Montenegro, dengan pegunungannya yang terjal dan garis pantai yang berkilauan, menyimpan banyak harta karun tersembunyi.


Salah satu landmark paling memikat di negara ini adalah Our Lady of the Rocks, sebuah pulau buatan di Teluk Kotor. Tempat unik ini, yang kaya akan sejarah dan legenda, menawarkan kepada pengunjung sekilas warisan budaya yang mendalam serta pemandangan yang menakjubkan.


Legenda di Balik Our Lady of the Rocks


Our Lady of the Rocks, atau dalam bahasa Montenegro disebut Gospa od Škrpjela, memiliki asal-usul yang berakar dalam cerita rakyat setempat. Legenda menyebutkan bahwa pada tahun 1452, dua nelayan menemukan sebuah ikon Maria yang sedang menggendong bayi Yesus di atas sebuah batu di teluk. Menganggapnya sebagai tanda ilahi, penduduk setempat mulai melemparkan batu ke laut di lokasi tersebut.


Seiring waktu, praktik ini menciptakan pulau buatan yang kita lihat hari ini. Tradisi ini masih berlangsung setiap tahun dalam Festival Fašinada pada 22 Juli, di mana penduduk lokal berlayar ke pulau dan melemparkan batu ke air untuk memperkuat fondasinya. Festival ini menjadi salah satu daya tarik budaya yang paling unik di Montenegro, menunjukkan bagaimana tradisi dan kepercayaan lokal tetap hidup selama berabad-abad.


Bangunan Bersejarah Penuh Harta Karun


Di tengah pulau ini berdiri bangunan Our Lady of the Rocks, yang dibangun pada tahun 1630. Bangunan kecil namun menakjubkan ini adalah sebuah gereja Katolik Roma dengan arsitektur Barok yang memukau, menampilkan:


- Fresco yang Rumit: Dinding gereja dihiasi dengan fresco indah karya Tripo Kokolja, seorang seniman terkenal dari Perast pada abad ke-17. Lukisan-lukisan ini menggambarkan kisah-kisah Alkitab serta kehidupan para santo.


- Plakat Perak: Lebih dari 2.500 plakat perak dipajang di dalam gereja, yang merupakan persembahan dari para pelaut yang selamat dari perjalanan laut yang berbahaya. Plakat-plakat ini merupakan bentuk rasa syukur atas perlindungan yang diberikan kepada mereka selama perjalanan.


- Kain Altar Sulaman Tangan: Salah satu artefak paling mengesankan adalah kain altar yang disulam dengan benang emas dan perak. Kain ini dibuat oleh seorang wanita lokal selama 25 tahun menggunakan rambutnya sendiri, sebagai tanda devosi dan pengabdian.



Museum yang terletak di samping bangunan ini menyimpan koleksi artefak maritim yang mengesankan, relik, dan harta bersejarah lainnya yang menawarkan wawasan lebih dalam tentang warisan pelayaran Montenegro. Pengunjung dapat melihat berbagai dokumen, model kapal, dan peralatan navigasi yang digunakan oleh pelaut di masa lalu.


Perjalanan Menuju Our Lady of the Rocks


Mengunjungi Our Lady of the Rocks adalah bagian dari petualangan itu sendiri. Pulau ini hanya dapat diakses dengan perahu, dengan keberangkatan reguler dari kota Perast. Perjalanan singkat dan indah ini menyajikan pemandangan menakjubkan dari Teluk Kotor, yang dikelilingi oleh pegunungan dramatis dan air yang jernih.



Banyak operator tur di Kotor dan Perast menawarkan paket wisata ke pulau ini, sering kali dikombinasikan dengan kunjungan ke pulau-pulau lain dan desa-desa bersejarah di sekitar teluk. Tarif perjalanan perahu bervariasi, tetapi biasanya berkisar antara €5 hingga €10 per orang.



Waktu Terbaik untuk Berkunjung


Pulau ini indah sepanjang tahun, tetapi waktu terbaik untuk berkunjung adalah pada bulan-bulan yang lebih hangat, dari Mei hingga September. Pagi hari atau sore menjelang senja adalah waktu ideal untuk menghindari keramaian dan menikmati suasana yang lebih damai. Selain itu, matahari terbenam di Teluk Kotor memberikan latar belakang spektakuler bagi pulau ini, menciptakan pemandangan yang layak diabadikan.



Destinasi Menarik di Sekitar Pulau


Saat mengunjungi Our Lady of the Rocks, jangan lewatkan tempat-tempat menarik berikut ini:


- Perast: Kota pesisir yang menawan dengan arsitektur Barok dan kafe-kafe kecil yang nyaman. Kota ini sering disebut sebagai "Venice kecil" karena keindahan bangunannya dan suasana romantisnya.


- Pulau St. George: Pulau alami yang berdekatan dengan Our Lady of the Rocks, yang menjadi rumah bagi sebuah biara bersejarah. Pulau ini tidak terbuka untuk umum, tetapi bisa dikagumi dari kejauhan.


- Kota Tua Kotor: Situs Warisan Dunia UNESCO yang terkenal dengan tembok abad pertengahannya, jalan-jalan berbatu, dan budaya yang hidup. Kota ini menawarkan berbagai atraksi sejarah, termasuk Katedral St. Tryphon dan Benteng San Giovanni.


Kuliner di Perast


Setelah menjelajahi pulau, nikmati hidangan khas Montenegro di restoran-restoran sepanjang tepi pantai Perast. Beberapa makanan yang wajib dicoba antara lain:


- Risotto Hitam: Hidangan nasi khas Montenegro yang dimasak dengan tinta cumi, memberikan rasa yang khas dan warna hitam pekat yang unik.


- Makanan Laut Panggang: Berbagai macam ikan dan seafood segar yang dipanggang dengan bumbu khas, sering kali disajikan dengan sayuran segar dan minyak zaitun lokal.


- Minuman Khas Montenegro: Anggur lokal seperti Vranac dan Krstač, yang berasal dari kebun anggur di sekitar wilayah ini, sangat cocok untuk menemani hidangan laut.



Harga makanan di restoran tepi laut berkisar antara €10 hingga €20 per orang untuk menikmati santapan lezat dengan pemandangan yang memanjakan mata.


Pernah Mengunjungi Permata Mengapung Ini?



Apakah Anda pernah merasakan keajaiban Our Lady of the Rocks atau menjelajahi keindahan Teluk Kotor? Bagaimana menurut Anda tentang tradisi unik menciptakan pulau ini? Bagikan pengalaman atau rencana perjalanan Anda dengan kami—kami ingin mendengar cerita Anda!