Mengatur waktu untuk berolahraga sering kali menjadi tantangan besar di tengah padatnya aktivitas sehari-hari.
Antara pekerjaan, urusan keluarga, dan kejadian tak terduga, rasanya seperti tidak ada lagi waktu untuk berfokus pada kebugaran.
Namun, kenyataannya adalah Anda tidak perlu menghabiskan berjam-jam setiap hari untuk melihat hasil yang signifikan. Anda hanya membutuhkan rencana yang tepat dan sesuai dengan gaya hidup Anda. Dalam artikel ini, kami akan membagikan cara menyusun rutinitas olahraga yang fleksibel, realistis, dan mudah dipertahankan, meskipun jadwal Anda sangat padat!
Sebelum merancang rencana olahraga Anda, luangkan waktu untuk menganalisis bagaimana Anda menghabiskan waktu setiap hari. Selama satu minggu, cobalah untuk mencatat aktivitas harian Anda dari pagi hingga malam. Jangan lupa untuk memasukkan pekerjaan, waktu makan, perjalanan, waktu layar, dan tidur. Anda mungkin akan menemukan beberapa celah waktu yang sebelumnya tidak Anda sadari, seperti 15 menit di pagi hari, 20 menit setelah makan malam, atau sela-sela waktu istirahat makan siang.
Tujuannya bukan untuk menghilangkan waktu santai Anda, tetapi untuk memanfaatkan waktu dengan lebih efisien. Bahkan tiga sesi singkat dalam seminggu bisa memberikan hasil yang signifikan jika dilakukan dengan konsisten.
Rutinitas olahraga Anda harus didorong oleh tujuan yang benar-benar penting bagi Anda. Apakah Anda ingin meningkatkan energi? Membangun kekuatan otot? Mengurangi stres atau meningkatkan kualitas tidur? Menurut American College of Sports Medicine (ACSM), tujuan yang spesifik, terukur, dan realistis sangat penting untuk mempertahankan komitmen berolahraga.
Contohnya:
- Tujuan yang tidak jelas: "Kami ingin bugar."
- Tujuan yang jelas: "Kami akan berjalan cepat selama 30 menit, tiga kali seminggu, untuk meningkatkan energi dan fokus."
Dengan tujuan yang jelas, Anda bisa merancang rencana yang lebih terarah dan bukan sekadar melakukan latihan tanpa tujuan.
Anda tidak perlu berolahraga setiap hari untuk mendapatkan hasil yang optimal. Bahkan, kualitas jauh lebih penting daripada kuantitas. Para ahli menyarankan setidaknya 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang setiap minggu, sekitar 30 menit, lima kali seminggu. Namun, jika itu terasa terlalu banyak, Anda bisa membaginya dalam sesi 10 hingga 20 menit.
Berikut contoh pembagian yang bisa Anda coba:
- 3 hari latihan kekuatan (20–30 menit)
- 2 hari kardio (30 menit)
- 1 hari opsional untuk peregangan atau gerakan ringan
- 1 hari istirahat penuh
Yang paling penting adalah konsistensi, bukan kesempurnaan.
Tidak semua waktu dalam sehari memiliki energi yang sama. Beberapa orang merasa lebih bertenaga di pagi hari, sementara yang lain merasa puncak energi mereka di sore atau malam hari. Cobalah untuk menjadwalkan latihan pada waktu Anda merasa paling bertenaga agar lebih efektif dan terjaga motivasinya.
Jika pagi Anda penuh dengan kesibukan, jangan paksa diri untuk berolahraga pada pukul 6 pagi. Sebagai gantinya, jadwalkan sesi olahraga di waktu istirahat makan siang atau setelah kerja. Fleksibilitas ini memastikan Anda tetap berkomitmen tanpa merasa kelelahan.
Anda tidak perlu pergi ke gym atau membeli peralatan mahal untuk membangun rutinitas yang efektif. Latihan dengan menggunakan berat badan seperti squat, lunges, push-up, dan plank memberikan hasil yang sangat baik dalam waktu singkat. High-Intensity Interval Training (HIIT) adalah pilihan lain yang sangat efisien, dengan mengombinasikan usaha intensitas tinggi dan istirahat dalam waktu singkat untuk hasil yang maksimal.
Contoh latihan 20 menit:
- 1 menit jumping jacks
- 1 menit squat
- 1 menit push-up
- 30 detik istirahat
Anda bahkan bisa melakukan latihan ini di rumah tanpa alat, yang menghilangkan alasan umum terkait lokasi atau biaya.
Untuk memastikan Anda sukses, jadwalkan sesi olahraga seperti halnya pertemuan penting lainnya. Tandai di kalender Anda dan perlakukan jadwal tersebut sebagai hal yang tidak bisa diganggu gugat. Persiapkan perlengkapan olahraga malam sebelumnya, pilih jenis latihan sebelumnya, dan siapkan alternatif jika ada hal yang tidak terduga terjadi.
Seiring berjalannya waktu, langkah-langkah kecil ini akan membentuk kebiasaan. Menurut penelitian dari University College London, dibutuhkan rata-rata 66 hari untuk membentuk kebiasaan baru yang menjadi otomatis. Jadi, tetap konsisten meskipun motivasi Anda kadang menurun.
Kehidupan memang tidak bisa diprediksi. Perjalanan dinas, sakit, atau tanggung jawab keluarga bisa menggagalkan rencana terbaik sekalipun. Daripada merasa putus asa, ubah pola pikir Anda dari "semuanya atau tidak sama sekali" menjadi "sesuatu lebih baik daripada tidak sama sekali."
Gagal melakukan latihan selama 30 menit? Lakukan jalan kaki selama 10 menit. Tidak sempat ke gym? Cobalah peregangan ringan di rumah. Konsistensi dibangun dengan adaptasi, bukan dengan keharusan untuk sempurna.
Untuk memastikan Anda tetap bertanggung jawab, cobalah untuk melacak kemajuan latihan Anda dengan jurnal, aplikasi, atau bahkan mengirimkan kabar ke teman Anda.
Melakukan latihan yang sama setiap hari bisa membuat Anda merasa bosan. Lebih buruk lagi, hal itu bisa menyebabkan Anda mencapai titik datar dalam kebugaran. Agar latihan Anda tetap menarik dan efektif, cobalah variasikan jenis aktivitas yang Anda lakukan:
- Senin: Latihan kekuatan
- Selasa: Kardio (berlari, bersepeda, atau menari)
- Rabu: Peregangan
- Kamis: Istirahat atau jalan santai
- Jumat: HIIT
- Sabtu: Aktivitas luar ruangan
- Minggu: Istirahat penuh
Dengan memutar aktivitas ini, Anda akan lebih terlibat dan melatih berbagai bagian tubuh secara merata.
Istirahat sama pentingnya dengan latihan. Perhatikan bagaimana tubuh Anda merasa, apakah Anda merasa bertenaga, pegal, atau lelah? Sesuaikan intensitas dan durasi latihan berdasarkan sinyal yang diberikan tubuh Anda. Jika tubuh Anda terus-menerus terasa lelah, tidak ada salahnya untuk mengurangi intensitas latihan untuk beberapa hari.
Ingatlah: istirahat bukan tanda kelemahan, melainkan alat untuk pemulihan, pencegahan cedera, dan hasil jangka panjang yang lebih baik.
Rutinitas olahraga terbaik bukanlah yang paling intens atau paling tren, tapi yang paling bisa Anda pertahankan. Dengan fokus pada fleksibilitas, perencanaan yang matang, dan menyesuaikan dengan jadwal alami Anda, Anda bisa membangun kebiasaan olahraga yang berkelanjutan.