Pernahkah Anda membuang sisa sayur dan buah di dapur sambil berpikir, "Sayang sekali, ini kan bisa berguna"?
Ternyata, sisa makanan tersebut bisa melakukan hal yang luar biasa, menjadi makanan untuk tanaman, memperkaya tanah, bahkan mengurangi sampah rumah tangga hingga setengahnya.
Membuat kompos bukan hanya untuk orang yang punya halaman luas. Dengan strategi yang tepat, Anda bisa melakukannya di balkon, garasi, atau bahkan di bawah wastafel. Mari kami tunjukkan bagaimana cara mengubah sisa dapur menjadi sesuatu yang berharga, langkah demi langkah.
Langkah pertama adalah menemukan wadah yang sesuai. Jika Anda memiliki halaman, Anda bisa menggunakan bak kompos besar atau sekadar menumpuk di sudut tertentu. Untuk ruang yang terbatas, Anda bisa menggunakan ember kompos kecil di meja dapur atau bak kompos tertutup.
Kunci dari proses kompos adalah sirkulasi udara, kompos membutuhkan oksigen agar dapat terurai dengan baik. Pilih wadah dengan lubang ventilasi atau tutup yang bisa dibuka untuk diaduk sesekali. Dengan aliran udara yang baik, sisa makanan akan cepat berubah menjadi tanah yang subur.
Kompos ibarat resep yang membutuhkan bahan dengan takaran yang tepat. Ada dua kategori utama:
- Hijau – sisa buah dan sayur, ampas kopi, kantong teh, rumput segar.
- Cokelat – daun kering, kertas koran yang disobek, kardus, serbuk kayu, jerami.
Usahakan menjaga keseimbangan sekitar 2 bagian cokelat dan 1 bagian hijau. Terlalu banyak bahan hijau membuat tumpukan lembap dan berbau. Terlalu banyak cokelat membuat proses penguraian lambat. Hindari produk olahan seperti sisa makanan berminyak atau daging karena mudah menarik hama dan memakan waktu lama untuk terurai.
Mulailah dengan lapisan bahan cokelat di bagian bawah untuk membantu sirkulasi udara. Tambahkan lapisan bahan hijau, kemudian lapisan cokelat lagi. Anggap seperti membuat lasagna, lapiskan secara bergantian agar kompos tetap seimbang.
Jika tumpukan terasa terlalu kering, taburkan sedikit air. Konsistensinya harus seperti spons yang diperas, tidak terlalu basah. Dengan cara ini, mikroba akan bekerja optimal menguraikan bahan-bahan menjadi tanah subur.
Kompos membutuhkan udara untuk proses penguraian cepat, jadi aduklah tumpukan setidaknya seminggu sekali menggunakan garpu taman atau tongkat. Jika Anda menggunakan bak berputar, cukup putar pegangan beberapa kali. Dengan mengaduk, bahan-bahan tercampur merata dan mencegah munculnya bau tak sedap.
Tumpukan kompos yang sehat akan terasa hangat karena mikroba sedang bekerja. Dalam beberapa minggu, Anda mungkin melihat uap muncul saat mengaduk, itu pertanda baik. Jika muncul bau tidak sedap, tambahkan lebih banyak bahan cokelat. Jika terlihat kering dan proses terhenti, siram sedikit air dan tambahkan bahan hijau.
Dalam waktu 2–4 bulan, Anda akan mendapatkan tanah hitam gembur yang beraroma segar dan earthy. Itulah kompos jadi. Saring bagian yang masih besar dan kembalikan ke tumpukan untuk diurai lebih lama. Sisanya siap digunakan untuk kebun, pot tanaman, atau bahkan sebagai pupuk alami untuk halaman.
Tidak punya halaman? Anda tetap bisa membuat kompos di dalam rumah menggunakan bak cacing atau sistem bokashi.
Bak cacing menggunakan cacing merah untuk mengubah sisa makanan menjadi pupuk kaya nutrisi, ideal untuk tanaman hias.
Sistem bokashi memanfaatkan campuran mikroba khusus untuk fermentasi sisa makanan di wadah tertutup sempurna untuk apartemen. Setelah beberapa minggu, isiannya bisa dikubur di tanah untuk menyelesaikan proses penguraian.
Membuat kompos lebih dari sekadar mengurangi sampah, ini juga memberi kepuasan tersendiri. Menyaksikan sisa makanan berubah menjadi sesuatu yang berguna terasa seperti keajaiban. Selain itu, Anda akan membuang lebih sedikit kantong sampah, mengurangi pengeluaran untuk pupuk, dan membantu lingkungan.
Setelah terbiasa, proses ini akan menjadi kebiasaan alami. Anda bahkan mungkin mulai melihat sisa dapur dengan perspektif baru, bukan sebagai sampah, tetapi sebagai awal dari sesuatu yang berharga. Jadi, ambil wadah kompos, simpan sisa sayur dan buah, dan saksikan perubahan menakjubkan ini. Siapa sangka, mengubah sampah menjadi "emas" bisa menjadi kebiasaan paling memuaskan yang pernah Anda mulai!