Hi, Lykkers! Quokka dikenal sebagai salah satu hewan paling menggemaskan di dunia. Mamalia kecil berkantung ini sering disebut sebagai "hewan paling bahagia" karena ekspresi wajahnya yang tampak seperti tersenyum.
Namun, di balik popularitasnya, quokka memiliki persebaran yang sangat terbatas. Hewan ini hanya dapat ditemukan di wilayah tertentu di Australia Barat.
Kondisi ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari kombinasi faktor evolusi, lingkungan, dan sejarah alam yang panjang.
Quokka (Setonix brachyurus) merupakan marsupial kecil yang masih berkerabat dengan kanguru dan walabi. Dahulu, nenek moyang quokka diperkirakan memiliki wilayah sebaran yang jauh lebih luas di Australia. Namun, perubahan iklim, pergeseran habitat, dan tekanan lingkungan secara perlahan menyempitkan wilayah hidupnya.
Saat ini, quokka hidup secara alami di Australia Barat, terutama di Pulau Rottnest, Pulau Bald, dan beberapa area kecil di daratan barat daya Australia. Wilayah ini menyediakan kondisi lingkungan yang sangat spesifik, seperti vegetasi semak, sumber makanan alami, serta iklim yang relatif stabil dan sesuai dengan kebutuhan biologis quokka.
Australia Barat memiliki iklim Mediterania di bagian barat daya, dengan musim panas yang kering dan musim dingin yang sejuk. Kondisi ini sangat cocok bagi quokka yang membutuhkan lingkungan dengan kelembapan seimbang dan suhu yang tidak ekstrem. Di wilayah lain Australia, iklim cenderung lebih panas, lebih kering, atau bahkan terlalu dingin, sehingga tidak ideal bagi kelangsungan hidup quokka.
Selain itu, pola curah hujan di Australia Barat mendukung pertumbuhan tanaman semak dan dedaunan rendah yang menjadi sumber utama makanan quokka. Ketersediaan makanan yang stabil menjadi faktor penting mengapa quokka dapat bertahan di wilayah ini dalam jangka panjang.
Salah satu alasan utama quokka mampu bertahan di Australia Barat adalah minimnya predator alami, terutama di pulau-pulau tempat mereka hidup. Pulau Rottnest, misalnya, hampir tidak memiliki predator darat besar yang membahayakan quokka. Kondisi ini berbeda dengan wilayah Australia lainnya yang memiliki predator seperti rubah dan kucing liar.
Ketika predator asing mulai diperkenalkan ke Australia pada masa kolonisasi, populasi quokka di daratan utama mengalami penurunan drastis. Hanya populasi yang terisolasi di pulau-pulau dan area tertentu yang mampu bertahan dari tekanan tersebut.
Isolasi geografis memainkan peran besar dalam membatasi persebaran quokka. Pulau-pulau di Australia Barat menjadi semacam “benteng alami” yang melindungi quokka dari perubahan lingkungan ekstrem dan invasi spesies lain. Dalam jangka waktu yang panjang, quokka beradaptasi secara spesifik dengan kondisi lokal tersebut.
Adaptasi ini membuat quokka kurang fleksibel untuk berpindah dan bertahan di habitat lain. Sistem metabolisme, pola makan, hingga perilaku sosialnya telah disesuaikan dengan lingkungan Australia Barat, sehingga sulit bagi quokka untuk hidup di luar wilayah tersebut tanpa campur tangan manusia.
Manusia memiliki peran ganda dalam kisah quokka. Di satu sisi, aktivitas manusia di masa lalu menyebabkan hilangnya habitat dan meningkatnya ancaman predator. Di sisi lain, kesadaran modern terhadap konservasi justru membantu melindungi quokka dari kepunahan.
Pemerintah Australia Barat menetapkan quokka sebagai spesies yang dilindungi. Habitat alaminya dijaga secara ketat, terutama di Pulau Rottnest yang kini menjadi kawasan konservasi dan wisata terbatas. Aturan ketat diberlakukan untuk mencegah gangguan terhadap quokka, termasuk larangan memberi makan secara sembarangan.
Quokka bukan hanya terbatas secara geografis, tetapi juga unik secara biologis. Tingkat reproduksi yang rendah, ketergantungan pada habitat tertentu, serta sensitivitas terhadap perubahan lingkungan membuat spesies ini tidak mudah dipindahkan atau dibudidayakan di tempat lain.
Keunikan inilah yang justru menjadikan quokka simbol penting bagi Australia Barat. Keberadaannya mencerminkan keseimbangan alam yang rapuh sekaligus menunjukkan pentingnya perlindungan terhadap spesies endemik.
Quokka hanya dapat ditemukan di Australia Barat karena kombinasi faktor alam yang saling terkait, mulai dari iklim yang sesuai, minimnya predator, isolasi geografis, hingga proses evolusi yang panjang. Persebarannya yang terbatas menjadikan quokka sebagai spesies endemik yang sangat berharga.
Keberadaan quokka mengingatkan bahwa tidak semua makhluk hidup mampu beradaptasi di mana saja. Beberapa spesies hanya dapat bertahan di tempat tertentu yang menyediakan keseimbangan sempurna bagi kehidupan mereka. Oleh karena itu, menjaga habitat alami quokka berarti turut menjaga warisan keanekaragaman hayati dunia.