Ingatkah Anda saat pertama kali melihat peluncuran roket di televisi, mata membesar, jantung berdebar, sambil bertanya-tanya apakah suatu hari nanti orang biasa bisa ikut ke luar angkasa?


Hari itu ternyata semakin dekat. Wisata luar angkasa, yang dulu terdengar mustahil, kini mulai menjadi kenyataan.


Bayangkan sensasi melayang tanpa gravitasi, melihat Bumi dari tepi kosmos, semua sebagai bagian dari liburan komersial. Mari kita telusuri industri yang sedang booming ini dan apa artinya bagi masa depan perjalanan manusia.


Awal Mula Wisata Luar Angkasa


Konsep wisata luar angkasa sudah ada selama beberapa dekade, namun baru beberapa tahun terakhir ini benar-benar berkembang. Pada awal 2000-an, perusahaan swasta seperti Blue Origin mulai menguji pesawat luar angkasa dengan visi jelas: membuka akses perjalanan luar angkasa untuk masyarakat umum. Misi pertama mereka, meski singkat, menjadi langkah monumental menuju realisasi perjalanan komersial ke luar angkasa.


Sebagai contoh, pada 2021, roket New Shepard milik Blue Origin membawa awak yang termasuk Jeff Bezos sendiri, membuktikan bahwa dengan teknologi dan investasi yang tepat, batasan kosmos bukan lagi hanya untuk kaum superkaya. Lalu, apa artinya ini bagi orang biasa?


Perjalanan Luar Angkasa Masih Mahal


Salah satu tantangan terbesar wisata luar angkasa adalah biayanya. Saat ini, tiket untuk penerbangan suborbital, di mana penumpang mengalami beberapa menit melayang tanpa gravitasi dapat berkisar antara 250.000 hingga 500.000 dolar AS. Bagi sebagian besar orang, itu bukan angka yang mudah dijangkau. Namun, seiring kemajuan teknologi dan semakin banyak perusahaan yang ikut bersaing, diperkirakan harga akan menurun secara bertahap, mirip seperti bagaimana perjalanan udara komersial dulu menjadi lebih terjangkau.


Bahkan, sebuah laporan dari UBS memperkirakan industri wisata luar angkasa bisa mencapai nilai 3 miliar dolar AS pada 2030. Pertumbuhan perusahaan swasta ini kemungkinan besar akan memicu persaingan yang lebih ketat, yang pada gilirannya dapat menurunkan harga lebih lanjut. Suatu saat nanti, bukan hanya miliarder, tapi masyarakat luas pun bisa merasakan sensasi perjalanan ke luar angkasa.


Pengalaman Seumur Hidup


Lalu, apa yang membuat wisata luar angkasa begitu menarik? Salah satunya adalah pengalaman sekali seumur hidup yang sulit ditandingi. Penumpang penerbangan ini akan dapat melayang tanpa gravitasi, melihat kelengkungan Bumi, dan menyaksikan pemandangan bintang yang menakjubkan. Perspektif ini, melihat planet kita dari luasnya kosmos, sering digambarkan oleh banyak orang sebagai pengalaman yang mengubah hidup.


Jeff Bezos sendiri menyebut penerbangan luar angkasanya sebagai "pengalaman yang paling mendalam." Perubahan perspektif itu, rasa keterhubungan dengan seluruh umat manusia, adalah sesuatu yang tidak bisa ditiru dalam liburan biasa.


Masa Depan Wisata Luar Angkasa


Meski biayanya masih tinggi, wisata luar angkasa diperkirakan akan berkembang dengan cepat. Beberapa perusahaan, termasuk SpaceX dan Blue Origin, sudah menawarkan perjalanan ke luar angkasa. Visi SpaceX bahkan lebih jauh lagi, yaitu membawa penumpang membayar ke Bulan dan Mars di masa depan.


Beberapa kemungkinan yang bisa kita lihat dalam waktu dekat:


- Perjalanan Lebih Lama: Dengan meningkatnya teknologi, perjalanan lebih panjang termasuk penerbangan orbital dan lunar mungkin akan tersedia untuk publik.


- Pilihan Lebih Terjangkau: Dengan persaingan yang meningkat dan teknologi yang lebih murah, tiket bisa menjadi lebih mudah dijangkau oleh lebih banyak orang.


- Hotel Luar Angkasa: Bayangkan menginap di hotel mewah di orbit, dengan pemandangan Bumi yang menakjubkan. Perusahaan sudah meneliti konsep habitat dan hotel di luar angkasa, menjadikan ini kemungkinan nyata.


Perkembangan ini bisa menjadikan wisata luar angkasa sebagai industri yang berkembang pesat, menawarkan pengalaman perjalanan yang melebihi imajinasi manusia.


Dampak Lingkungan


Seiring semua keseruan ini, ada pertanyaan penting: bagaimana dampaknya terhadap lingkungan? Perjalanan luar angkasa membutuhkan energi besar, dan peluncuran roket melepaskan emisi karbon. Meski ini menjadi perhatian, perusahaan berusaha membuat perjalanan luar angkasa lebih berkelanjutan.


Contohnya, SpaceX mengembangkan roket yang dapat digunakan ulang, yang bisa diluncurkan berkali-kali, membantu mengurangi limbah dan biaya. Selain itu, beberapa perusahaan wisata luar angkasa juga mengeksplorasi cara menyeimbangkan dampak lingkungan mereka, seperti menggunakan bahan bakar berkelanjutan atau program pengimbangan karbon.


Upaya ini menunjukkan bahwa industri wisata luar angkasa sadar akan dampaknya dan sedang bekerja menuju solusi yang lebih ramah lingkungan.


Kesimpulan


Wisata luar angkasa perlahan berubah dari fantasi menjadi kenyataan. Meskipun belum bisa diakses semua orang, teknologi terus berkembang, dan mimpi untuk pergi ke luar angkasa semakin mendekati kenyataan. Seiring industri ini tumbuh, kita akan menyaksikan inovasi yang membuat perjalanan ke luar angkasa lebih aman, terjangkau, dan ramah lingkungan.


Mungkin butuh beberapa tahun sebelum orang biasa bisa merasakan sensasi luar angkasa, tapi satu hal pasti: masa depan perjalanan terlihat semakin seru dan semakin luas dari sebelumnya.