Saat melihat Frenkie de Jong di lapangan, kita tidak hanya melihat seorang pemain dengan talenta luar biasa, tetapi juga kisah perjalanan yang menginspirasi.
Perjalanan kariernya dimulai di sebuah kota kecil di Belanda bernama Arkel, yang tak banyak orang kenal. Sejak usia muda, Frenkie telah menunjukkan kecintaannya yang mendalam terhadap sepak bola. Dengan tekad dan kerja keras, ia mengasah kemampuannya untuk menjadi salah satu gelandang terbaik dunia.
Pada tahun 2004, Frenkie de Jong bergabung dengan tim muda Willem II, sebuah klub yang terletak di kota Tilburg. Di sana, ia menghabiskan lebih dari satu dekade untuk mengasah kemampuan teknisnya. Dribbling, passing, dan membaca permainan dengan cerdas menjadi bagian dari gaya permainannya. Bahkan di usia muda, ia sudah menunjukkan ketenangan yang luar biasa dalam menguasai bola, seolah-olah ia telah berada di level yang lebih tinggi.
Pada tahun 2015, de Jong menjalani debut profesionalnya bersama Willem II. Meski hanya tampil dalam satu pertandingan pada musim tersebut, debut tersebut menandai awal perjalanan profesionalnya. Tak lama setelah itu, ia menerima tawaran dari Ajax, salah satu klub terbesar di Belanda, yang kemudian mengubah kariernya menjadi lebih bersinar.
Di Ajax, Frenkie de Jong mulai menunjukkan potensinya yang sebenarnya. Pada musim 2016/17, ia dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik di divisi dua Belanda. Setelah itu, ia dipromosikan ke tim utama dan bahkan bermain di final Liga Europa 2017. Musim 2018/19 menjadi puncak kesuksesannya bersama Ajax. Tim ini tidak hanya memenangkan gelar Liga Belanda dan Piala KNVB, tetapi juga mencapai semifinal Liga Champions, mengalahkan tim-tim besar seperti Real Madrid. Penampilannya melawan Luka Modrić di babak 16 besar Liga Champions benar-benar memukau dunia sepak bola.
Pada tahun 2019, Frenkie de Jong melakukan langkah besar dengan pindah ke Barcelona, salah satu klub terbesar di dunia, dengan nilai transfer sebesar €75 juta. Di Barcelona, ia mengenakan nomor punggung 21 dan bergabung dengan pemain-pemain legendaris seperti Lionel Messi dan Sergio Busquets. Gaya bermainnya yang cerdas, mampu mengatur tempo permainan dan transisi antara bertahan dan menyerang, sangat cocok dengan filosofi Barcelona yang mengutamakan penguasaan bola.
Sebagai pemain Belanda ke-20 yang membela Barcelona, Frenkie melanjutkan tradisi panjang pemain-pemain Belanda yang telah memberikan kontribusi besar bagi klub tersebut.
Selain sukses di level klub, Frenkie de Jong juga menjadi pemain kunci untuk tim nasional Belanda. Ia menjalani debut internasional pada tahun 2018 dan segera menjadi pemain inti. Di ajang UEFA Nations League 2019, Frenkie tampil luar biasa dan bahkan dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik turnamen tersebut. Meskipun sempat mengalami cedera pada 2022 yang menghalanginya untuk tampil di Piala Dunia, De Jong tetap menjadi sosok penting bagi timnas Belanda. Sayangnya, cedera pergelangan kaki yang dideritanya membuatnya terpaksa mundur dari Euro 2024.
Apa yang membuat Frenkie de Jong begitu istimewa di mata para penggemar sepak bola? Bukan hanya kemampuannya dalam mengoper bola atau menggiring bola dengan sangat baik, tetapi ia adalah seorang gelandang serba bisa. De Jong mampu bermain dengan nyaman sebagai gelandang bertahan, gelandang tengah, maupun gelandang box-to-box. Keahliannya dalam memimpin serangan, mengalirkan bola dengan akurasi tinggi, dan mengatur tempo permainan membuatnya sangat berharga bagi tim mana pun.
Banyak bintang sepak bola dunia, seperti Antoine Griezmann, Lionel Messi, dan Marc Overmars, yang memuji kemampuan De Jong. Mereka menyoroti visinya yang luar biasa, ketenangannya di lapangan, dan kontrol bola yang sangat baik.
Salah satu hal yang paling kami kagumi dari Frenkie adalah ketenangannya saat berada di bawah tekanan. Ia selalu terlihat tenang dan tidak terburu-buru meski dikelilingi oleh pemain lawan. Ketika memulai serangan balik, ia selalu menunjukkan keputusan yang matang dan tepat. Footwork-nya yang halus dan posisinya yang cerdas menjadikannya pemain yang sangat efektif. Banyak orang melihatnya sebagai penerus legenda-legenda seperti Xavi dan Iniesta, dengan kecerdasan taktik, kerendahan hati, dan efektivitas permainan yang mirip.
Meskipun sempat menghadapi beberapa cedera dan kompetisi ketat di level tertinggi, De Jong selalu berusaha untuk terus berkembang. Dari beradaptasi dengan peran baru di Ajax hingga menyesuaikan diri dengan tuntutan yang lebih besar di Barcelona, ia selalu menunjukkan kematangan baik dalam kemampuan teknis maupun mental. Di tim nasional Belanda, ia menjadi pemain yang diandalkan untuk mengendalikan tempo permainan dan mengatur permainan dari belakang.
Sekarang, di usia 27 tahun, Frenkie de Jong berada di puncak kariernya. Dengan pengalaman yang kaya baik di liga domestik maupun di turnamen internasional, kami yakin masa depan De Jong akan terus bersinar. Akankah ia mampu membawa Barcelona kembali ke kejayaan Eropa? Dapatkah ia membantu Belanda meraih gelar juara internasional yang mereka idamkan? Kita semua pasti menantikan apa yang akan terjadi, tetapi satu hal yang pasti, kami akan terus mengikuti setiap langkah perjalanan kariernya.
Kami mengajak Anda untuk terus merayakan pemain seperti Frenkie de Jong, pemain yang dengan tenang menjadikan setiap pertandingan sesuatu yang luar biasa. Apakah Anda juga terpesona dengan cara ia menguasai bola, memberikan operan akurat, atau memimpin tim dari belakang dengan ketenangannya? Mari kita terus mendukung dan menyaksikan perjalanan seorang jenius sepak bola ini. Apakah Anda siap mengikuti langkah-langkah berikutnya dalam perjalanan luar biasa Frenkie de Jong?