Kita semua tahu bahwa minuman manis seperti soda dan jus buah buruk untuk ukuran pinggang kita, tetapi apakah minuman ini juga lebih berbahaya bagi kesehatan jantung kita dibandingkan dengan camilan manis lainnya?


Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam Frontiers in Public Health mengungkapkan bahwa minuman manis mungkin lebih merugikan kesehatan Anda daripada yang Anda kira, terutama ketika berhubungan dengan sistem kardiovaskular.


Bagaimana Studi Ini Dilakukan


Tim peneliti menganalisis data lebih dari 69.000 orang dewasa di Swedia yang berusia antara 45 hingga 83 tahun, selama 22 tahun. Para peserta memberikan informasi terperinci mengenai kebiasaan makan dan minum mereka, termasuk konsumsi minuman manis, camilan manis, dan topping seperti madu atau selai. Data ini memungkinkan tim untuk mempelajari kaitan antara berbagai sumber gula tambahan dan risiko tujuh jenis penyakit kardiovaskular, termasuk gagal jantung.


Para peneliti membagi konsumsi gula menjadi tiga kategori:


- Minuman manis: Soda, jus buah, dan teh manis (tidak termasuk jus buah murni).


- Camilan manis: Kue, es krim, cokelat, dan camilan manis lainnya.


- Topping: Gula, madu, selai, dan marmalade.


Apa yang Ditemukan oleh Studi Ini?


Meskipun semua sumber gula tambahan berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, minuman manis menonjol sebagai yang paling berbahaya. Studi ini mengungkapkan pola yang mengkhawatirkan: mengonsumsi lebih dari delapan minuman manis per minggu meningkatkan risiko masalah kesehatan jantung. Secara spesifik, mereka yang mengonsumsi minuman ini memiliki risiko yang lebih tinggi sebagai berikut:


- 19% lebih tinggi risiko terkena iskemik


- 18% lebih tinggi risiko gagal jantung


- 11% lebih tinggi risiko fibrilasi atrium


- 31% lebih tinggi risiko aneurisma aorta abdominal


Menariknya, studi ini juga menunjukkan bahwa konsumsi camilan manis yang rendah justru berhubungan dengan peningkatan risiko hasil kesehatan jantung. Hal ini mengindikasikan bahwa ketika Anda mengonsumsi camilan manis, dampaknya terhadap kesehatan mungkin tidak seberat jika Anda mengonsumsi minuman manis.


Mengapa Minuman Manis Begitu Berbahaya?


Salah satu penjelasan mengapa minuman manis dapat berbahaya adalah cara tubuh menyerap gula cair. Berbeda dengan makanan padat, minuman manis memberikan rasa kenyang yang lebih sedikit, sehingga orang cenderung tidak mengurangi asupan kalori secara keseluruhan. Ini dapat menyebabkan peningkatan berat badan, yang merupakan faktor risiko utama untuk penyakit kardiovaskular. Selain itu, kalori cair tidak memberikan rasa kenyang yang sama seperti makanan padat, membuat orang lebih cenderung makan berlebihan.


Selain itu, minuman manis sering kali dikonsumsi dalam jumlah yang lebih besar dibandingkan camilan manis, yang berkontribusi pada asupan gula yang lebih tinggi secara keseluruhan. Sebagai contoh, sebuah kaleng soda dapat mengandung lebih dari 39 gram gula, sekitar 80% dari jumlah maksimal gula tambahan yang disarankan per hari.


Bagaimana Mengurangi Konsumsi Minuman Manis?


Lalu, bagaimana cara Anda menjaga kesehatan jantung Anda sambil tetap memuaskan keinginan untuk makan manis? Berikut beberapa tips praktis:


1. Baca Label: Perhatikan bahan-bahan seperti "sirup", "gula", atau "pemanis" pada label minuman. Pilihlah minuman dengan sedikit atau tanpa tambahan gula.


2. Minum Air Putih: Pilihan yang paling sederhana dan sehat. Air putih menghidrasi, menyegarkan, dan bebas gula tambahan.


3. Cobalah Minuman Tanpa Pemanis: Pilih teh herbal tanpa pemanis atau air soda berkarbonasi sebagai alternatif rendah gula yang nikmat.


4. Pilih Jus Buah 100%: Pilih jus buah 100% yang tidak mengandung gula tambahan. Meskipun mengandung gula alami, jus ini tetap harus dikonsumsi dalam jumlah yang wajar.


5. Buat Minuman Sendiri: Anda bisa berkreasi dengan memadukan air dengan buah-buahan, rempah, atau mentimun untuk rasa segar tanpa gula tambahan.


Tidak semua gula tambahan diciptakan sama. Meskipun camilan manis dan topping dapat berkontribusi pada peningkatan risiko penyakit jantung, minuman manis merupakan yang paling berbahaya. Dengan membatasi atau bahkan menghindari minuman manis, Anda bisa secara signifikan mengurangi risiko penyakit jantung dan masalah kesehatan lainnya. Untungnya, dengan banyaknya alternatif yang lezat, kini lebih mudah untuk menikmati minuman yang kaya rasa tanpa dampak buruk dari gula tambahan.


Jadi, lain kali Anda ingin menikmati minuman manis, pertimbangkan untuk menggantinya dengan alternatif yang lebih menyegarkan dan jauh lebih baik untuk kesehatan jantung Anda. Semoga kesehatan Anda selalu terjaga!