Sup ayam telah lama dikenal sebagai makanan yang memberikan kenyamanan di berbagai budaya di dunia. Dari laksa Malaysia hingga avgolemono Yunani dan samgyetang Korea, sup ayam memiliki tempat istimewa dalam tradisi kuliner, terutama saat cuaca dingin.
Namun, apakah manfaat kesehatan yang terkait dengan sup ayam ini benar-benar didukung oleh ilmu pengetahuan atau hanya sekadar mitos yang menenangkan?
Obat dengan Sejarah
Keyakinan tentang kekuatan penyembuhan sup ayam sudah ada sejak zaman kuno. Pada abad ke-12, seorang dokter dan filsuf Yahudi, Moshe ben Maimon, menyarankan bahwa sup ayam dapat meredakan gejala pernapasan. Konsep ini pun mendapat dukungan dari penelitian modern. Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal CHEST pada tahun 2000 menunjukkan bahwa sup ayam memiliki sifat antiinflamasi. Penelitian ini mengungkapkan bahwa sup ayam dapat membantu mengurangi pergerakan neutrofil, yaitu sel darah putih yang berperan dalam respons kekebalan tubuh. Ini dapat meredakan gejala pilek, yang sering muncul saat cuaca dingin.
Manfaat Gizi
Selain dikenal sebagai makanan yang menenangkan, sup ayam juga mengandung banyak nutrisi yang dapat mendukung kesehatan tubuh. Joel Feren, juru bicara Asosiasi Dietis Diet Australia, menjelaskan bahwa ayam mengandung zat besi, seng, dan protein yang sangat bermanfaat untuk tubuh. Dengan menambahkan sayuran, nilai gizi sup ayam semakin meningkat, terutama dengan kandungan antioksidan dan vitamin C yang dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh. Kombinasi ini bekerja bersama-sama untuk menjaga tubuh Anda tetap sehat, terutama saat cuaca dingin.
Hidrasi dan Kenyamanan
Memastikan tubuh tetap terhidrasi adalah hal yang sangat penting, terutama ketika Anda sedang tidak enak badan. Sup ayam menawarkan pilihan yang hangat dan melembabkan, yang tidak hanya menambah kenyamanan tetapi juga membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh. Ini sangat berguna ketika Anda sedang berjuang melawan pilek atau flu. Selain itu, karbohidrat yang sering ada dalam sup ayam, seperti mie, dapat membuat Anda merasa kenyang lebih lama, memberikan kenyamanan tambahan dan membantu Anda tidur dengan lebih nyenyak.
Emily Duffell, seorang konsultan tidur, menjelaskan bahwa ayam mengandung triptofan, asam amino yang dapat membantu tubuh menghasilkan serotonin atau hormon yang berperan dalam relaksasi dan kenyamanan. Ini menjelaskan mengapa sup ayam tidak hanya membantu Anda merasa lebih baik secara fisik, tetapi juga memberikan efek menenangkan yang dapat membuat tidur Anda lebih nyenyak.
Pemulihan Pasca Melahirkan
Di beberapa budaya, sup ayam juga dihormati karena manfaat restoratifnya, terutama setelah melahirkan. Sebagai contoh, hidangan niang jiu ji dari budaya Hakka di Tiongkok (sebelumnya dikenal sebagai China) menggabungkan ayam dengan jahe, kurma merah, dan tonik beras lokal. Hidangan ini dipercaya dapat membantu mengembalikan energi dan memberikan nutrisi kepada ibu baru setelah melahirkan.
Dietitian Joel Feren menyatakan bahwa kombinasi zat besi, seng, protein, dan vitamin C dalam sup ayam dapat mendukung pemulihan tubuh setelah melahirkan. Meski demikian, dia menambahkan bahwa meskipun sup ayam kaya akan manfaat, itu bukanlah obat ajaib yang bisa menyembuhkan segala penyakit.
Seimbangkan Tradisi dengan Ilmu Pengetahuan
Sup ayam memang sering disebut sebagai "penisilin Yahudi" karena sifat penyembuhannya yang sudah dikenal sejak lama. Walaupun tidak bisa dianggap sebagai obat mujarab, sup ayam memiliki sifat antiinflamasi, kandungan gizi yang tinggi, dan efek melembabkan yang membuatnya menjadi tambahan berharga dalam diet sehari-hari, terutama saat Anda merasa kurang sehat.
Apakah Anda menikmatinya karena nilai tradisional yang dimilikinya atau karena manfaat kesehatannya, mangkuk sup ayam yang hangat tentu bisa memberikan kenyamanan dan membuat Anda merasa lebih baik.