Pernahkah Anda menonton adegan kejar-kejaran di Fast & Furious dan berpikir, "Apakah seseorang benar-benar bisa selamat dari itu?"
Franchise ini terkenal karena aksi mobil yang spektakuler dan kekacauan yang ekstrem, tapi ternyata tidak semua adegan hanya fantasi semata.
Menariknya, seorang ahli fisika bahkan memuji satu adegan sebagai sangat realistis, sementara adegan lainnya hampir mustahil terjadi di dunia nyata.
Film Fast & Furious memulai perjalanan dengan balapan jalanan yang terasa lebih dekat dengan kenyataan. Namun seiring waktu, aksi mereka semakin meluas ke seluruh dunia, dengan mobil yang terbang di antara gedung pencakar langit, menarik brankas besar, bahkan hampir meninggalkan bumi. Evolusi ini membangun reputasi film sebagai hiburan yang mengabaikan hukum alam demi sensasi visual.
Akibatnya, banyak penonton menganggap semua adegan hanyalah berlebihan seperti kartun. Namun ketika fisikawan Diandra Leslie-Pelecky menganalisis beberapa adegan ikonik, hasilnya mengejutkan: beberapa stunt sangat tidak realistis, tapi ada juga yang justru sesuai dengan hukum fisika sekolah menengah.
Salah satu penilaian paling mengejutkan datang dari Furious 7. Di tengah semua aksi ekstrim, mobil yang terjun payung, lompatan dari jendela ke jendela—ada satu adegan Brian O’Conner yang duduk di atas bus yang jatuh yang mendapat nilai nyaris sempurna dari segi realisme.
Dalam adegan itu, para pahlawan terlibat dalam kejar-kejaran di pegunungan. Sebuah bus taktis tergelincir di tepi tebing dan mulai jatuh. Brian berada di luar bus saat kendaraan itu meluncur ke tebing, memaksanya berlari di sepanjang bus untuk mencapai bagian yang masih berada di atas tebing. Pada detik terakhir, ia melompat dan berhasil menangkap bagian belakang mobil Letty yang meluncur di dekat tebing, hampir menghindari jatuh fatal.
Sekilas, terlihat seperti fantasi murni, tapi konsep fisiknya masuk akal. Bus bergerak turun sambil berotasi, dan Brian berlari ke arah berlawanan relatif terhadap bus, sehingga keduanya tetap berbagi gerakan secara keseluruhan relatif terhadap tanah sampai ia melompat. Secara sederhana, ini seperti versi ekstrem dari berlari di eskalator yang bergerak.
Leslie-Pelecky menyoroti bagaimana adegan ini menampilkan hukum Newton dengan sangat jelas. Ketika mobil Letty berhenti mendadak setelah Brian menangkap bagian belakangnya, tubuhnya tetap bergerak ke depan, berayun sesuai momentum. Ini persis yang diprediksi fisika ketika suatu objek yang bergerak tiba-tiba diikat atau ditahan.
Tentu saja, stunt ini membutuhkan timing yang sempurna, pegangan yang kuat, dan kemampuan atletik luar biasa. Tapi tidak ada yang secara langsung melanggar hukum mekanika. Karena itu, fisikawan tersebut memberikan adegan lari di bus dan tangkapan ini nilai 10 dari 10 untuk kemungkinan terjadi di dunia nyata, prestasi langka di franchise ini.
Jika Furious 7 memberi kemenangan untuk realisme, Fast & Furious 6 justru sebaliknya. Adegan klimaks di landasan pacu, di mana kru berhadapan dengan pesawat kargo raksasa saat lepas landas, menjadi favorit penggemar dan sering jadi bahan lelucon.
Dalam adegan itu, beberapa mobil melaju di samping pesawat saat akselerasi, berkelahi dengan penjahat, dan tampak berada di landasan yang tak pernah habis. Adegan ini berpindah cepat antara aksi-aksi dramatis, menciptakan ilusi bahwa semua terjadi di jalur panjang yang seolah tak terbatas.
Leslie-Pelecky menghitung kecepatan, durasi aksi di layar, dan panjang landasan pacu yang realistis. Bahkan jika mobil dan pesawat bergerak dengan kecepatan lepas landas normal, jarak yang ditempuh di adegan itu terlalu panjang, jauh melampaui landasan pacu manapun di dunia nyata. Untuk konteks, landasan pacu terpanjang pun biasanya kurang dari tiga setengah mil. Adegan ini akan membutuhkan panjang berkali-kali lipat, ditambah momen Dom mengemudi keluar dari pesawat yang hampir jatuh, sehingga fisikanya hampir tidak mungkin.
Oleh karena itu, adegan di landasan pacu ini mendapat skor realisme sangat rendah. Ini bekerja sebagai hiburan, tapi jauh dari kenyataan yang bisa diakui oleh pilot atau insinyur.
Leslie-Pelecky tidak bermaksud mengatakan film ini harus seperti dokumenter. Ia mengakui bahwa film aksi besar beroperasi dengan "fisika film", yang memutarbalikkan realitas demi menjaga ketegangan dan sensasi.
Yang menarik adalah bagaimana franchise ini memadukan keduanya. Beberapa adegan dirancang mengikuti prinsip fisika nyata, sehingga terasa mendebarkan dan meyakinkan. Adegan lain dibuat semata untuk hiburan, rela mengorbankan realisme demi reaksi penonton dan momen dramatis.
Bagi penonton, mengetahui adegan mana yang mungkin terjadi di dunia nyata justru menambah keseruan. Sementara memahami adegan yang mustahil menyoroti seberapa kreatif dan berani para pembuat film mendorong batas imajinasi.
Di akhir hari, Fast & Furious bukanlah pelajaran fisika, tapi kadang ia lebih mendekati kenyataan daripada yang Anda duga. Jadi, menurut Anda, adegan mana yang terasa realistis, dan adegan ekstrim mana yang tetap membuat Anda terpukau meski tahu mustahil terjadi?