Kami semua tentu menyukai cerita tentang bagaimana kerja keras bertemu dengan kesempatan, dan Marten de Roon adalah contoh sempurna dari hal itu.
Lahir pada 29 Maret 1991 di Zwijndrecht, Belanda, de Roon memulai perjalanan sepak bolanya di klub-klub kecil seperti ASV, Feyenoord, dan Sparta Rotterdam.
Dari usia muda, fokus dan tekadnya sudah terlihat jelas, yang nantinya akan menjadi pondasi bagi karier luar biasa yang membawanya ke beberapa liga paling kompetitif di Eropa. Bayangkan, memulai di klub-klub Belanda kecil dan akhirnya berlaga di Serie A melawan para bintang top Eropa, sebuah perjalanan yang benar-benar menginspirasi!
Debut profesional de Roon dimulai bersama Sparta Rotterdam, di mana ia menghabiskan dua musim sebagai gelandang bertahan. Meskipun ia belum menarik perhatian media besar saat itu, kami sudah bisa melihat kualitas-kualitas yang menonjol dari permainan de Roon, seperti posisi yang cerdas, kemampuan tekel yang akurat, dan distribusi bola yang baik. Pada tahun 2012, setelah kontraknya berakhir, ia memutuskan untuk bergabung dengan Heerenveen dengan status bebas transfer. Di sana, ia terus berkembang dan menunjukkan kemajuan yang pesat. Kemampuannya untuk bertahan dan menguasai bola mulai menarik perhatian para pengamat sepak bola, bahkan dari luar Belanda. Perjalanan de Roon di Heerenveen mengajarkan kita bahwa kesabaran dan pengembangan yang konsisten adalah kunci kesuksesan jangka panjang.
Pada musim panas 2015, de Roon memulai petualangannya di Italia setelah ditransfer oleh Atalanta dengan harga yang terbilang murah, hanya sekitar 1,45 juta dolar AS, sebuah tawaran yang sangat menguntungkan bagi klub tersebut. Dari pertandingan pertama, ia langsung menjadi pemain kunci di lini tengah bertahan. Kami bisa melihat bagaimana etos kerja dan kecerdasan permainan de Roon membuatnya segera dipercaya oleh pelatih. Dengan kemampuannya memutus serangan lawan dan mendistribusikan bola dengan akurat, de Roon langsung memberikan dampak positif. Musim pertamanya di Serie A membuktikan bahwa dedikasi, pemahaman taktik, dan konsistensi bisa mengubah seorang pemain menjadi sosok yang tak tergantikan dalam tim.
Setelah sukses di Italia, de Roon mendapat kesempatan untuk bermain di Premier League bersama Middlesbrough pada musim 2016-2017. Klub asal Inggris ini membeli de Roon dengan harga sekitar 11,7 juta dolar AS. Selama satu musim di EPL, de Roon mencatatkan rata-rata 2,21 tekel per pertandingan dan mencetak 4 gol, membuktikan kualitasnya di liga top Eropa. Meski kontribusi individunya sangat impresif, Middlesbrough mengalami kesulitan dalam mencetak gol dan akhirnya terdegradasi ke divisi Championship sebelum musim berakhir. Hal ini mengingatkan kita bahwa meskipun usaha individu luar biasa, sebuah tim yang solid juga sangat diperlukan untuk meraih kesuksesan bersama.
Setelah satu musim di Inggris, de Roon memutuskan untuk kembali ke Atalanta dan menjadi salah satu pemain utama dalam sistem permainan pelatih Gian Piero Gasperini. Kedatangannya kembali membawa dampak besar bagi tim, yang berhasil meraih hasil-hasil luar biasa. Atalanta mencetak 77 gol dalam satu musim, melampaui Napoli dan Juventus, serta finis di posisi ketiga Serie A dengan 69 poin, yang berarti mereka berhasil lolos ke Liga Champions. De Roon menjadi pemain yang sangat penting dalam kesuksesan ini, dengan rata-rata 4,6 tekel dan 1,51 intersepsi per pertandingan, serta menyelesaikan 2.189 operan dengan akurasi 88%. Kemampuannya menjaga stabilitas pertahanan memberi kebebasan bagi rekan-rekannya untuk lebih fokus dalam menyerang, menunjukkan betapa vitalnya peran gelandang bertahan yang disiplin dalam strategi tim.
Tak hanya sukses di level klub, de Roon juga mewakili Belanda di pentas internasional. Pada November 2022, ia terpilih untuk masuk dalam skuad 26 pemain yang bertanding di Piala Dunia Qatar. Keberhasilannya meraih tempat di timnas ini menunjukkan bahwa performa konsisten di level klub bisa membuka jalan menuju pengakuan internasional. Dedikasi yang ditunjukkan de Roon selama bertahun-tahun berbuah manis, membuktikan bahwa usaha keras pasti akan terbayar.
Di luar lapangan, de Roon juga dikenal sebagai pribadi yang sangat dekat dengan penggemarnya. Pada September 2021, ia membuat kejutan dengan mengunjungi sebuah toko olahraga di Bergamo. Di sana, ia membayar dan menandatangani tiga jersey pertama yang terjual. Yang mengejutkan, tak ada satu pun jersey yang terjual pada hari itu. Namun, video kejadian tersebut menjadi viral dan meraih lebih dari satu juta tayangan di akhir tahun. Ini menunjukkan bagaimana de Roon selalu menjaga hubungan baik dengan penggemarnya dan tetap rendah hati. Ketulusannya di luar lapangan menjadi contoh betapa pentingnya sikap rendah hati dan kebaikan hati, yang tak kalah mengesankan dibandingkan dengan penampilannya di lapangan.
Kami semua bisa mengambil banyak pelajaran dari perjalanan Marten de Roon. Dari memulai karier di klub-klub kecil di Belanda hingga menjadi pemain penting di Serie A dan membela timnas Belanda, de Roon menunjukkan bahwa dedikasi, konsistensi, dan keputusan yang tepat adalah kunci utama untuk meraih kesuksesan. Lykkers, mari kita rayakan pemain-pemain seperti de Roon yang membuktikan bahwa kerja keras, disiplin, dan sikap rendah hati dapat membawa kita ke puncak kesuksesan, baik di dalam maupun di luar lapangan.