Jupiter, planet kelima dari Matahari, terletak sejauh 468,1 juta mil dari Matahari dan 396,5 juta mil dari Bumi.
Jupiter menandai lompatan signifikan pertama dalam jarak dari Matahari, tiga kali lebih jauh dari Mars dan hampir lima kali lebih jauh dari Bumi. Dengan ukuran yang luar biasa, Jupiter tidak hanya menjadi planet terbesar di tata surya, tetapi juga menyimpan banyak misteri yang memukau para ilmuwan.
Asal Usul Nama Jupiter
Jupiter, planet terbesar di tata surya kita, dinamai sesuai dengan Raja Dewa dalam mitologi Romawi, yaitu Jupiter. Nama ini berasal dari dua kata Latin yang berarti "ayah langit," dengan kata pater yang berarti "ayah." Sebagai dewa langit dan pembawa petir, Jupiter sangat dihormati oleh bangsa Romawi. Burung elang, yang sering digunakan sebagai lambang kekuasaan, juga menjadi simbol Jupiter. Dalam mitologi Romawi, Jupiter kadang disebut juga dengan nama Jove, yang menjadi alasan mengapa planet ini dan fitur-fiturnya sering disebut sebagai Jovian.
Siapa yang Menemukan Jupiter?
Meskipun Jupiter sudah lama terlihat dengan mata telanjang dan dikenal oleh umat manusia, penemuan pertama yang tercatat tentang planet ini menggunakan teleskop dilakukan oleh astronom Italia, Galileo Galilei. Pada awalnya, Galileo hanya melihat tiga titik cahaya dekat Jupiter dan mengira itu adalah bintang-bintang yang sangat jauh. Namun, setelah titik cahaya keempat muncul dengan perilaku serupa, Galileo menyadari bahwa itu bukan bintang, melainkan bulan-bulan yang mengorbit Jupiter. Penemuan ini menjadi bukti kuat bagi teori Kopernikus yang menyatakan bahwa sebagian besar benda langit tidak berputar mengelilingi Bumi.
Apa Saja Komposisi Jupiter?
Untuk memahami betapa besarnya Jupiter, perlu kita ketahui bahwa planet ini dua kali lebih masif dibandingkan seluruh planet lainnya di tata surya, hampir 11 kali lebih lebar daripada Bumi, dan 317 kali lebih berat dari Bumi. Sebagai gambaran, Matahari kita sekitar 10 kali lebih lebar dari Jupiter. Jupiter sebagian besar terdiri dari gas, dengan awan yang terlihat terbuat dari amonia dan air. Atmosfernya didominasi oleh hidrogen dan helium, mirip dengan komposisi Matahari. Seiring dengan semakin dalamnya atmosfer, tekanan dan suhu meningkat, menyebabkan hidrogen terkompresi menjadi bentuk cair.
Apakah Kita Bisa Tinggal di Jupiter?
Mengingat kita belum mengetahui dengan pasti apakah Jupiter memiliki permukaan padat atau hanya inti yang sangat padat, jelas bahwa planet ini bukanlah tempat yang bisa dihuni manusia. Tidak ada tempat di Jupiter untuk mendarat, dan bahkan jika ada pesawat ruang angkasa yang mencoba terbang memasuki atmosfernya, kemungkinan besar pesawat itu akan hancur. Suhu yang ekstrem dan tekanan yang sangat tinggi akan menghancurkan, melelehkan, dan menguapkan pesawat apapun yang mencoba untuk menyusup ke atmosfer planet ini.
Berapa Lama Satu Tahun dan Satu Hari di Jupiter?
Tahun di Jupiter berlangsung sekitar 12 tahun Bumi, atau 4.333 hari Bumi, karena planet ini membutuhkan waktu itu untuk mengorbit Matahari. Namun, hari di Jupiter sangat singkat—hanya memerlukan waktu sekitar 10 jam untuk menyelesaikan satu rotasi. Untuk perbandingan, di Merkurius, satu hari hampir sama lamanya dengan satu tahun. Meskipun Merkurius hanya membutuhkan 88 hari Bumi untuk mengorbit Matahari, rotasinya memakan waktu 59 hari Bumi.
Apakah NASA Sudah Mengirimkan Misi ke Jupiter?
Ada sembilan misi yang telah dikirimkan ke Jupiter, beberapa di antaranya merupakan misi paling penting. Beberapa di antaranya adalah:
1. Pioneer 10: Diluncurkan pada 3 Maret 1972, Pioneer 10 adalah pesawat luar angkasa pertama yang mencapai Jupiter. Pada 6 November 1973, pesawat ini melewati planet tersebut dan menangkap banyak gambar sebelum melanjutkan perjalanannya keluar dari tata surya.
2. Galileo: Misi ini mengorbit Jupiter selama lebih dari tujuh tahun, mengumpulkan data yang sangat berharga, termasuk mengirimkan sebuah probe ke atmosfer Jupiter dan mempelajari bulan-bulannya.
3. Juno: Misi Juno, yang dijalankan dengan tenaga surya, memiliki tiga panel surya utama yang disusun dalam bentuk segitiga. Misi ini sangat penting untuk mempelajari lebih dalam komposisi atmosfer dan inti planet raksasa ini.
Jupiter terus menjadi objek yang menarik untuk dipelajari oleh para ilmuwan, dengan banyak pertanyaan yang belum terjawab. Meskipun kita belum bisa mengunjungi atau bahkan mendarat di sana, misi-misi luar angkasa memberikan wawasan yang sangat berharga tentang planet ini dan alam semesta secara keseluruhan.
Dengan semua keunikan dan misteri yang dimiliki, Jupiter tetap menjadi fokus penelitian dan akan terus memukau kita dalam dekade-dekade mendatang. Jupiter bukan hanya sebuah planet raksasa, tapi juga kunci untuk memahami lebih banyak tentang tata surya kita.