Di antara sekian banyak tradisi dalam dunia olahraga, hanya sedikit yang seikonik aturan berpakaian serba putih di turnamen Wimbledon.


Bagi para atlet yang melangkah ke lapangan rumput hijau turnamen bergengsi di London ini, urusan berpakaian bukan tentang gaya, tapi tentang menghormati tradisi yang ketat dan berkelas.


Mari kita kupas tuntas bagaimana aturan unik ini muncul dan mengapa masih terus dipertahankan hingga kini.


Warisan Putih: Tradisi yang Mengakar Kuat


Tradisi mengenakan pakaian putih di dunia tenis dimulai sejak akhir abad ke-19, saat olahraga lawn tennis mulai digemari kalangan bangsawan Inggris. Pada masa itu, warna putih dipilih bukan hanya karena tampil elegan, tetapi juga karena dianggap lebih nyaman saat berolahraga di cuaca panas. Para pria biasanya mengenakan celana panjang flanel putih, sementara para wanita tampil anggun dengan rok panjang dan stoking, semuanya dalam nuansa putih bersih.


Meski kadang warna krem sempat digunakan, putih tetap menjadi simbol kesopanan dan kesederhanaan di atas lapangan hijau.


Perubahan Besar di Era 60-an


Selama puluhan tahun, Wimbledon memegang teguh tradisi ini. Namun, pada tahun 1962, terjadi momen penting ketika Maria Bueno, salah satu pemain top dunia saat itu, mengenakan pakaian dengan aksen warna mencolok. Hal ini mengejutkan publik dan panitia. Sebagai respon, tahun berikutnya pihak penyelenggara langsung memperketat aturan dengan mengharuskan seluruh pemain mengenakan pakaian yang "sebagian besar berwarna putih".


Langkah ini menjadi fondasi bagi aturan berpakaian super ketat yang dikenal di Wimbledon hingga hari ini.


Aturan yang Semakin Ketat dari Tahun ke Tahun


Memasuki era 1970-an, dunia tenis mulai berubah. Banyak turnamen internasional mulai membebaskan para pemain untuk berekspresi lewat pakaian berwarna-warni dan desain yang mencolok. Namun, Wimbledon justru melangkah ke arah sebaliknya. Mereka mempertahankan dan bahkan mempertegas aturan berpakaian serba putih.


Tidak hanya putih "sebagian besar", aturan diperbarui menjadi "hampir seluruhnya putih". Bahkan warna seperti krem dan gading yang dulunya masih ditoleransi, kini dilarang keras. Wimbledon benar-benar menjaga citra tradisional dan eksklusif turnamen ini.


Fokus Utama: Prestasi, Bukan Penampilan


Menurut penyelenggara, aturan ini bukan sekadar soal penampilan, tetapi demi menjaga kesetaraan dan konsentrasi. Baik juara bertahan maupun pemain pemula, semuanya wajib mematuhi standar yang sama. Tujuannya jelas: menjaga agar perhatian tetap tertuju pada permainan, bukan pada busana.


Dengan cara ini, Wimbledon tidak hanya mempertahankan warisan masa lalu, tetapi juga menegaskan bahwa esensi sejati olahraga adalah semangat bertanding dan performa di lapangan.


Begini Ketatnya Aturan Berpakaian Wimbledon Saat Ini


Wimbledon dikenal memiliki peraturan berpakaian paling ketat dalam dunia olahraga profesional. Berikut poin-poin utamanya:


Harus Hampir Sepenuhnya Putih: Pakaian harus benar-benar putih. Warna-warna seperti krem, gading, atau putih kusam dilarang.


Aksen Warna Maksimal 1 cm: Trim atau garis kecil berwarna diperbolehkan di bagian leher, lengan, atau sisi celana/rok, asalkan tidak lebih dari 1 cm.


Logo dan Desain Sederhana: Tidak boleh ada logo besar atau pola mencolok. Penampilan harus bersih dan minimalis.


Aksesori Juga Putih: Topi, bandana, gelang tangan, dan kaus kaki juga harus putih, dengan warna tambahan maksimal 1 cm.


Sepatu Harus Senada: Sepatu harus hampir seluruhnya putih, termasuk sol dan tali.


Pakaian Dalam Tidak Boleh Mencolok: Jika terlihat, pakaian dalam juga wajib putih. Trim berwarna maksimal tetap 1 cm.


Pengecualian Khusus: Atlet wanita boleh mengenakan celana dalam berwarna lain, asalkan tidak tampak dari luar.


Alat Medis Diperbolehkan: Penyangga atau pelindung kesehatan boleh berwarna selain putih jika dibutuhkan secara medis.


Lebih dari Sekadar Seragam, Ini Identitas Wimbledon


Aturan berpakaian serba putih telah menjadi identitas tak terpisahkan dari Wimbledon. Tradisi ini mencerminkan nilai-nilai seperti sportivitas, disiplin, dan kesetaraan. Meski aturan ini kerap memicu perdebatan, banyak yang justru menganggapnya sebagai simbol eksklusivitas dan prestise turnamen ini.


Tidak sedikit pemain yang awalnya merasa terbebani dengan aturan ini, namun kemudian menyadari bahwa tampil seragam menciptakan rasa hormat dan fokus pada pertandingan.


Penutup: Sebuah Tradisi Abadi yang Patut Diapresiasi


Pakaian putih di Wimbledon bukan sekadar gaya, tapi bagian dari filosofi yang menjaga kemurnian olahraga tenis. Untuk para Lykkers dan pecinta olahraga, ini adalah contoh menarik bagaimana tradisi bisa hidup berdampingan dengan profesionalisme dan keunggulan.


Jadi, saat Anda menyaksikan pertandingan di Wimbledon tahun ini, ingatlah, putih yang mereka kenakan bukan hanya untuk tampil rapi. Itu adalah simbol warisan, kedisiplinan, dan komitmen pada semangat olahraga sejati.