Daripada membuat resolusi Tahun Baru, menerapkan batasan dalam hidup Anda dapat memberikan dampak yang lebih besar untuk kesejahteraan Anda pada tahun 2025.


Dengan lebih jelas mengetahui keinginan, kebutuhan, dan batasan pribadi, Anda dapat meningkatkan berbagai aspek kehidupan Anda secara keseluruhan. Mengatur batasan bukan hanya tentang mengatakan "tidak" pada orang lain, tetapi juga tentang menciptakan ruang untuk diri sendiri agar tetap sehat secara mental dan emosional.


Jenis-Jenis Batasan


Menurut para terapis seperti Juliane Taylor Shore, batasan fisik yang melindungi ruang pribadi, maupun batasan eksternal untuk menentukan apa yang dapat diterima oleh diri kita sendiri, sangat penting dalam menjaga kesehatan mental. Berbeda dengan permintaan, batasan adalah langkah yang diambil untuk menjaga kesejahteraan mental kita, bukan untuk mengendalikan orang lain. Dengan memahami dan menetapkan batasan, kita bisa menjaga jarak yang sehat dalam berbagai hubungan dan situasi.



Aturan Pribadi untuk Berinteraksi


Terapis seperti Terri Cole mengajak kita untuk melihat batasan sebagai aturan pribadi dalam berinteraksi dengan orang lain. Dengan menetapkan batasan, kita bisa menghindari stres, kelelahan, dan hubungan yang tegang, serta meningkatkan rasa percaya diri, harga diri, dan kontrol atas hidup kita. Batasan juga membantu kita menjaga keseimbangan dalam hidup, sehingga tidak merasa terbebani oleh tuntutan dari orang lain.


1. Menghindari Beban Kerja yang Berlebihan


Juliane Taylor Shore berencana untuk menetapkan batasan agar tidak terlalu banyak bekerja dan lebih fokus untuk menghabiskan waktu dengan anaknya. Mengambil waktu untuk menilai setiap permintaan baru sebelum menyetujuinya bisa membantu mengembalikan keseimbangan hidup dan mengatasi kecenderungan untuk selalu menyenangkan orang lain.



2. Menyediakan Waktu Tanpa Teknologi


Terri Cole bermaksud untuk tidak terlibat dengan aktivitas internet sebelum pukul 11 pagi untuk memprioritaskan perawatan diri. Dengan menyisihkan waktu tanpa teknologi, ia menekankan pentingnya mengisi ulang energi pribadi sebelum memulai aktivitas lainnya.



3. Membatasi Konsumsi Berita


Terapis yang berbasis di San Francisco, Alex Oliver-Gans, berencana untuk mengurangi kebiasaan “doomscrolling” dengan memeriksa berita hanya dua kali sehari. Pendekatan ini bertujuan untuk mengurangi stres, meningkatkan fokus, dan meningkatkan rasa optimisme dalam kehidupan.



4. Menjauhkan Teknologi dari Kamar Tidur


Oliver-Gans juga menyarankan untuk menjaga batasan dengan tidak membawa ponsel ke kamar tidur saat malam hari. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas tidur dan membuat pagi hari menjadi lebih segar. Dengan tidak terganggu oleh perangkat digital, Anda bisa tidur lebih nyenyak dan bangun dengan perasaan lebih baik.


5. Menjaga Keseimbangan dalam Percakapan


Psikolog Heather Stevenson menekankan pentingnya adanya usaha yang sama dalam percakapan untuk menjaga hubungan yang seimbang. Dengan menetapkan batasan dalam percakapan, Anda dapat memberikan ruang bagi orang lain untuk berkontribusi. Ini akan memperkaya hubungan dan membuatnya lebih memuaskan bagi kedua belah pihak.



6. Memprioritaskan Interaksi Secara Langsung


Kathleen Smith berniat untuk membatasi waktu yang dihabiskan untuk interaksi online dengan lebih memprioritaskan komunikasi tatap muka. Membangun batasan dalam keterlibatan virtual dapat meningkatkan kesejahteraan mental kita, karena komunikasi langsung sering kali lebih memuaskan dan bermanfaat dibandingkan hanya melalui layar.



7. Meminimalkan Permintaan Maaf yang Tidak Perlu


Psikoterapis Lauren Farina menyarankan untuk hanya meminta maaf ketika benar-benar diperlukan, untuk memberi kekuatan pada diri sendiri. Dengan berhenti sejenak sebelum bereaksi dan mengungkapkan rasa terima kasih sebagai gantinya, Anda bisa menetapkan batasan yang kuat terhadap kebiasaan meminta maaf yang berlebihan.


8. Memilih dengan Hati-Hati dalam Mengatakan "Ya"


Farina juga mengajak kita untuk lebih selektif dalam menerima komitmen, hanya mengatakan “ya” ketika benar-benar sesuai dengan nilai pribadi. Menetapkan batasan untuk mengatakan “ya” hanya ketika itu benar-benar diinginkan dapat menghemat waktu dan energi, sehingga Anda bisa lebih fokus pada hal-hal yang lebih penting dan bermanfaat.



9. Mengelola Energi dari Orang yang Menguras


Terapis Sarah Rafik Botrus menyarankan untuk membatasi waktu yang dihabiskan bersama individu yang menguras energi dengan menetapkan batasan yang jelas mengenai durasi interaksi. Dengan mengelola hubungan dengan orang yang cenderung menguras energi, Anda dapat menjalani hidup dengan lebih positif dan penuh semangat.



10. Membatasi Berbagi Informasi di Media Sosial


Botrus berencana untuk membatasi berbagi informasi pribadi di media sosial guna menjaga momen-momen berharga agar tetap pribadi. Dengan menetapkan batasan pada penggunaan media sosial, Anda dapat lebih menikmati hidup sepenuhnya tanpa terlalu tergantung pada validasi eksternal.


Menerapkan batasan daripada sekadar membuat resolusi Tahun Baru dapat membawa dampak yang jauh lebih signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan Anda di tahun 2025. Dengan menetapkan batasan yang sehat dalam berbagai aspek kehidupan, Anda bisa mengurangi stres, meningkatkan hubungan, dan menjaga kesehatan mental Anda. Mulailah dengan mengenali area mana dalam hidup Anda yang membutuhkan batasan, dan pastikan untuk menegakkannya dengan tegas namun bijaksana. Hal ini akan membantu Anda hidup lebih bahagia, lebih seimbang, dan lebih puas dalam setiap aspek kehidupan.