Perubahan iklim mendorong peningkatan bencana alam, mulai dari kekeringan parah, banjir, kebakaran hutan, hingga badai ekstrem. Bencana-bencana ini memberikan dampak yang sangat merusak terhadap keanekaragaman hayati, dengan lebih dari satu juta spesies hewan dan tumbuhan terancam punah.


Namun, alam itu sendiri memegang kunci untuk memerangi perubahan iklim dan mengurangi dampaknya. Melindungi dan memulihkan ekosistem tidak hanya melestarikan satwa liar, tetapi juga membantu mengatasi kerugian dan dampak dari perubahan iklim.


Pada tahun 2023, dunia mengalami tahun terpanas yang tercatat, dan 2024 kemungkinan akan mengikuti arah yang sama. Dengan suhu global yang diperkirakan akan meningkat sebesar 1,5°C pada tahun 2040, sudah sangat mendesak untuk menerapkan solusi berbasis alam, tindakan yang melindungi, memulihkan, dan mengelola ekosistem alam secara berkelanjutan. Solusi-solusi ini menjadi inti dari strategi International Fund for Animal Welfare (IFAW) dalam menghadapi krisis iklim.


Berikut adalah delapan solusi berbasis alam yang tengah dilakukan oleh IFAW untuk melindungi planet dan penghuninya.


1. Konservasi Satwa Liar


Perubahan iklim sangat terkait dengan hilangnya keanekaragaman hayati, dan melindungi satwa liar merupakan hal yang sangat penting untuk mempertahankan layanan ekosistem. Gajah, misalnya, memainkan peran kunci dalam menyebarkan biji yang membantu tanaman tumbuh. Melestarikan spesies-spesies ini memastikan bahwa ekosistem tetap berfungsi, yang mendukung baik kehidupan satwa liar maupun komunitas manusia.


2. Konservasi Laut


Kehidupan laut, termasuk paus, hiu, dan terumbu karang, memiliki peran besar dalam memerangi perubahan iklim. Paus, misalnya, membantu merangsang pertumbuhan fitoplankton, yang menangkap sekitar 37 miliar ton karbon dioksida setiap tahunnya, sekitar 40% dari semua emisi karbon. Terumbu karang adalah rumah bagi lebih dari seperempat spesies ikan dan menyediakan layanan ekosistem seperti makanan, perlindungan dari banjir, dan peluang ekowisata. Melindungi lingkungan laut, termasuk paus dan hiu, sangat penting untuk mengurangi karbon di atmosfer dan menjaga keberagaman hayati.


3. Pelestarian Ekosistem


Menetapkan lahan untuk pelestarian ekosistem alami seperti hutan, danau, dan sungai, adalah pendekatan mendasar untuk melindungi satwa liar dan mengatasi perubahan iklim. Dengan melestarikan lahan, kita mencegah konversi lahan tersebut menjadi lahan pertanian atau perkotaan, yang dapat merusak ekosistem. Pelestarian area ini memungkinkan tanaman untuk berkembang, dan karena tanaman menangkap dan menyimpan karbon melalui fotosintesis, mereka memainkan peran penting dalam mengurangi karbon di atmosfer.


4. Proyek Karbon Biru


Lautan adalah penyerap karbon utama, menyimpan hingga 50 kali lebih banyak karbon daripada atmosfer. Kehidupan laut seperti paus dan rumput laut membantu menangkap dan menyimpan karbon, menjadikan konservasi laut sangat penting dalam mitigasi iklim. Salah satu inisiatif utama adalah perlindungan Terumbu Karang Laut Lepas, daerah laut di luar yurisdiksi nasional.


5. Pengelolaan Lanskap


Pengelolaan lanskap yang berkelanjutan membantu melindungi sumber daya vital seperti daerah aliran sungai dan hutan. Ini melibatkan praktik-praktik seperti agroforestry, pertanian regeneratif, dan pengisian kembali akuifer. Di Kenya, IFAW bekerja dengan komunitas Taita untuk menanam pohon buah yang mengurangi erosi tanah, melindungi dari banjir, dan mencegah kekeringan.


6. Respons Bencana dan Penyelamatan Satwa Liar


Tanggapan bencana yang efektif sangat penting untuk menyelamatkan spesies yang rentan dan melindungi keanekaragaman hayati. Pekerjaan IFAW dalam respons bencana mencakup penyelamatan hewan, seperti gajah Afrika dan paus kanan Atlantik Utara, yang jumlah populasinya sangat sedikit sehingga kelangsungan hidup setiap individu menjadi sangat penting.


7. Mendukung Mata Pencaharian Ramah Satwa Liar


Mempromosikan mata pencaharian yang mendukung konservasi satwa liar adalah komponen kunci dari solusi berbasis alam. Misalnya, IFAW membantu komunitas beralih dari kegiatan yang merugikan satwa liar, seperti perburuan liar, ke alternatif berkelanjutan, seperti ekowisata.


8. Memerangi Kejahatan dan Perdagangan Satwa Liar


Mengatasi kejahatan dan perdagangan satwa liar memastikan bahwa spesies tetap berada di habitat alami mereka, di mana mereka dapat terus memainkan peran ekologis yang penting. Dengan memperkuat kebijakan dan mengambil tindakan untuk menyelamatkan dan merehabilitasi hewan yang terpengaruh oleh perdagangan ilegal, IFAW membantu melindungi keanekaragaman hayati dan mendukung kesehatan ekosistem.


Komitmen IFAW Terhadap Solusi Berbasis Alam


Di IFAW, kami menyadari bahwa perubahan iklim telah mempengaruhi satwa liar dan habitat mereka. Melalui konservasi yang cerdas terhadap iklim, kami bekerja dengan pemerintah, konservasi komunitas, dan organisasi lokal untuk mengembangkan strategi yang tidak hanya melindungi alam tetapi juga membantu komunitas beradaptasi dengan perubahan iklim. Solusi berbasis alam memberikan pendekatan holistik dalam menghadapi krisis iklim, memberikan manfaat baik untuk satwa liar maupun populasi manusia. Dengan melestarikan ekosistem, kita menciptakan dunia yang lebih tangguh bagi semua makhluk hidup.


Solusi berbasis alam bukan hanya soal melindungi satwa liar; mereka vital untuk kesehatan planet ini dan juga umat manusia. Dengan berinvestasi dalam solusi-solusi ini, kita dapat membangun masa depan yang lebih berkelanjutan dan tangguh untuk generasi yang akan datang.