Recorder baroque dibuat dengan presisi dan perhatian tinggi, terinspirasi oleh instrumen asli yang ada di berbagai koleksi sejarah.
Biasanya dibuat dari kayu boxwood, instrumen ini juga cocok menggunakan kayu lain seperti zaitun, prem, dan maple. Sebagian besar recorder baroque asli memiliki lubang tunggal dan dirancang dengan teknik jari tradisional "lama" yang berbeda dengan sistem Dolmetsch.
Mengapa Recorder Baroque Memilih Lubang Tunggal?
Pada abad ke-18, keputusan untuk menghindari penggunaan lubang ganda kemungkinan dilakukan dengan sengaja. Hal ini tidak hanya mempengaruhi kualitas tonal pada nada-nada rendah, tetapi juga mengubah suara seluruh oktaf pertama. Preferensi untuk lubang tunggal ini tetap menjadi ciri khas dari recorder baroque yang autentik, menjaga karakter tonal yang unik dan keaslian sejarahnya.
Alto Recorder Setelah Jacob Denner
Alto recorder setelah J. Denner didasarkan pada instrumen boxwood sederhana yang ditemukan di Musikhistorisk Museum, Kopenhagen. Recorder ini disetel pada a=415 Hz dan dikenal dengan register tinggi yang resonan dan bebas. Nada-nada rendah pada recorder ini, meskipun tidak sekuat beberapa desain Inggris, tetap menghasilkan suara yang lebih penuh dan solid ketika dibuat dengan lubang tunggal dan teknik jari tradisional.
Recorder ini tersedia dengan pilihan teknik jari modern maupun lama, serta opsi untuk menggunakan lubang tunggal atau ganda sesuai dengan preferensi pemain.
Tenor Recorder Setelah Johann Schell
Tenor recorder ini dimodelkan berdasarkan instrumen asli karya Johann Schell yang ada di Tyrolean State Museum di Innsbruck. Instrumen ini dirancang untuk kenyamanan meskipun memiliki nada rendah pada a=415 Hz, dan tidak dilengkapi dengan kunci. Terbuat terutama dari kayu boxwood, beberapa versi juga tersedia dalam kayu prem sebagai alternatif yang lebih ringan. Lubang tunggal dan teknik jari tradisional menjaga integritas historis desainnya.
Alto Recorder Setelah P. Bressan
Model ini terinspirasi oleh alto recorder Inggris dari koleksi ex-Hunt, yang sekarang menjadi bagian dari Bate Collection di Oxford. Instrumen asli memiliki pelengkap gading penuh dan disetel pada pitch sekitar a=405 Hz.
Versi baru ini menghilangkan pelengkap gading, namun tetap mempertahankan esensi sejarahnya. Dibandingkan dengan model lainnya, alat musik ini lebih mudah diakses oleh musisi dengan waktu tunggu yang lebih singkat.
Alto Recorder dalam G’ oleh J. B. Gahn
Model ini dipengaruhi oleh dua instrumen asli, salah satunya ada dalam koleksi pribadi di Hamburg, dan yang lainnya ada dalam koleksi Brüggen di Amsterdam. Recorder ini tersedia dalam dua pilihan pitch, yakni recorder f’ dengan pitch tinggi (a=466 Hz) atau recorder g’ dengan pitch rendah (a=415 Hz).
Recorder karya Gahn berbeda dari desain standar, menunjukkan kesamaan dengan model Kynseker dari awal baroque. Fitur-fitur ini menonjolkan pendekatan inovatif dari Gahn, yang merupakan anggota dari guild pembuat kayu di Nürnberg.
Voice Flute
Voice flute dalam d’ pada masa lalu tidak dikenal di Jerman dan kemungkinan mewakili recorder pitch tinggi dalam c’.
Ada rencana untuk merilis seri baru voice flutes yang terinspirasi oleh model-model Inggris. Desain baru ini akan mengakomodasi repertoar voice flute sambil mengedepankan prinsip-prinsip praktik pertunjukan historis.
Setiap recorder baroque memiliki cerita dan karakteristik unik yang tidak hanya menarik untuk dimainkan, tetapi juga penting dalam memahami sejarah musik. Dengan desain dan pembuatan yang cermat, instrumen-instrumen ini membawa kita kembali ke masa lalu, menghidupkan kembali keaslian musik dari abad ke-18. Jika Anda seorang musisi atau penggemar sejarah musik, mencoba salah satu recorder baroque ini adalah pengalaman yang tidak boleh dilewatkan!