Kyle Anderson, yang lahir pada 20 September 1993, bukan hanya dikenal sebagai pemain basket profesional Amerika yang berbakat, tapi juga memiliki latar belakang budaya yang sangat unik dan menarik untuk disimak.
Di balik ketenangannya di lapangan, Anderson menyimpan kisah menarik tentang akar keluarganya yang berasal dari Tiongkok.
Garis keturunan Anderson berasal dari sisi ibu, di mana sejarah keluarganya bermula dari Shenzhen, sebuah kota modern di Tiongkok. Kakek dari pihak ibu Kyle, yang berasal dari Shenzhen, kemudian pindah ke Jamaika dan menetap di sana. Di negara kepulauan tersebut, ia mengganti namanya menjadi Samuel Lee. Di Jamaika, Samuel Lee bertemu dan menikah dengan seorang wanita setempat bernama Aegita. Dari pernikahan ini lahirlah nenek Anderson, Marian Forman, yang kemudian juga menikah dengan pria asal Jamaika. Dari pasangan ini, lahirlah ibu Kyle Anderson.
Dengan latar belakang tersebut, Anderson memiliki darah Tiongkok sebanyak satu per delapan. Perpaduan budaya dari Tiongkok dan Jamaika ini turut membentuk identitas unik yang membuatnya menonjol, bukan hanya di lapangan basket, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Sejak kecil, Anderson sudah menunjukkan kecintaan yang besar pada basket. Ia tumbuh sebagai anak yang aktif dan penuh semangat dalam bermain bola basket di lingkungan sekolahnya. Kemampuannya berkembang pesat, dan ia sering dipercaya menjadi pemain andalan di tim sekolahnya. Keahlian serta ketekunannya membuat bakatnya semakin bersinar dan menarik perhatian banyak pihak.
Saat memasuki perguruan tinggi, Kyle memilih UCLA, Universitas California, Los Angeles dan bergabung dengan tim basket UCLA Bruins. Di sinilah ia mulai benar-benar bersinar. Keunggulan dalam menyerang dan bertahan menjadikannya salah satu pemain paling penting dalam skuad tersebut. Kontribusinya membawa tim mencapai posisi tinggi dalam turnamen NCAA, dan Anderson dikenal sebagai pemimpin yang disegani.
Pada tahun 2014, perjalanan profesionalnya di NBA dimulai saat San Antonio Spurs memilihnya dalam draft NBA sebagai pilihan ke-30 secara keseluruhan. Julukan "Slo-Mo" melekat padanya karena gaya bermainnya yang tenang dan penuh kontrol, jauh dari gaya yang terburu-buru. Dalam musim pertamanya bersama Spurs, ia langsung menunjukkan kemampuan luar biasa, khususnya dalam umpan dan rebound.
Selama empat musim bersama Spurs, Anderson menjadi bagian penting tim. Pada 2018, ia melanjutkan kariernya bersama Memphis Grizzlies. Di sana, performanya semakin menonjol, terutama dalam hal mencetak angka dan bertahan. Ia segera menjadi salah satu pemain kunci di skuad tersebut. Selama tiga musim membela Grizzlies, namanya semakin diperhitungkan sebagai salah satu pencetak poin terbanyak dalam tim.
Tahun 2019 menandai kembalinya Anderson ke Memphis Grizzlies dalam sebuah langkah strategis yang membawa pengaruh besar bagi performa tim. Di bawah bendera Grizzlies, ia kembali menunjukkan permainan serba bisa dan konsistensi luar biasa. Penampilannya di pertandingan playoff mencuri perhatian, karena kontribusinya sangat krusial dalam mengantarkan tim meraih kemenangan penting.
Di luar lapangan, Anderson dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan dekat dengan keluarga. Ia sering menghabiskan waktu luang untuk kembali ke tempat asal keluarganya di New Jerusalem demi berkumpul bersama orang-orang terdekat. Selain itu, ia juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan mendukung sejumlah proyek komunitas serta kegiatan amal yang bertujuan membantu sesama.
Perjalanan karier Kyle Anderson membuktikan bahwa kerja keras, dedikasi, dan karakter kuat dapat membentuk seorang atlet luar biasa. Keberhasilannya di NBA mencerminkan keahliannya yang mencakup mencetak poin, mengambil rebound, memberikan assist, serta bertahan dengan sangat baik. Ia dikenal sebagai pemain yang serba bisa dan memiliki nilai tinggi bagi tim mana pun yang dibelanya.
Nama Kyle Anderson tidak hanya tercatat sebagai bintang NBA, tetapi juga sebagai figur inspiratif yang membawa nilai-nilai positif dalam dan luar lapangan. Dengan berbagai pencapaian yang telah diraih dan dedikasi yang masih menyala, publik menantikan langkah berikutnya dari pemain yang memiliki darah Tiongkok-Jamaika ini. Kariernya yang terus berkembang menjadi bukti bahwa latar belakang budaya yang unik bisa menjadi kekuatan tersendiri dalam mencapai prestasi di panggung dunia.