Eksplorasi luar angkasa selalu menarik rasa ingin tahu manusia, dan tidak ada planet yang membangkitkan imajinasi seperti Mars. Dikenal sebagai "Planet Merah," Mars telah menjadi fokus utama dalam penelitian dan eksplorasi ilmiah selama beberapa dekade. Dari pengamatan kuno hingga rover-rover modern, perjalanan umat manusia untuk memahami Mars adalah kisah inovasi, ketekunan, dan penemuan.


Langkah Pertama: Pengamatan Awal terhadap Mars


- Dari Peradaban Kuno hingga Teleskop


Mars telah diamati sejak zaman kuno, dengan peradaban seperti Babilonia dan Mesir yang melacak pergerakan planet ini di langit malam. Astronom Yunani, seperti Ptolemy, lebih jauh mempelajari orbit Mars. Namun, baru pada tahun 1610, ketika Galileo Galilei menggunakan teleskop, pengamatan mendetail mulai dilakukan. Galileo mencatat adanya noda gelap pada permukaan Mars, yang memicu rasa penasaran ilmiah pertama tentang fitur-fitur permukaan planet ini.


- Era Kanal Mars


Pada abad ke-19, astronom Percival Lowell terkenal dengan teori tentang adanya kanal di Mars, yang menyarankan adanya peradaban asing yang maju. Meskipun teori ini kemudian terbukti salah, gagasan tersebut memicu minat global dan menginspirasi generasi astronom untuk mempelajari Planet Merah lebih lanjut.


Fajar Misi Luar Angkasa: Flyby dan Orbiter


- Mariner 4: Penerbangan Dekat Pertama


Pada tahun 1965, Mariner 4 milik NASA melakukan penerbangan dekat pertama ke Mars, mengambil 22 gambar yang memperlihatkan permukaan Mars yang tandus dan penuh kawah. Misi ini membantah mitos kanal Mars, namun menandai awal dari eksplorasi robotik Mars.


- Mariner 9: Orbiter Pertama


Mariner 9, yang diluncurkan pada tahun 1971, menjadi pesawat luar angkasa pertama yang mengorbit planet lain. Mariner 9 memetakan 85% permukaan Mars, menemukan daerah vulkanik, sistem ngarai, dan bukti adanya aliran sungai yang telah mengering.


Mendarat: Viking hingga Curiosity


- Misi Viking


Pada tahun 1976, Viking 1 dan Viking 2 milik NASA menjadi pesawat luar angkasa pertama yang beroperasi di permukaan Mars. Mereka menganalisis sampel tanah untuk mencari aktivitas biologis dan memberikan gambar rinci, yang mengungkapkan lingkungan Mars yang dingin dan mirip padang pasir.


- Spirit dan Opportunity


Rover kembar Spirit dan Opportunity, yang diluncurkan pada tahun 2003, merevolusi eksplorasi Mars. Kedua rover ini menemukan bukti adanya aktivitas air di masa lalu dan memberikan wawasan luar biasa tentang geologi Mars.


- Curiosity: Laboratorium Bergerak


Mendarat pada tahun 2012, rover Curiosity milik NASA mengeksplorasi Kawah Gale dan menemukan molekul organik serta sedimen dari danau purba. Penemuan ini menunjukkan bahwa Mars pernah memiliki kondisi yang mendukung kehidupan mikroskopis.


Era Modern: Misi Terbaru dan Tujuan Masa Depan


- Perseverance Rover


Diluncurkan pada tahun 2020, rover Perseverance NASA sedang mencari tanda-tanda kehidupan kuno dan mengumpulkan sampel untuk dikembalikan ke Bumi di masa depan. Rover ini dilengkapi dengan alat canggih, termasuk drone helikopter Ingenuity, untuk eksplorasi udara.


- Upaya Internasional


Misi-misi seperti ExoMars dari Badan Antariksa Eropa (ESA) dan Tianwen-1 dari Tiongkok turut berkontribusi dalam upaya global untuk mengungkap misteri Mars. Misi-misi ini bertujuan untuk mempelajari atmosfer Mars, geologi, dan potensi adanya kehidupan.


Perbatasan Selanjutnya: Misi Berawak ke Mars


- Program Artemis NASA


NASA berencana untuk mengirim astronot ke Mars pada tahun 2030-an, dengan mengandalkan keberhasilan program Artemis yang bertujuan untuk membangun kehadiran manusia yang berkelanjutan di Bulan. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju misi Mars yang lebih besar.


- SpaceX dan Usaha Swasta


SpaceX, yang dipimpin oleh Elon Musk, memiliki visi untuk mendirikan koloni manusia di Mars. Pesawat ruang angkasa Starship yang sedang dikembangkan oleh perusahaan ini dirancang untuk mengangkut orang dan kargo, membuka jalan bagi perjalanan antarbintang.


Eksplorasi Mars membantu kita memahami evolusi planet, mencari kehidupan ekstraterestrial, dan mengembangkan teknologi untuk misi luar angkasa di masa depan. Saat umat manusia menatap Mars, perjalanan ini melambangkan hasrat alami kita untuk mengeksplorasi hal-hal yang belum diketahui dan memperluas cakrawala potensi manusia.