Bayangkan jika satu pilihan kecil bisa menghancurkan realitas lain, dan satu emosi yang tak terselesaikan mampu mengguncang banyak dunia sekaligus.
Inilah yang Kami rasakan saat menyelami Doctor Strange in the Multiverse of Madness, sebuah film yang membawa penonton masuk ke pengalaman sinematik paling liar, gelap, dan emosional dalam Marvel Cinematic Universe.
Disutradarai oleh Sam Raimi dan dibintangi Benedict Cumberbatch, Elizabeth Olsen, Xochitl Gomez, Rachel McAdams, Chiwetel Ejiofor, serta Benedict Wong, film ini bukan sekadar tontonan hiburan, melainkan perjalanan batin yang penuh kejutan. Berlatar setelah peristiwa Spider-Man: No Way Home, kisah ini memperlihatkan dampak dari runtuhnya batas antarrealitas. Multiverse yang sebelumnya hanya konsep kini menjadi ancaman nyata. Bagi Kami sebagai penonton, film ini terasa seperti naik roller coaster tanpa sabuk pengaman, cepat, mengejutkan, dan penuh emosi dari awal hingga akhir.
Cerita dibuka dengan adegan menegangkan saat America Chavez berlari menyelamatkan diri melewati celah-celah antar dimensi. Ia memiliki kemampuan langka untuk berpindah antar semesta, kekuatan yang justru membuatnya diburu. Doctor Strange berusaha melindunginya, namun sebuah makhluk misterius menyerang dan menyeret mereka berdua ke dalam pusaran multiverse. Dari sini, nada cerita langsung terasa intens. Setiap dunia yang dilewati memiliki aturan, visual, dan risiko yang berbeda, membuat Kami ikut merasakan ketegangan di setiap lompatan realitas.
Kembali ke New York, Doctor Strange menghadiri pernikahan Christine Palmer. Momen tenang itu tak berlangsung lama, karena kekacauan tiba-tiba muncul di jalanan kota. Bersama Wong, Strange segera menyadari bahwa ancaman sesungguhnya datang dari Wanda Maximoff. Ia kini berada di titik terendah hidupnya, terjebak dalam duka mendalam akibat kehilangan anak-anaknya. Terobsesi untuk bertemu mereka kembali di semesta lain, Wanda mengincar kekuatan America. Di sinilah film ini terasa sangat emosional, mengajak Kami merenungkan batas antara keinginan dan konsekuensi.
Perjalanan membawa Strange dan America ke semesta 838, tempat mereka bertemu Illuminati, kelompok tokoh kuat dengan versi berbeda dari yang Kami kenal. Di sini, Strange dihadapkan pada fakta mengejutkan tentang versi lain dirinya yang pernah menyalahgunakan kekuatan, hingga menyebabkan kehancuran realitas. Adegan-adegan ini menyampaikan pesan kuat bahwa kecerdasan dan kekuatan tanpa tanggung jawab hanya akan membawa petaka.
Wanda terus mengejar America dengan cara ekstrem, memanfaatkan kemampuan terlarang untuk mengendalikan versi lain dirinya di semesta berbeda. Setiap kemunculannya selalu menimbulkan ketegangan luar biasa. Strange, Christine, dan America harus berpikir cepat, beradaptasi dengan lingkungan asing, dan saling percaya. Kami sebagai penonton ikut dibuat cemas, karena satu kesalahan saja bisa mengubah segalanya.
Salah satu momen paling berkesan terjadi saat Strange bertemu versi dirinya yang telah rusak oleh ambisi. Pertarungan ini bukan sekadar adu kemampuan, melainkan konfrontasi batin. Strange dipaksa menerima bahwa dirinya pun tak luput dari kesalahan. Dari sini, Kami melihat perkembangan karakter yang matang, bahwa keberanian sejati adalah berani bertanggung jawab atas pilihan sendiri.
Kesadaran juga datang pada Wanda. Saat ia melihat ketakutan di mata anak-anaknya dari semesta lain, ia akhirnya memahami dampak dari tindakannya. Momen ini terasa sunyi namun menghantam emosi, menunjukkan bahwa penyesalan bisa membuka jalan menuju perubahan.
Setelah semua kekacauan mereda, America mulai belajar mengendalikan kemampuannya, Christine kembali ke dunianya, dan Strange pulang ke New York. Namun kisah belum benar-benar selesai. Tanda-tanda misterius muncul, mengisyaratkan bahwa dampak multiverse masih membayangi. Seorang sosok asing mendatangi Strange, meminta bantuannya menghadapi ancaman kosmik berikutnya. Kami pun dibuat penasaran, apa yang akan terjadi selanjutnya?
Doctor Strange in the Multiverse of Madness bukan hanya tentang efek visual yang memanjakan mata. Film ini berbicara tentang pilihan, tanggung jawab, dan bagaimana emosi yang tak terselesaikan bisa berdampak luas. Dengan gaya khas Sam Raimi yang gelap dan intens, ditambah akting kuat para pemeran, film ini terasa berbeda dan berani.
Bagi Kami, film ini adalah pengingat bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi, tak peduli di semesta mana Anda berada. Perjalanan Strange, Wanda, dan America terasa liar, emosional, dan tak mudah dilupakan. Jika Anda mencari film Marvel yang menantang pikiran sekaligus perasaan, petualangan multiverse ini wajib masuk daftar tontonan Anda.