Kita semua mengenal Barbie sebagai boneka cantik dengan rumah impian, mobil mewah, dan lemari pakaian yang selalu sempurna.
Tapi di film Barbie 2023, semuanya berubah menjadi kisah yang lebih dalam dari sekadar fantasi penuh warna.
Film ini bukan hanya tentang dunia boneka yang indah, ia bercerita tentang identitas, kebebasan, dan perjalanan menemukan siapa diri kita sebenarnya. Mari kita telusuri bersama mengapa film ini berhasil menyentuh hati jutaan orang di seluruh dunia.
Awalnya, Barbie Land tampak sempurna. Langit selalu berwarna pink, pakaian selalu rapi, dan setiap Barbie menjalani hidupnya dengan penuh percaya diri. Baik ia menjadi dokter, pengacara, atau ilmuwan, Barbie selalu bersinar dengan kebanggaan dan keyakinan. Sementara itu, para Ken bersantai di pantai, menunggu untuk diperhatikan oleh Barbie. Hidup tampak ideal, hingga suatu hari, Barbie utama kita (yang sering disebut "Stereotip Barbie") mulai merasa berbeda.
Di tengah sebuah pesta meriah, Barbie tiba-tiba memikirkan sesuatu yang belum pernah terpikirkan sebelumnya: kematian. Keesokan harinya, perubahan mulai terlihat. Kakinya terasa rata, rambutnya kehilangan kilau, dan rasa cemas mulai menghampiri. Bahkan shower yang selalu sempurna pun berubah dingin! Untuk mencari jawaban, Barbie menemui "Weird Barbie," boneka yang dulu terlalu dicintai. Weird Barbie mengatakan bahwa satu-satunya cara memperbaiki keadaan adalah dengan pergi ke dunia nyata dan menemukan anak yang selama ini bermain dengannya.
Tanpa diketahui Barbie, Ken diam-diam ikut dalam perjalanan dengan menyembunyikan diri di mobil Barbie. Saat mereka tiba di Venice Beach, semua terasa asing dan menakjubkan. Ken terpukau dengan cara pria diperlakukan di dunia nyata dan mulai merasakan kekuatan untuk pertama kalinya. Barbie, di sisi lain, menghadapi kritik dan kebingungan. Ia bertemu Sasha, seorang remaja yang secara jujur mengkritik Barbie karena dianggap mempromosikan standar yang tidak realistis. Terluka dan bingung, Barbie kemudian menemukan bahwa ibu Sasha, Gloria, adalah kunci dari segalanya, Gloria ternyata kembali bermain dengan Barbie di masa-masa sulitnya, dan emosi itu ikut memengaruhi Barbie.
Di Barbie Land, Ken menggunakan pengalaman dari dunia nyata untuk memulai "Kendom," mengubah keseimbangan yang pernah ada. Film ini menyoroti bagaimana baik Barbie maupun Ken berjuang menemukan tujuan diri ketika mencoba menyesuaikan diri dengan peran yang sebenarnya tidak sesuai. Barbie terkejut saat kembali ke rumah, dunia yang ia kenal telah berubah. Gloria hadir dengan pesan yang kuat: menjadi seorang perempuan berarti menyeimbangkan berbagai harapan yang ada. Bersama Sasha, Gloria, dan boneka-boneka yang terlupakan atau "aneh," mereka mulai membebaskan pikiran para Barbie. Mereka juga berhasil membuat para Ken saling bertentangan, sehingga para Barbie dapat mengambil kembali kendali dunia mereka.
Akhirnya, Barbie dan Ken memiliki percakapan yang penuh makna. Ken mengakui bahwa ia tidak tahu siapa dirinya tanpa Barbie. Barbie dengan lembut mengatakan bahwa ia harus menemukan dirinya sendiri dan bahwa ia sudah cukup sebagai individu. Namun Barbie juga menyadari dirinya kini tidak lagi yakin ingin menjadi siapa. Di saat itulah ia bertemu Ruth Handler, perempuan yang menciptakan Barbie. Ruth membantu Barbie memahami bahwa ia tidak pernah ditakdirkan untuk masuk ke dalam kotak tertentu. Sejak awal, cerita Barbie selalu tentang pertumbuhan dan perubahan. Terinspirasi, Barbie membuat keputusan berani: ia memilih menjadi manusia.
Kini dengan nama Barbara Handler, Barbie memulai kehidupan sebagai seorang wanita nyata. Di adegan terakhir, kita melihat Barbara berjalan menuju janji temu medis, tindakan sederhana yang menandakan ia telah sepenuhnya menerima kehidupan nyata, dengan segala tanggung jawab dan realitasnya.
Barbie dipenuhi tawa, musik, dan warna, namun di balik itu semua tersimpan kisah yang dalam dan emosional. Film ini mengajarkan bahwa tidak apa-apa untuk mempertanyakan apa yang telah kita pelajari. Bahwa menjadi manusia seutuhnya, dengan segala ketakutan dan keraguan, jauh lebih kuat daripada sekadar terlihat sempurna.
Pernahkah Anda merasa seperti Barbie, terjebak dalam harapan orang lain atau bingung dengan posisi Anda di dunia? Film ini mengingatkan kita bahwa kita diperbolehkan untuk berubah, tumbuh, dan bahkan memulai kembali. Mari jangan takut untuk menemukan jalur kita sendiri, sama seperti Barbie. Bagian mana dari kisah ini yang paling menyentuh hati Anda? Ingatlah selalu: kita cukup, kita terus berkembang, dan kita tidak pernah sendirian.