telinga runcing dan bibir terbelah yang dapat digunakan untuk meraih dan manuver ranting dan rumput.


Mantel dan Warna


Seperti llama, guanako memiliki dua lapisan mantel. Lapisan luar terdiri dari bulu penjaga yang menghangatkan tubuh, sementara mantel dalam yang lembut sangat dihargai karena menghasilkan pakaian halus, bahkan lebih berharga dari wol alpaka. Guanako memiliki rentang warna mulai dari cokelat kemerahan hingga kayu manis, dengan bagian bawah yang putih.


Habitat dan Kebiasaan Makan


Lingkungan Preferensial


Guanako mendiami berbagai ekosistem, termasuk hutan, padang rumput, gurun, dan semak-semak di lereng Andes di Argentina, Chile, dan Peru. Hewan-hewan ini berkembang dengan baik pada ketinggian mulai dari permukaan laut hingga 13.000 kaki.


Pola Makan


Sebagai hewan pemakan tumbuhan, guanako beradaptasi dengan kondisi kering dengan mengekstrak kelembaban dari tanaman. Mereka dapat menjadi pemakan tunas dan pemakan rumput, mengonsumsi semak-semak, rumput, kaktus, bunga, buah, dan lumut ketika vegetasi kurang.


Perilaku


Kecepatan dan Pertahanan


Guanako dapat berlari dengan kecepatan hampir 35 mil per jam, melampaui sebagian besar hewan Patagonia kecuali puma. Pada tanda bahaya pertama, mereka mengeluarkan jeritan peringatan tajam, meminta kawanan mereka untuk melarikan diri dengan cepat melintasi altiplano.


Struktur Sosial


Hewan-hewan ini hidup dalam kawanan kecil atau kelompok keluarga. Setiap kelompok keluarga terdiri dari jantan dominan, beberapa betina, dan anak-anak mereka. Anak-anak muda, terkenal karena sifat bermain mereka, bermain-main dalam kelompok tetapi tunduk kepada jantan dewasa. Jantan guanako mengusir anak-anak mereka setelah mencapai usia 6 hingga 12 bulan. Sekitar 18% jantan termasuk ke dalam kelompok keluarga, sementara sebagian besar jantan muda dan tua membentuk kelompok lajang atau hidup sendiri, berusaha untuk mendirikan kawanan mereka sendiri.


Reproduksi


Kawin dan Gestasi


Betina guanako mulai berkembang biak pada usia satu tahun tetapi sering menunggu hingga dua atau tiga tahun. Musim kawin berlangsung dari November hingga Februari, di mana jantan bertindak agresif dan terlibat dalam pertarungan keras. Setelah masa gestasi 11 bulan, betina melahirkan satu anak, yang dikenal sebagai chulengo, antara Desember dan Februari.


Perkembangan Chulengo


Chulengo yang baru lahir beratnya 17 hingga 33 pound dan bisa berdiri dalam waktu satu jam setelah lahir. Mereka memiliki lapisan rambut penuh dan menyusui selama 11 hingga 15 bulan.


Status Konservasi


Ancaman dan Tantangan


Puma menjadi predator anak-anak chulengo, tetapi penurunan populasi predator ini telah memindahkan ancaman utama terhadap guanako menjadi kelaparan. Di Patagonia timur, perubahan iklim yang menyebabkan kekeringan, pemakanan berlebih oleh ternak, dan degradasi lahan oleh aktivitas manusia telah secara serius memengaruhi populasi guanako.


Dampak Manusia


Rentang guanako yang dahulu luas telah berkurang secara signifikan akibat persaingan dengan ternak, pemburuan berlebihan untuk kulit, dan destruksi habitat yang disebabkan oleh aktivitas manusia. Saat ini, guanako diklasifikasikan sebagai kritis terancam punah di Peru dan rentan di Chile.