Kevin De Bruyne, nama yang kini identik dengan kejeniusan di lapangan hijau, lahir pada 28 Juni 1991 di Belgia.


Namun, siapa sangka di balik sosoknya yang tenang dan penuh percaya diri, tersembunyi kisah perjuangan panjang dan penuh liku untuk menjadi salah satu gelandang terbaik dunia.


Berawal dari keluarga yang cukup mapan dengan latar belakang di industri minyak, masa kecil De Bruyne diwarnai dengan berbagai perjalanan lintas negara. Kehidupan nomaden sejak dini membuatnya terbiasa beradaptasi dengan lingkungan baru. Tapi di tengah kehidupan yang terus berpindah-pindah itu, ada satu hal yang konsisten: cintanya pada sepak bola.


Sejak usia tujuh tahun, De Bruyne sudah memperlihatkan minat dan bakat luar biasa terhadap si kulit bundar. Ia pun mulai bergabung dengan akademi sepak bola lokal, tempat di mana bakatnya mulai diasah dan dipoles. Tidak butuh waktu lama bagi orang-orang di sekitarnya untuk menyadari bahwa bocah ini bukan pemain biasa.


Pada usia 12 tahun, ia membuat keputusan besar dalam hidupnya, menandatangani kontrak dengan klub sepak bola dan pindah dari rumah untuk tinggal bersama keluarga asuh. Keputusan ini bukan tanpa tantangan. Ia merasa tidak diterima dan jauh dari kenyamanan keluarga. Pengalaman ini justru menjadi titik balik yang membentuk mentalitasnya sebagai pejuang sejati.


Karier profesionalnya benar-benar dimulai pada tahun 2010, saat ia membela klub Belgia, KRC Genk. Di sinilah dunia mulai mengenal Kevin De Bruyne sebagai gelandang berbakat dengan visi tajam dan kemampuan mengatur tempo permainan. Penampilannya memikat mata banyak pencari bakat.


Tak lama kemudian, ia terbang ke Inggris untuk bergabung dengan Chelsea. Namun, di tengah tingginya ekspektasi, kenyataan tak selalu seindah harapan. Waktu bermain yang minim dan kurangnya kepercayaan dari pelatih membuat De Bruyne merasa tidak berkembang. Akhirnya, ia memilih jalan lain demi kariernya.


Keputusan itu membawanya ke Jerman, bergabung dengan VfL Wolfsburg. Di Bundesliga, De Bruyne tampil gemilang. Ia tak hanya menjadi motor serangan tim, tapi juga membuktikan bahwa dirinya pantas berada di jajaran pemain elite Eropa. Umpan-umpannya yang presisi, kemampuan membaca permainan, dan kontribusinya dalam mencetak gol menjadikannya sosok tak tergantikan.


Performa luar biasa di Jerman membuka pintu bagi langkah besar berikutnya: bergabung dengan Manchester City pada musim panas 2015. anyak yang mempertanyakan keputusan tersebut, mengingat masa lalunya di Chelsea. Dalam bulan pertamanya bersama City, ia mencetak tiga gol dan dua assist dalam enam pertandingan—penampilan yang langsung membuatnya menjadi idola baru publik Etihad Stadium.


Sejak saat itu, De Bruyne terus menjadi kunci kesuksesan Manchester City. Bersama klub tersebut, ia meraih berbagai gelar bergengsi, termasuk beberapa trofi Liga Inggris, Piala FA, dan Piala Liga. Tak hanya itu, ia juga berkali-kali dianugerahi penghargaan individu seperti Pemain Terbaik Klub dan Gelandang Terbaik Liga Inggris.


Selain di level klub, De Bruyne juga menjadi andalan tim nasional Belgia. Ia memainkan peran penting dalam perjalanan tim di turnamen-turnamen besar, seperti Euro dan Piala Dunia. Momen paling bersejarah terjadi pada Piala Dunia 2018, ketika Belgia berhasil meraih peringkat ketiga, pencapaian tertinggi dalam sejarah sepak bola negara tersebut.


Gaya bermain De Bruyne dikenal efektif dan elegan. Ia mampu memberikan umpan akurat dari jarak jauh, menciptakan peluang dari situasi sempit, dan tak jarang mencetak gol-gol penting. Ia tidak perlu melakukan trik berlebihan untuk membuat lawan kewalahan. Ketepatan umpan, kecerdasan membaca permainan, serta kemampuannya bermain di berbagai posisi lini tengah menjadikan dirinya senjata utama dalam setiap pertandingan.


Perjalanan hidupnya membuktikan bahwa kegigihan, keberanian mengambil risiko, dan dedikasi tinggi bisa membawa siapa pun meraih kesuksesan, bahkan dari awal yang penuh rintangan. Dari anak pendiam yang sering merasa tersisih, menjadi maestro lapangan yang dielu-elukan jutaan penggemar sepak bola di seluruh dunia.


Jika Anda ingin melihat contoh nyata dari kerja keras yang membuahkan hasil besar, nama Kevin De Bruyne layak menjadi inspirasi utama.