Dalam beberapa tahun terakhir, industri makanan telah beralih ke alternatif rendah lemak dan berbasis tumbuhan.


Namun, perkembangan yang mengejutkan terjadi dengan kebangkitan kembali produk susu tradisional seperti susu full cream, yogurt Yunani, dan mentega. Perubahan ini mencerminkan adanya preferensi yang berkembang di kalangan konsumen untuk mengonsumsi makanan yang lebih sedikit diproses, menghindari makanan yang telah melalui banyak modifikasi, yang kini telah membanjiri pasar.


Peningkatan Penjualan


Para pengecer mencatat lonjakan penjualan susu full cream dan yogurt full cream yang signifikan, dengan data menunjukkan peningkatan pencarian online untuk produk-produk ini. Sebagai contoh, sebuah laporan dari Waitrose mengungkapkan bahwa pencarian untuk “susu full cream” dan “yogurt full cream” melonjak masing-masing sebesar 417% dan 233%. Sementara itu, penjualan “mentega blok” meningkat hingga 280%, menunjukkan bahwa konsumen semakin memilih bahan-bahan yang lebih familiar dan alami.


Perubahan Perspektif


Perubahan dalam preferensi konsumen ini tampaknya dipengaruhi oleh kesadaran yang berkembang terkait dampak kesehatan. Fokus yang semakin menurun terhadap diet rendah lemak sejalan dengan penelitian baru yang menunjukkan bahwa hubungan antara lemak jenuh dan penyakit jantung tidak sekuat yang diperkirakan sebelumnya. Para ahli gizi menekankan bahwa produk yang berasal dari makanan utuh dapat bermanfaat jika dikonsumsi dengan moderasi, mendorong pendekatan yang lebih seimbang terhadap pilihan diet.


Makanan yang Terlalu Diproses


Diskusi tentang makanan yang terlalu diproses (UPF) juga memainkan peran penting dalam kebangkitan produk susu ini. Banyak konsumen semakin khawatir dengan produk berbahan dasar tumbuhan yang sangat diproses, yang sering kali tidak memberikan rasa dan nutrisi yang mereka cari. Menurut Maddy Wilson, Direktur Merek dari Waitrose, pelanggan kini lebih memilih opsi yang lebih sederhana dan tidak terlalu diproses, yang selaras dengan keinginan mereka untuk makan dengan lebih sehat dan otentik.


Alternatif Berbasis Tumbuhan


Kembalinya susu penuh ini menantang pasar daging dan susu berbasis tumbuhan, yang sebelumnya mengalami pertumbuhan pesat. Harga tinggi produk berbasis tumbuhan dibandingkan dengan susu tradisional membuat konsumen mulai mempertimbangkan kembali pilihan mereka. Data dari Kantar menunjukkan bahwa penjualan susu full cream telah melampaui susu berbasis tumbuhan, dengan konsumen lebih memilih opsi yang sudah dikenal dan lebih terjangkau.


Tren Memasak di Rumah


Keinginan untuk mengonsumsi makanan yang tidak diproses ini juga mendorong banyak orang untuk berhenti membeli makanan siap saji, dengan 54% orang mengaku bahwa kesadaran tentang makanan yang terlalu diproses telah mendorong mereka untuk lebih sering memasak dari bahan dasar. Tren ini tidak hanya mendorong pola makan yang lebih sehat, tetapi juga menunjukkan preferensi yang semakin meningkat terhadap bahan-bahan utuh ketimbang pengganti yang telah diproses. Seiring dengan semakin tingginya kesadaran masyarakat terhadap pilihan makanan mereka, perhatian terhadap manfaat gizi produk susu semakin mendapatkan tempat. Banyak orang kini semakin memprioritaskan asupan kalsium untuk kesehatan mereka, dan penerimaan terhadap mentega serta susu full cream menjadi semakin berkembang.


Pergeseran ini mengingatkan kita bahwa terkadang, kembali kepada makanan tradisional bisa menjadi cara yang sangat baik untuk memberi nutrisi bagi tubuh! Dalam dunia yang semakin sibuk dengan pilihan makanan instan dan praktis, kembalinya konsumsi produk susu penuh menunjukkan bahwa kesederhanaan dan keaslian dalam makanan tetap memiliki daya tarik yang besar bagi konsumen modern.


Dengan semakin banyaknya orang yang menyadari pentingnya nutrisi dalam makanan mereka, tren ini menjadi tanda bahwa ada perubahan besar dalam bagaimana kita memandang makanan dan gaya hidup sehat. Mengonsumsi makanan yang lebih alami, yang tidak terjebak dalam proses pembuatan yang rumit, bisa menjadi pilihan yang lebih bijak untuk masa depan kita yang lebih sehat.