Pernahkah Anda memperhatikan bagaimana para atlet atau pencinta fitness tampak pulih lebih cepat dibandingkan orang yang berolahraga biasa pada umumnya?
Banyak faktor memang berperan, mulai dari istirahat yang cukup, hidrasi yang stabil, hingga jenis latihan yang dilakukan. Namun ada satu hal penting yang sering luput dari perhatian: kapan Anda mengonsumsi protein.
Selama ini kita hanya mendengar bahwa protein itu penting untuk membangun dan memperbaiki otot. Tetapi faktanya, waktu konsumsi protein dapat membuat perbedaan besar dalam kecepatan pemulihan tubuh. Menentukan waktu yang tepat bisa menjadi strategi sederhana yang membantu Anda kembali ke sesi latihan berikutnya dengan lebih kuat dan berenergi.
Sebelum membahas lebih jauh mengenai waktu konsumsi protein, mari kita pahami dulu apa yang terjadi di dalam tubuh saat berolahraga. Saat melakukan latihan kekuatan atau aktivitas fisik intens lainnya, serat-serat otot mengalami robekan kecil. Ini adalah hal wajar karena tubuh sedang menyesuaikan diri untuk menjadi lebih kuat.
Untuk memperbaiki robekan kecil itu, tubuh membutuhkan bahan bakar berupa asam amino, komponen utama pembentuk protein. Proses perbaikan tersebut dikenal sebagai muscle protein synthesis atau sintesis protein otot. Inilah mekanisme penting yang membantu mencegah cedera sekaligus mendorong pertumbuhan otot.
Mengonsumsi protein saja tidak cukup. Yang lebih menentukan adalah kapan tubuh mendapatkan asupan tersebut. Sintesis protein otot akan berlangsung lebih optimal pada waktu-waktu tertentu, terutama di sekitar waktu latihan.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi protein setelah berolahraga dapat meningkatkan sintesis protein otot secara signifikan. Artinya, tubuh lebih cepat pulih dan otot lebih mudah terbentuk. Bahkan, ahli nutrisi olahraga seperti Dr. Stuart Phillips pernah menjelaskan bahwa mengonsumsi protein setelah latihan dapat meningkatkan laju pemulihan otot secara efektif.
Namun, dampaknya akan lebih maksimal jika Anda memperhatikan asupan protein sebelum, sesudah, dan sepanjang hari.
Banyak orang hanya fokus pada konsumsi protein setelah latihan. Padahal, memberi sedikit "bekal" protein sebelum berolahraga dapat mempersiapkan otot lebih baik. Dengan tersedianya asam amino di dalam tubuh, proses perbaikan dapat dimulai lebih cepat saat kerusakan otot mulai terjadi.
Para ahli menyarankan konsumsi sekitar 10–20 gram protein 30–60 menit sebelum latihan. Contohnya seperti yogurt tinggi protein, smoothie, atau snack berprotein lainnya. Jumlah kecil ini sudah cukup untuk membantu tubuh mempersiapkan diri menghadapi latihan yang menantang.
Inilah momen terpenting. Dalam 30–60 menit setelah selesai berolahraga, tubuh berada pada fase yang sangat responsif terhadap nutrisi. Fase ini sering disebut sebagai anabolic window atau jendela anabolik. Pada periode singkat ini, otot lebih cepat menyerap asupan nutrien untuk memulai proses pemulihan.
Anda disarankan mengonsumsi 20–30 gram protein setelah latihan. Sumber protein yang mudah dicerna seperti whey protein menjadi pilihan tepat karena bekerja cepat dalam tubuh.
Tidak hanya fokus pada waktu latihan, tubuh juga membutuhkan asupan protein secara konsisten sepanjang hari. Menjaga asupan protein di setiap waktu makan membantu tubuh memiliki cadangan asam amino yang stabil untuk mendukung proses pemulihan otot.
Sebagai panduan, Anda dapat mengonsumsi sekitar 1,6–2,2 gram protein per kilogram berat badan, lalu membaginya secara merata dalam beberapa waktu makan. Cara sederhana ini membantu memastikan bahwa otot menerima nutrisi yang diperlukan kapan pun tubuh membutuhkannya.
Mengatur waktu konsumsi protein bisa menjadi trik sederhana namun sangat efektif untuk meningkatkan kualitas pemulihan setelah olahraga. Dengan memperhatikan asupan sebelum latihan, memanfaatkan jendela emas setelah latihan, dan menjaga konsumsi protein secara teratur sepanjang hari, Anda dapat membantu tubuh pulih lebih cepat, lebih kuat, dan lebih siap menghadapi latihan berikutnya.
Namun ingat, strategi ini akan bekerja optimal jika Anda menggabungkannya dengan pola tidur yang baik, hidrasi yang memadai, serta pola latihan yang teratur. Dengan kombinasi yang tepat, tubuh Anda akan mendapatkan kondisi terbaik untuk berkembang.