Bepergian ke negara asing selalu penuh dengan pengalaman baru dan menyenangkan, tapi menemukan cara terbaik untuk berkeliling kadang bisa membuat bingung.
Baik Anda baru pertama kali mengunjungi kota tersebut atau hanya singgah sebentar, memahami cara menggunakan transportasi umum bisa menghemat waktu, uang, dan tentu saja mengurangi stres.
Kali ini, kami akan membagikan tips praktis agar perjalanan Anda lebih lancar dan menyenangkan.
Setiap negara memiliki sistem transportasi yang berbeda-beda. Masing-masing memiliki aturan, tarif, dan trik tersendiri yang sebaiknya Anda pahami sebelum memulai perjalanan. Dengan mengetahui seluk-beluk ini, Anda bisa merencanakan rute dengan lebih efisien, menghindari kesalahan, dan sampai di tujuan lebih cepat. Fokus kami kali ini adalah tiga jenis transportasi yang paling umum: bus, kereta bawah tanah (subway), dan taksi.
Bus sering menjadi pilihan paling ramah di kantong di banyak kota. Cari rute dengan papan nama yang jelas dan temukan halte resmi di sepanjang jalan. Sebelum naik, pastikan Anda tahu tujuan, halte turun, dan besaran tarif. Di banyak negara, bus tidak memiliki kondektur, sehingga penumpang diharapkan membayar langsung, biasanya dengan uang pas.
Setelah naik, sebaiknya bergerak menuju pintu keluar agar mudah turun saat sampai. Memperhatikan halte dan menyiapkan koin sebelumnya membuat perjalanan lebih lancar. Selain itu, mengikuti aturan lokal seperti memberi kursi pada penumpang lanjut usia atau tidak menghalangi lorong akan membuat Anda tampak seperti penduduk lokal. Bus memang murah, tapi dengan sedikit perhatian, perjalanan bisa jauh lebih nyaman.
Kereta bawah tanah adalah tulang punggung transportasi di banyak kota besar. Stasiun biasanya berada dekat area ramai dan terhubung dengan bus, stasiun kereta, serta bandara, sehingga perjalanan menjadi sangat praktis. Sebelum masuk, periksa peta jalur, temukan titik awal dan tujuan, lalu beli tiket. Mesin otomatis biasanya memudahkan proses ini, ikuti petunjuk dan masukkan koin atau kartu.
Saat melewati pintu otomatis, masukkan tiket, lalu ambil kembali setelah keluar. Naik dan turun dari kereta sebaiknya tertib, menunggu penumpang turun terlebih dahulu sebelum naik. Jika terjadi masalah, meminta bantuan petugas stasiun jauh lebih aman daripada mencoba keluar paksa, yang bisa berakibat denda. Memperhatikan arah kereta dan papan petunjuk membuat Anda tidak tersesat. Selain itu, menjaga kebersihan, berbicara dengan suara rendah, dan berdiri di sisi yang benar di eskalator membuat perjalanan lebih nyaman untuk semua orang.
Taksi tersedia hampir di semua kota dan bandara, menjadi cara cepat dari titik A ke titik B. Biasanya memiliki tanda jelas di atas kendaraan atau indikator "TAXI". Banyak taksi menggunakan argo untuk menghitung tarif secara otomatis.
Untuk menahan taksi, berdirilah di sisi jalan yang aman agar kendaraan bisa berhenti. Saat masuk, kenakan sabuk pengaman, sampaikan tujuan dengan jelas, dan tetap tenang selama perjalanan. Sesampainya di tujuan, bayar sesuai argo dan berikan sedikit tip sebagai tanda apresiasi. Jangan lupa memeriksa barang bawaan sebelum turun. Taksi memang lebih mahal dibanding bus atau subway, jadi pertimbangkan waktu versus biaya agar pilihan Anda tepat. Di beberapa negara, layanan berbagi tumpangan via aplikasi bisa menjadi alternatif lebih efisien.
Kunci perjalanan tanpa stres di kota asing adalah persiapan. Pilih bus untuk menghemat uang, subway untuk bergerak cepat, dan taksi untuk fleksibilitas. Dengan memperhatikan aturan lokal, bersikap sopan, dan merencanakan rute sebelumnya, perjalanan Anda bisa berjalan mulus.
Jadi, saat Anda menjejakkan kaki di kota baru, lakukan dengan percaya diri. Dengan tips sederhana ini, Anda bisa menaklukkan transportasi umum layaknya penduduk lokal, memaksimalkan waktu perjalanan, dan menikmati setiap momen petualangan Anda.