Kami ingin memperkenalkan Anda pada sosok yang mungkin belum banyak diketahui, tetapi sudah saja mencuri perhatian seluruh jagat hiburan: Owen Patrick Cooper.


Lahir pada 5 Desember 2009 di Warrington, Inggris, Owen tumbuh dari anak biasa menjadi talenta luar biasa yang semakin cepat makin bersinar.


Awal kehidupan dan mimpi masa kecil


Owen dibesarkan dalam keluarga yang hangat, ibunya bekerja sebagai caregiver, sementara ayahnya di bidang IT. Ia memiliki dua saudara laki‑laki yang selalu menemaninya tumbuh. Sejak kecil, Owen penuh energi dan rasa ingin tahu. Ia pernah bercita‑cita menjadi pemain sepak bola, bahkan bergabung dengan tim lokal Warrington Leylands U15. Namun, hidupnya berubah ketika ia mulai mengikuti pelajaran akting di sekolah drama kecil di Manchester, bernama The Drama Mob, yang didirikan oleh aktor Tina O’Brien dan Esther Morgan.


Di sana, bakat Owen mulai muncul secara alami. Ia yang tadinya hanya ikut untuk belajar dan bersenang‑senang, tanpa diduga mulai menunjukkan potensi besar.


Momen yang mengubah segalanya


Setiap aktor berharap menemukan peran yang menjadi titik balik. Bagi Owen, itu datang pada tahun 2025 lewat mini‑seri di Netflix berjudul Adolescence. Ia memerankan karakter Jamie Miller, seorang anak berusia 13 tahun yang dituduh melakukan kejahatan serius. Seruan para kritikus menyebut ini sebagai salah satu penampilan anak terbaik belakangan ini. Alasan pemilihan Owen sangat spesifik: co‑creator seri ini, Stephen Graham, menginginkan aktor muda dari Inggris bagian utara dan Owen tepat memenuhi visi tersebut.


Dari lebih dari 500 audisi, Owen berhasil menonjol berkat kedalaman emosional dan tingkat realisme yang jarang diasah pada usia sebayanya. Guru‑gurunya di The Drama Mob selalu yakin bahwa ia punya potensi besar dan kesempatan ini membuktikannya. Syuting berlangsung antara Juli hingga Oktober 2024, dan ketika seri tersebut tayang, penonton terpukau oleh kejujuran dan kehalusan akting Owen.


Membuat Sejarah Emmy


Penampilannya yang luar biasa tidak hanya mendapat tepuk tangan, ia mencetak sejarah. Pada ajang ke‑77 Primetime Emmy Awards, Owen memenangkan penghargaan Outstanding Supporting Actor in a Limited or Anthology Series or Movie, menjadi pemenang Emmy termuda yang pernah ada. Kritikus memuji kecerdasan emosional dan kehadirannya di layar yang jauh melampaui usianya.


Tak berhenti di situ, Owen juga menerima Gotham TV Award untuk Best Supporting Performance in a Limited Series serta dinobatkan sebagai Screen International Star of Tomorrow. Semua penghargaan ini menunjukkan bahwa debutnya bukanlah keberuntungan semata, melainkan awal dari sesuatu yang luar biasa.


Proyek‑proyek di luar sorotan utama


Setelah peran breakout‑nya, Owen tak berhenti bereksplorasi. Pada Mei 2025, ia tampil dalam video musik untuk lagu "Little Bit Closer" karya Sam Fender, menunjukkan sisi artistik lain dari dirinya. Kemudian di tahun yang sama, ia membintangi mini‑seri BBC berjudul Film Club, memerankan karakter Callum, seorang remaja yang penuh pemikiran dalam menghadapi persahabatan dan identitas diri.


Ke depan, Owen akan memerankan Heathcliff muda dalam adaptasi novel klasik Wuthering Heights karya Emerald Fennell yang akan dirilis pada tahun 2026. Ini adalah peran yang penuh tantangan dan emosional, yang menjanjikan untuk menunjukkan kedalaman dan kematangan aktingnya. Setiap proyek yang ia pilih mencerminkan rasa penasaran, gairah, dan dedikasi yang sungguh‑sungguh terhadap seni akting.


Tetap membumi meski di puncak


Meskipun popularitasnya melejit, Owen tetap rendah hati dan menjaga keseimbangan. Hingga tahun 2025, ia tinggal bersama keluarga di Offord, Cheshire, sambil menjalani studi dan karier aktingnya. Ia merupakan pendukung setia klub sepak bola Liverpool. Ia juga masih sempat menikmati olahraga dan berkumpul dengan teman‑teman, mengingatkan bahwa ia masih remaja biasa di luar lampu sorot.


Pada April 2025, Owen mendapat kehormatan untuk menjadi pengantar bola pertandingan antara tim lokal Warrington Wolves dan Hull FC, sebuah momen spesial yang menegaskan kebanggaan lokalnya. Dalam banyak kesempatan, Owen menyebut bagaimana keluarganya membantu menjaga dirinya tetap setia pada jati diri, memberikan dorongan karier sambil memastikan ia tetap menjadi diri sendiri. Sifat rendah hati dan kebaikan hatinya membuat ia menjadi panutan bagi banyak penggemar muda.


Mengapa kita jatuh cinta pada kisah Owen


Kisah Owen lebih dari sekadar soal ketenaran ini tentang gairah, ketekunan, dan keberanian untuk bermimpi besar. Ia tidak memulai dari koneksi besar atau kemewahan, ia memulai dari antusiasme dan kerja keras sederhana. Perjalanannya mengingatkan kita bahwa bahkan mimpi terbesar bisa dimulai dari hal terkecil: ruang kelas drama lokal atau klub lingkungan.


Bagi kami, kesuksesan Owen membawa pesan kuat: tetaplah penasaran, cobalah hal‑baru, dan percayalah pada potensi diri. Kisah hebat seringkali bermula dari hal paling sederhana yang penting adalah seberapa jauh kita berani pergi.


Lebih dari sekadar sorotan lampu kamera


Lykkers (semangat!), perjalanan Owen Cooper adalah pengingat bersinar bahwa kesuksesan bukan hanya soal gemerlap, tetapi tentang hati, dedikasi, dan tetap setia pada siapa diri kita. Di usia yang baru 15 tahun, ia sudah mencatat sejarah dan menginspirasi banyak orang dengan tekad dan anggun. Namun, kisahnya baru saja dimulai.


Saat kita terus menyaksikan pertumbuhannya, mari kita bawa semangatnya bersama kita, keberanian untuk bermimpi, kerendahan hati untuk terus belajar, dan kekuatan untuk terus maju. Karena di balik sorotan, yang benar‑benar penting adalah gairah yang mendorong kita maju. Seperti Owen, kita semua memiliki kilau yang menanti untuk bersinar.