Dari jalanan sederhana Buenos Aires hingga gemuruh stadion terbesar dunia, kisah Sergio "Kun" Agüero adalah sebuah perjalanan luar biasa yang sulit dilupakan.


Lahir pada 2 Juni 1988 di Buenos Aires, Argentina, perjalanan hidup Kun adalah bukti nyata bagaimana bakat, kerja keras, dan keteguhan hati dapat melahirkan sebuah legenda.


Kilau Bakat Sejak Dini


Sejak kecil, Agüero sudah menunjukkan keistimewaan. Pada usia 15 tahun saja, tepatnya 5 Juli 2003, ia menjalani debut profesional bersama Independiente. Momen ini terjadi hanya 35 hari setelah ulang tahunnya! Dengan langkah bersejarah itu, Kun berhasil memecahkan rekor 27 tahun sebagai pemain termuda di liga utama Argentina, sebuah catatan yang sebelumnya dipegang oleh Diego Maradona. Sejak awal, dunia sudah melihat seorang pemain yang tak gentar menghadapi lawan lebih tua dan berpengalaman.


Petualangan Eropa Dimulai


Tahun 2006 menjadi babak baru ketika Agüero bergabung dengan Atlético Madrid dengan nilai transfer €23 juta. Lima tahun bersama klub Spanyol tersebut menjadi ajang pembuktian dirinya sebagai penyerang mematikan. Gelar Golden Boy 2007 diraihnya sebagai pengakuan atas bakat luar biasa. Bersama Atlético, ia juga berhasil mengangkat trofi UEFA Europa League serta UEFA Super Cup. Masa-masa ini memperlihatkan kemampuan adaptasi Kun di Eropa sekaligus ketekunannya dalam berjuang di level tertinggi.


Masa Kejayaan di Manchester City


Kisah Agüero mencapai puncak saat tahun 2011 ia resmi bergabung dengan Manchester City dengan biaya transfer £35 juta. Bagi klub, kedatangannya adalah investasi emas. Selama sepuluh tahun berseragam biru langit, Kun menghadirkan lima gelar Premier League, enam trofi Piala Liga, dan satu Piala FA. Namun, ada satu momen yang menjadi abadi dalam sejarah sepak bola: gol di menit 93:20 melawan Queens Park Rangers pada 13 Mei 2012. Gol itu bukan sekadar penentu gelar, tetapi simbol kebangkitan City setelah 44 tahun tanpa juara liga. Nama Agüero langsung terpatri dalam sejarah sebagai pahlawan sejati.


Pencetak Rekor dan Pahlawan Fans


Selama membela Manchester City, rekor demi rekor terus dipecahkan. Kun menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah klub dan menorehkan 184 gol di Premier League, menjadikannya pencetak gol terbanyak keempat sepanjang sejarah liga tersebut. Ia juga mencatatkan diri sebagai pemain asing dengan jumlah gol terbanyak di Premier League serta mengoleksi 12 hat-trick—rekor yang membuatnya semakin disegani. Bagi kami para penggemar, lebih dari sekadar statistik, konsistensi dan penampilan gemilangnya di laga-laga krusial adalah alasan utama mengapa Agüero begitu dicintai.


Singkat di Barcelona


Tahun 2021, Kun membuka lembaran baru dengan bergabung ke Barcelona secara gratis. Debutnya terjadi pada 18 Oktober melawan Valencia. Walau periode ini berlangsung singkat, sosok Agüero tetap memperlihatkan profesionalisme dan dedikasi tinggi. Meski tidak lama, bab ini menambah warna dalam perjalanan panjang kariernya.


Bersinar Bersama Argentina


Di level internasional, kiprahnya tak kalah gemilang. Kun membawa Argentina U-20 meraih dua gelar Piala Dunia Junior pada 2005 dan 2007. Tahun 2008, ia menjadi bagian penting dalam meraih medali emas Olimpiade. Puncaknya terjadi pada 2021, saat Argentina akhirnya menjuarai Copa América. Dalam 101 penampilan bersama tim nasional, ia tampil di tiga Piala Dunia serta berbagai edisi Copa América, menjadi inspirasi bagi generasi muda sepak bola Argentina.


Tantangan dan Akhir Karier


Pada 15 Desember 2021, dunia sepak bola harus menerima kabar emosional: Kun Agüero resmi pensiun karena masalah kesehatan. Bagi kami, para penggemar, momen ini begitu menyentuh. Namun, meskipun perjalanannya di lapangan harus berhenti, warisan yang ia tinggalkan tetap abadi. Setiap gol, setiap selebrasi, dan setiap momen ajaib akan selalu dikenang.


Kehidupan Setelah Sepak Bola


Pensiun tidak membuat Kun berhenti berkontribusi. Tahun 2022, ia bergabung dalam staf tim nasional Argentina dan turut merayakan keberhasilan mereka menjuarai Piala Dunia. Tak berhenti di situ, ia juga mendirikan tim sepak bola tujuh lawan tujuh bernama Kunisports dan Kunitas yang ikut bersaing di King’s League dan Queen’s League. Dengan cara ini, ia tetap menjadi bagian penting dalam perkembangan sepak bola modern.


Dari jalanan Buenos Aires hingga menjadi ikon global, kisah Kun Agüero adalah cermin bahwa siapa pun bisa mencapai puncak dengan dedikasi, kerja keras, dan cinta terhadap apa yang dilakukan. Kami telah bersorak untuk gol-golnya, ikut bangga dalam pencapaiannya, dan belajar dari konsistensinya. Kun bukan hanya legenda Manchester City atau Argentina, tetapi juga simbol inspirasi bagi seluruh penggemar sepak bola dunia.