Hi, Lykkers! Serval merupakan kucing liar berukuran sedang yang berasal dari Afrika dan memiliki penampilan berbeda dari kucing besar seperti singa atau harimau.
Tubuhnya ramping, kakinya panjang, dan telinganya terlihat besar dibandingkan ukuran kepalanya. Di Indonesia, serval dapat dilihat di lembaga konservasi, salah satunya Kebun Binatang Surabaya (KBS).
Pada November 2024, KBS memperkenalkan sepasang serval kepada pengunjung sebagai bagian dari satwa yang baru diperkenalkan. Kehadiran hewan ini menarik perhatian karena serval bukan satwa asli Indonesia dan memiliki sejumlah kemampuan yang menarik untuk dipelajari.
Serval memiliki nama ilmiah Leptailurus serval. Kucing liar ini dikenal dengan tubuh yang relatif ramping, kaki panjang, serta bulu berwarna kuning keemasan yang dihiasi bintik dan garis hitam. Bentuk tubuh tersebut membuat serval mudah dikenali dibandingkan jenis kucing liar lainnya.
Kaki yang panjang membantu serval bergerak melewati rerumputan tinggi. Telinganya yang besar juga menjadi salah satu ciri khasnya. Kemampuan pendengarannya yang baik membantu serval mendeteksi keberadaan mangsa di lingkungan sekitarnya.
Habitat alami serval berada di Afrika. Hewan ini banyak ditemukan di lingkungan yang memiliki rerumputan dan ketersediaan air yang cukup. Serval menggunakan kemampuan berburu dan inderanya untuk menemukan mangsa di habitat tersebut.
Serval dapat aktif pada berbagai waktu, tetapi sering lebih aktif pada malam hari. Di alam, serval memangsa berbagai hewan berukuran kecil, termasuk tikus, burung, katak, dan hewan kecil lainnya.
Salah satu bagian tubuh serval yang paling mudah dikenali adalah telinganya. Ukurannya cukup besar dan dapat bergerak sehingga membantu serval menangkap suara dari berbagai arah.
Indra pendengaran yang baik menjadi salah satu kelebihan serval ketika mencari mangsa. Hewan ini dapat memanfaatkan suara untuk mengetahui keberadaan hewan kecil yang mungkin tidak langsung terlihat dari tempatnya berdiri.
Kebun Binatang Surabaya memperkenalkan sepasang serval kepada pengunjung pada 9 November 2024. Serval jantan diberi nama Jack, sedangkan betinanya bernama Jill. Keduanya sebelumnya telah berada di KBS sejak 14 Agustus 2024 dan menjalani masa penyesuaian sebelum diperkenalkan kepada masyarakat.
Menurut keterangan KBS yang diberitakan pada saat pengenalan, kedua serval tersebut berasal dari Lembang Zoo. Kehadiran mereka menambah jenis satwa mamalia yang dapat dilihat pengunjung di KBS.
Meskipun memiliki bentuk tubuh yang menyerupai kucing, serval merupakan satwa liar. Karakteristik dan kebutuhan hidupnya berbeda dengan kucing rumahan. Serval memiliki naluri berburu serta kemampuan fisik yang mendukung kehidupannya di alam.
Karena itu, keberadaan serval di lembaga konservasi memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal satwa liar tanpa harus melihatnya langsung di habitat asalnya. Pengunjung dapat mempelajari ciri tubuh, perilaku, dan kebiasaan makan serval melalui informasi yang tersedia di kawasan satwa.
Di habitat alaminya, serval dapat memangsa kelinci, tikus, burung, katak, dan hewan kecil lainnya. Sementara itu, menurut keterangan pihak KBS ketika satwa tersebut diperkenalkan, makanan serval di KBS berupa daging merah dan ayam yang diberikan dua kali sehari.
Pemberian makanan di lingkungan kebun binatang disesuaikan dengan kebutuhan satwa dan perawatan yang dilakukan oleh pengelola. Hal tersebut berbeda dengan kehidupan serval di alam yang harus mencari dan menangkap mangsanya sendiri.
Serval merupakan salah satu kucing liar Afrika yang memiliki ciri tubuh dan kemampuan indra yang menarik. Kehadiran Jack dan Jill di Kebun Binatang Surabaya memberikan kesempatan bagi pengunjung Indonesia untuk mengenal satwa ini secara lebih dekat.
Melalui pengamatan dan informasi mengenai kehidupan serval, masyarakat dapat memahami bahwa setiap satwa memiliki kebutuhan serta karakteristik yang berbeda. Keberadaan satwa liar di lembaga konservasi juga dapat menjadi sarana pendidikan untuk mengenal keanekaragaman hewan dari berbagai wilayah dunia.