Beberapa bulan terakhir menjadi masa yang penuh tantangan bagi Tottenham Hotspur.
Hasil buruk yang didapatkan tim, ditambah dengan krisis cedera yang semakin parah, semakin menambah tekanan terhadap manajer Ange Postecoglou.
Kesulitan yang dialami Tottenham ini juga memicu protes dari para suporter, terutama yang merasa kecewa dengan kepemimpinan Daniel Levy. Sorakan "Levy Out" kini menjadi suara lantang di stadion, mencerminkan ketidakpuasan terhadap kinerja tim maupun arah klub di masa depan.
Kekurangan prestasi yang diraih Tottenham dalam beberapa tahun terakhir membuat para penggemar mulai mempertanyakan prioritas yang diambil oleh Levy. Walaupun Tottenham aktif di bursa transfer Januari lalu, fokus mereka pada pemain muda dengan potensi nilai jual tinggi justru menuai kritik. Beberapa pendukung merasa bahwa pendekatan bisnis Levy lebih mengutamakan keuntungan finansial daripada kesuksesan di lapangan. Kebijakan rekrutmen yang diterapkan pun semakin memicu ketidakpuasan.
Salah satu tema utama dalam kepemimpinan Daniel Levy adalah kemampuannya untuk menghasilkan keuntungan bagi klub. Tottenham kini menjadi salah satu klub paling sukses secara finansial di Liga Premier, berkat pendapatan besar yang didapatkan dari stadion megah mereka. Menurut ahli keuangan sepakbola, Kieran Maguire, kepemimpinan Levy telah membuat Tottenham menjadi klub paling menguntungkan di liga.
Strategi klub yang mengutamakan struktur gaji rendah dan pendekatan hati-hati dalam belanja pemain terbukti menguntungkan secara finansial. Namun, kebijakan ini justru membuat banyak penggemar merasa bahwa klub lebih mementingkan aspek bisnis ketimbang ambisi untuk meraih trofi. Meskipun di bawah Levy, Tottenham telah mencapai 15 semifinal dan 6 final, trofi klub tetap kosong sejak terakhir kali memenangkan Piala Liga pada tahun 2008. Ini tentu menjadi sumber frustrasi yang terus-menerus bagi pendukung, yang merasa bahwa kesuksesan finansial tidak diimbangi dengan pencapaian di lapangan.
Di dalam klub, Daniel Levy dikenal sebagai sosok yang pendiam, tekun, dan pekerja keras. Meskipun dikenal dengan taktik negosiasi yang tajam dan keras, orang-orang terdekatnya menyatakan bahwa Levy sesungguhnya ingin yang terbaik untuk Tottenham. Namun, sumber-sumber dalam klub menyebutkan bahwa gaya kepemimpinan Levy bisa terkesan isolatif. Keengganannya untuk berkomunikasi secara terbuka dengan publik, serta ketergantungannya pada tim eksekutif yang sangat terikat, memicu ketegangan di dalam klub.
Levy memiliki filosofi untuk membangun masa depan melalui pengembangan talenta muda dan keberlanjutan finansial. Walaupun ini merupakan prinsip yang konsisten, banyak yang merasa bahwa hal ini telah mengorbankan pengambilan keputusan yang dapat memberikan dampak langsung pada performa tim. Selain itu, kurangnya komunikasi yang jelas dengan penggemar dan publik memperburuk persepsi negatif terhadap komitmen Levy terhadap kesuksesan jangka panjang Tottenham.
Meski protes yang semakin kuat dan suara-suara yang menyerukan perubahan, sumber-sumber dekat dengan Levy mengindikasikan bahwa dia hanya akan mundur ketika merasa bahwa itu adalah saat yang tepat bagi klub. Meskipun bukan pemegang saham mayoritas, posisi Levy sebagai pemegang saham minoritas di Tottenham berarti perubahan besar dalam kepemilikan klub memerlukan persetujuan dari pemilik mayoritas, keluarga Lewis.
Ada indikasi bahwa investasi eksternal mungkin sedang dipertimbangkan, karena klub tengah menjajaki kemungkinan membawa investor minoritas. Namun, Levy dikenal sebagai negosiator ulung, dan setiap potensi penjualan klub kemungkinan besar akan disertai dengan harga yang sangat tinggi.
Meskipun situasi saat ini tidak ideal bagi Levy, jelas bahwa dia tetap memiliki komitmen yang besar terhadap klub, meskipun kadang komitmennya itu tidak selalu sejalan dengan keinginan para penggemar. Apakah Levy akan mundur dalam waktu dekat masih menjadi tanda tanya, namun yang pasti, dia tetap memegang kendali kuat atas masa depan Tottenham.
Meski tantangan dan kekecewaan terus menghiasi perjalanan Tottenham, masih ada secercah harapan bahwa masa depan klub bisa cerah. Tottenham kini memiliki stadion berkelas dunia dan fondasi finansial yang solid, sementara pendekatan hati-hati Levy dalam belanja pemain bisa saja membuahkan hasil dalam jangka panjang. Namun, sampai klub dapat menemukan keseimbangan antara keberlanjutan finansial dan kesuksesan di lapangan, perdebatan mengenai kepemimpinan Levy akan terus berlanjut.
Kepemimpinan Daniel Levy di Tottenham adalah perjalanan yang penuh dengan hasil yang beragam. Sementara ia berhasil memperkuat posisi finansial dan infrastruktur klub, kenyataan bahwa klub tidak meraih trofi dan adanya protes terhadap kepemimpinan Levy menunjukkan bahwa masa jabatannya belum sepenuhnya diterima oleh semua pihak. Apakah Levy akan mundur dalam waktu dekat? Itu masih menjadi tanda tanya, namun yang pasti, perjalanan Tottenham di bawah kepemimpinan Levy akan terus dipantau dan dianalisis oleh penggemar dan para ahli sepak bola di seluruh dunia.
Apakah Anda percaya bahwa perubahan kepemimpinan di Tottenham akan membawa klub menuju kejayaan? Atau, apakah Anda merasa bahwa kita perlu lebih bersabar dan memberi waktu bagi Levy untuk membangun masa depan Tottenham yang lebih cerah?