Melihat teratai melayang lembut di permukaan kolam adalah pemandangan yang menenangkan.
Bunga yang indah dan daun bulatnya menciptakan suasana magis yang membuat siapa pun betah berlama-lama menatapnya.
Namun, untuk menjaga teratai tetap sehat dan terus mekar sepanjang musim, dibutuhkan perhatian khusus. Dengan memahami cara merawat teratai dengan benar, Anda bisa menciptakan taman air yang selalu memukau.
Langkah pertama untuk memastikan teratai tumbuh subur adalah memilih wadah yang sesuai.
1. Ukuran yang ideal
Pilih wadah yang lebar dan dangkal agar akar teratai dapat menyebar dengan baik. Sebagai contoh, wadah berdiameter 30–40 cm cocok untuk sebagian besar teratai kecil hingga sedang.
2. Material wadah
Wadah yang terbuat dari bahan berat seperti keramik atau plastik tebal membantu tanaman tetap stabil di dalam air. Hindari pot yang ringan karena mudah terangkat atau miring ketika berada di kolam.
3. Penempatan
Tempatkan wadah di area kolam yang mendapatkan sinar matahari penuh minimal 4–6 jam setiap hari. Sinar matahari sangat penting untuk pertumbuhan daun yang sehat dan bunga yang cantik.
Menanam teratai dengan benar menjadi fondasi bagi pertumbuhan yang kuat dan mekar yang indah.
1. Memilih media tanam
Gunakan tanah liat berat atau tanah loam yang tidak mudah hanyut dalam air. Hindari tanah kebun biasa atau campuran pot, karena bisa mengapung dan membuat air menjadi keruh.
2. Posisi rimpang
Letakkan rimpang dengan sudut 45 derajat, pastikan tunas pertumbuhan sedikit terlihat di atas permukaan tanah. Tutupi permukaan tanah dengan lapisan kerikil tipis agar rimpang tetap berada di tempatnya.
3. Kedalaman air
Untuk teratai kecil, idealnya mahkota tanaman berada 15–45 cm di bawah permukaan air. Sedangkan untuk varietas yang lebih besar, kedalaman bisa lebih dari itu. Sesuaikan kedalaman seiring pertumbuhan agar daun selalu mengapung di permukaan.
Teratai membutuhkan nutrisi agar tetap tumbuh subur dan menghasilkan bunga yang memikat.
1. Tablet pupuk
Dorong tablet pupuk slow-release khusus tanaman air ke dalam tanah di dekat akar setiap bulan selama masa pertumbuhan. Cara ini memberi nutrisi tanpa membuat air menjadi keruh.
2. Memantau kondisi daun
Daun yang menguning atau jumlah bunga berkurang bisa menjadi tanda kekurangan nutrisi. Menambahkan beberapa tablet pupuk ekstra atau pupuk cair encer dapat membantu pertumbuhan.
3. Hindari pemupukan berlebihan
Terlalu banyak pupuk bisa menyebabkan daun tumbuh terlalu rimbun, tetapi bunga menjadi sedikit. Selain itu, dapat memicu pertumbuhan alga. Selalu ikuti dosis yang dianjurkan pada kemasan produk.
Merawat daun dan bunga secara rutin membuat teratai tetap indah dan sehat.
1. Menghapus daun tua
Potong daun yang menguning atau membusuk di bagian pangkal untuk mencegah pembusukan di air. Ini juga membantu sirkulasi air lebih lancar dan mengurangi risiko hama.
2. Memotong bunga yang layu
Bunga yang sudah mekar dan layu sebaiknya dipangkas di dekat pangkalnya. Langkah ini merangsang tanaman untuk menghasilkan bunga baru dan menjaga tampilan kolam tetap rapi.
3. Mengatur kepadatan tanaman
Jika teratai terlalu rimbun, kurangi jumlah tanaman di wadah. Terlalu padat membuat sinar matahari sulit menembus, sehingga produksi bunga menurun.
Teratai termasuk tanaman yang tangguh, tetapi tetap bisa terserang hama atau penyakit.
1. Mengatasi serangga
Aphid atau siput kadang muncul di daun atau bunga. Semprot dengan air perlahan atau ambil secara manual untuk melindungi tanaman.
2. Masalah jamur
Tanda jamur atau daun membusuk bisa berupa bercak cokelat. Segera buang daun yang terkena dan pastikan sinar matahari serta sirkulasi air cukup.
3. Pencegahan alami
Menambahkan ikan kecil seperti ikan mas di kolam dapat membantu mengendalikan siput dan hama lain, menciptakan ekosistem yang seimbang untuk teratai.
Dengan perawatan yang tepat, teratai menjadi pusat keindahan di kolam atau taman air Anda. Memilih wadah yang sesuai, menanam dengan benar, memberi nutrisi seimbang, dan rutin merawat daun serta bunga akan memastikan teratai selalu mekar menawan. Dengan langkah sederhana yang konsisten, memangkas daun tua, memantau kualitas air, dan memastikan sinar matahari cukup, Anda bisa memiliki taman air yang memukau dan menenangkan sepanjang musim.