Saat Simon masuk ke dalam permainan Animal Crossing, dia selalu penasaran dengan apa yang ibunya tinggalkan untuknya. Terkadang, hadiah yang dia terima berupa boneka beruang besar, dan di lain waktu, sebuah helm ksatria yang dikirimkan ibu melalui sesi permainan terakhir.


Simon dan kakaknya berbagi pulau virtual yang sama dengan orang tua mereka, dan mereka sudah menjadikan saling iseng satu sama lain sebagai seni. Salah satu trik favorit mereka? Mengatur ulang perabotan di seluruh pulau atau mengubur ban bekas dan berpura-pura itu adalah fosil.


Ibu Simon, Brittan Ullrich, sangat menyukai bagaimana permainan ini memberi kesempatan bagi keluarganya untuk menghabiskan waktu bersama. “Ini adalah cara yang sangat santai untuk menghabiskan waktu bersama melakukan sesuatu yang disukai anak-anak,” ujar Brittan, ibu dari dua anak ini. “Tidak ada tekanan, hanya banyak tawa. Selain itu, ini juga cara yang menyenangkan untuk terhubung dengan minat mereka, meskipun kami tidak sedang bermain bersama.”


Gaming: Tradisi Keluarga Baru yang Menghibur


“Orang tua zaman sekarang adalah generasi pertama yang tumbuh dengan video game,” jelas Jayson Hilchie, presiden dan CEO dari Entertainment Software Association of Canada (ESAC). “Kami tumbuh besar dengan video game sebagai bagian besar dari masa kecil kami. Jadi, ketika anak-anak kami mulai bermain game, itu adalah cara alami untuk berbagi sesuatu yang sudah kami nikmati.”


Sekarang ini, permainan video semakin sosial, di mana pemain dapat terhubung dengan teman-teman atau komunitas daring. Namun, yang lebih mengejutkan adalah bagaimana banyak keluarga yang kini bermain game bersama. Entah itu balapan Mario Kart yang seru atau bermain bersama di Minecraft, video game kini telah menjadi kegiatan bersama yang membawa keluarga lebih dekat.


Mengapa Orang Tua Menyukai Gaming?


Bagi kebanyakan orang tua, bermain game adalah cara untuk menghabiskan waktu berkualitas dengan anak-anak mereka. Namun, ada lebih banyak alasan di balik hal ini: bermain game dapat mengurangi stres, menumbuhkan kegembiraan, bahkan meningkatkan perkembangan kognitif. Jayson menyarankan agar anak-anaknya yang berusia 10 dan 7 tahun mencoba game yang sesuai usia yang dapat menantang kreativitas dan kemampuan pemecahan masalah mereka.


“Kami suka bermain game seperti Minecraft,” ujar David, seorang orang tua lainnya. “Game seperti ini memungkinkan imajinasi anak-anak berkembang, dan permainan ini sangat santai karena tempo permainannya sangat bergantung pada mereka.” Dibandingkan dengan game yang cepat dan terfokus pada tujuan, pengalaman bermain yang lebih terbuka seperti ini terasa lebih rileks.


Game multiplayer juga mengajarkan pelajaran hidup yang berharga. Dari empati, penyelesaian konflik, hingga kerja sama dan kepemimpinan, game dapat menawarkan banyak momen yang mengedukasi bagi orang tua.


Menjaga Keamanan dan Kesenangan dalam Bermain Game


Tentu saja, menetapkan aturan adalah hal yang sangat penting untuk memastikan bahwa bermain game tetap aman dan menyenangkan. Orang tua bisa merasa lebih tenang dengan terlibat langsung dalam apa yang dimainkan anak-anak mereka, siapa saja yang mereka ajak bermain, dan berapa lama mereka menghabiskan waktu di depan layar.


Strategi David cukup sederhana: bermain game hanya diperbolehkan di ruang bersama di mana dia bisa mengawasi apa yang sedang terjadi. Dia juga sangat berhati-hati soal privasi online, fitur sosial, dan pembelian dalam game.


Brittan memiliki aturan yang mirip. Anak-anaknya tidak diperbolehkan bermain game yang menggunakan chat suara atau terhubung dengan orang asing. Dia dan pasangannya selalu meninjau setiap game untuk memeriksa tingkat kekerasannya dan menetapkan batasan waktu layar. Bahkan, mereka sudah menginstal fitur penghentian otomatis untuk memastikan waktu bermain tidak berlarut-larut. Orang tua yang mencari panduan bisa menggunakan sistem penilaian ESRB untuk memilih game yang sesuai usia. ESAC juga menyediakan tutorial video tentang cara mengatur kontrol orang tua untuk mengelola waktu layar dan konten game.


Baik itu membangun rumah impian di Animal Crossing atau berlomba di trek Mario Kart, bermain game bisa menjadi cara yang fantastis untuk mempererat ikatan keluarga. Dengan tetap terlibat dan menetapkan batasan, Anda dapat mengubah video game menjadi tradisi keluarga yang aman, menyenangkan, bahkan edukatif. Siapa tahu? Anda mungkin akan menemukan aktivitas favorit baru yang menyenangkan bersama keluarga!