Jamel Shabazz, seorang fotografer terkenal dari Amerika Serikat, menggambarkan karyanya sebagai bentuk alkimia—membekukan waktu dan gerakan melalui gambar.
Sejak tahun 1970-an, ia telah mendedikasikan kariernya untuk mendokumentasikan New York City, dengan fokus khusus pada orang-orang yang ia temui di jalanan.
Fotografinya menyoroti kehidupan sehari-hari, menampilkan baik perjuangan maupun perayaan dari berbagai komunitas.
Fotografi hadir dalam kehidupan Shabazz sejak usia dini. Ayahnya, seorang fotografer berpengalaman, mengubah rumah mereka di Brooklyn menjadi studio, mengambil potret keluarga dan teman di akhir pekan. Rumah mereka dipenuhi dengan buku-buku fotografi, termasuk *Black in White America* karya Leonard Freed (1969), yang sangat memengaruhinya.
Koleksi gambar ini memberikan sekilas pandang ke kehidupan di luar lingkungannya sendiri, membentuk visi artistiknya. Pada usia 15 tahun, Shabazz meminjam Kodak Instamatic 126 dari ibunya dan mulai memotret teman-teman sekelasnya, menandai awal dari hasratnya untuk bercerita melalui citra.
Setelah kembali ke New York di usia awal dua puluhan, Shabazz mengejar misi yang jelas: mendokumentasikan komunitasnya dengan tulus. Karyanya menyajikan pandangan multifaceted tentang kehidupan kota, menyoroti baik kesulitan maupun ketahanan orang-orang yang ia foto.
Gambar-gambarnya menampilkan berbagai emosi dan pengalaman—dari momen kegembiraan dan tren mode hingga tantangan perkotaan. Kemampuannya yang unik untuk menciptakan hubungan dengan subjeknya memungkinkan potret yang sangat ekspresif yang mencerminkan tidak hanya esensi mereka tetapi juga perspektifnya sebagai seniman.
Shabazz dikenal luas karena dokumentasinya tentang budaya jalanan, terutama selama tahun 1980-an di New York. Gambar-gambarnya menggambarkan evolusi mode, musik, dan gerakan sosial, menjadikan karyanya berharga untuk studi sejarah dan seni.
Pendekatannya berpusat pada rasa hormat dan keterlibatan, memastikan bahwa setiap foto menceritakan kisah yang bermakna. Selama bertahun-tahun, karyanya telah mendapat pengakuan dari publikasi besar dan telah ditampilkan dalam pameran di seluruh dunia.
Pameran *"Seconds of My Life: Photographs from 1975-2025"* di Bronx Documentary Center merayakan karier luas Shabazz, menampilkan dedikasinya untuk menangkap esensi kehidupan melalui fotografi.
Filosofinya menekankan pentingnya hubungan antara fotografer dan subjek, menciptakan gambar yang terasa pribadi dan autentik. Pameran ini akan tetap dibuka, diikuti oleh perilisan Drama & Flava (Powerhouse Books) pada bulan Juni. Buku yang akan datang ini mengeksplorasi gaya jalanan New York tahun 1980-an, periode yang berhasil didokumentasikan oleh Shabazz dan kemudian diciptakan ulang untuk publikasi mode terkemuka.
Melalui karyanya, Jamel Shabazz terus melestarikan semangat New York City, menawarkan perspektif abadi tentang orang-orang dan budayanya. Fotografinya berfungsi sebagai ekspresi seni sekaligus catatan sejarah, menjadikan kontribusinya pada fotografi sangat berharga.