Mari kita mulai dari Wythenshawe, sebuah kawasan di Manchester tempat Cole Palmer lahir pada Mei 2002. Tumbuh besar di jantung budaya sepak bola Inggris, Palmer menunjukkan bakat luar biasa sejak usia dini.
Di usia 8 tahun, ia sudah bergabung dengan akademi Manchester City, salah satu klub terbesar di dunia. Di sinilah kisahnya dimulai, sebuah perjalanan penuh kerja keras, ketekunan, dan keputusan berani.
Selama bertahun-tahun di akademi, Palmer berkembang menjadi salah satu talenta paling bersinar. Ia bahkan dipercaya menjadi kapten tim U-18 Manchester City pada musim 2019–2020. Kepemimpinan dan kemampuan teknisnya sudah sangat jelas terlihat, baik oleh pelatih maupun rekan-rekannya.
Palmer mencatat debut seniornya untuk Manchester City pada September 2020 dalam ajang Piala Liga melawan Burnley. Tak butuh waktu lama untuk mencetak gol profesional pertamanya di ajang yang sama. Yang menarik, ia mampu menyeimbangkan antara bermain di tim utama dan tim muda. Salah satu momen yang paling dikenang adalah ketika ia tampil di Premier League, lalu beberapa jam kemudian mencetak hat-trick untuk tim U-23, sebuah bukti dedikasi dan kualitasnya.
Ia juga merupakan bagian dari skuad Manchester City yang meraih treble bersejarah pada musim 2022–2023, termasuk kemenangan pertama mereka di Liga Champions. Meski waktu bermainnya terbatas, pengalaman tersebut memberikan pelajaran berharga dan membentuk kepercayaan dirinya untuk tantangan yang lebih besar.
Tahun 2023 menjadi titik penting. Palmer ingin bermain lebih banyak, sesuatu yang tak bisa dijanjikan oleh Manchester City. Klub tersebut juga tidak membuka opsi peminjaman, sehingga Palmer harus memilih: bertahan dan menunggu, atau hengkang dan membuktikan diri.
Dengan keberanian luar biasa, ia memilih untuk pindah permanen ke Chelsea. Keputusan ini awalnya dianggap berisiko, tapi justru menjadi momen yang mengubah segalanya. Begitu bergabung, ia langsung menunjukkan pengaruh besar menjadi eksekutor penalti utama dalam laga-laga penting, termasuk melawan Tottenham dan mantan klubnya, Manchester City dalam hasil imbang dramatis 4–4.
Musim 2023–2024 menjadi panggung utama bagi Palmer. Ia mencetak hat-trick pertamanya di Premier League saat menghadapi Manchester United pada April 2024—dua gol di antaranya terjadi di waktu tambahan untuk membawa kemenangan 4–3 yang luar biasa. Tak lama kemudian, ia mencetak empat gol ke gawang Everton, termasuk hat-trick sempurna (kaki kiri, kaki kanan, dan sundulan) dalam waktu singkat.
Akhir musim menjadi penegasan bahwa Palmer bukan sekadar talenta muda, tapi juga penentu kemenangan. Dengan torehan 27 gol dan 15 assist di semua kompetisi, ia berada di jajaran pemain terbaik Liga Inggris. Prestasinya membuahkan sejumlah penghargaan individu bergengsi seperti Pemain Terbaik Chelsea, Pemain Muda Terbaik Premier League, dan Pemain Muda Terbaik PFA.
Kariernya di tim nasional juga menunjukkan perkembangan luar biasa. Setelah menapaki semua level tim muda Inggris, Palmer melakukan debut seniornya pada November 2023. Di ajang Euro 2024, ia menjadi bagian penting dari tim yang melaju hingga final, meski akhirnya kalah 2–1 dari Spanyol.
Penampilannya di turnamen tersebut menunjukkan bahwa Palmer tak hanya mampu bersinar di klub, tapi juga bisa menjadi penentu dalam laga-laga internasional. Meskipun belum dikonfirmasi secara resmi apakah ia menerima penghargaan Pemain Terbaik Inggris 2024, publik dan pengamat sudah mengakui perannya yang krusial.
Memasuki musim 2024–2025, Palmer tak menunjukkan tanda-tanda melambat. Ia mencetak empat gol hanya dalam satu babak saat menghadapi Brighton, dan terus menjadi pemain kunci dalam upaya Chelsea meraih kejayaan di level Eropa.
Rumor menyebutkan bahwa Palmer tampil gemilang di final Piala Dunia Antarklub 2025 melawan Paris Saint-Germain pada Juli lalu, bahkan disebut-sebut memenangkan penghargaan Golden Ball. Namun, hasil resmi dari turnamen tersebut masih menunggu konfirmasi.
Perjalanan Cole Palmer adalah bukti bahwa mengambil risiko besar bisa membuka jalan menuju potensi sejati. Jika ia tetap bertahan di Manchester City, mungkin ia masih menunggu kesempatan bermain. Namun keberaniannya untuk pindah, membuktikan diri, dan menghadapi tantangan justru membawanya menjadi bintang utama.
Kini, Palmer bukan lagi sekadar pemain muda yang menjanjikan. Ia adalah pemimpin di lapangan, ikon baru Chelsea, dan masa depan cerah bagi timnas Inggris. Setiap kali Anda menyaksikan Chelsea atau Inggris bertanding, perhatikan nomor punggung 10, karena kisah luar biasa Cole Palmer baru saja dimulai.
Siapa tahu, beberapa tahun ke depan, kita semua bisa berkata: "Kami menyaksikan langsung lahirnya legenda baru sepak bola Inggris!"