Terlalu cepat merasa ngos-ngosan setelah lari sebentar atau kelelahan setelah menaiki beberapa anak tangga? Anda tidak sendirian.
Banyak orang mengalami stamina yang kurang prima, bahkan jika sudah rutin berolahraga. Namun, bagaimana jika stamina Anda bisa meningkat drastis hanya dalam beberapa minggu tanpa harus menghabiskan berjam-jam di treadmill?
Jawabannya ada pada metode latihan yang sedang populer, yaitu High-Intensity Interval Training atau HIIT. Metode latihan yang cepat dan efisien ini bukan hanya hebat untuk membakar kalori, tapi juga sangat efektif dalam membangun daya tahan kardiovaskular dan otot. Mari kita kupas bagaimana HIIT bekerja dan bagaimana Anda bisa memanfaatkannya untuk meningkatkan stamina dengan cepat dan praktis.
HIIT adalah latihan yang mengombinasikan periode aktivitas intensitas tinggi dalam waktu singkat dengan periode pemulihan yang ringan. Misalnya, berlari sprint selama 30 detik, lalu berjalan santai selama 60 detik. Siklus ini diulang selama 15 hingga 30 menit, tergantung tingkat kebugaran Anda.
Latihan ini membuat jantung, paru-paru, dan otot Anda beradaptasi dengan cepat. Mereka dipaksa bekerja secara maksimal dan efisien saat mendapat tekanan. Seiring waktu, sistem kardiovaskular Anda menjadi lebih kuat, otot-otot lebih tahan lama, dan sistem energi tubuh semakin efisien dalam mengelola sumber daya.
Berbeda dengan kardio steady-state seperti jogging atau bersepeda dengan kecepatan konstan, HIIT menantang kedua sistem energi aerobik dan anaerobik sekaligus. Permintaan ganda ini melatih tubuh Anda agar bisa pulih lebih cepat, memanfaatkan oksigen secara optimal, dan mengelola produksi energi dengan lebih baik. Karena alasan ini, banyak atlet ketahanan memasukkan HIIT dalam rutinitas mereka sebagai pelengkap latihan jarak jauh.
Sebuah penelitian yang diterbitkan di Journal of Physiology menunjukkan bahwa hanya dengan enam sesi HIIT selama dua minggu, kemampuan daya tahan meningkat setara dengan beberapa minggu latihan kardio steady-state tradisional. Ini membuktikan betapa efektifnya HIIT dalam meningkatkan kebugaran kardiovaskular dan kapasitas daya tahan secara cepat.
Jika Anda baru mengenal HIIT atau latihan daya tahan, mulailah dengan latihan sederhana dan tingkatkan intensitas secara bertahap. Berikut dua contoh rutin yang mudah untuk dicoba:
1. Rutin Sprint-Jalan 20 Menit
- Sprint selama 30 detik
- Jalan santai selama 90 detik
- Ulangi 8-10 kali
2. Sirkuit HIIT dengan Latihan Berat Badan
- 40 detik jumping jacks
- Istirahat 20 detik
- 40 detik mountain climbers
- Istirahat 20 detik
- 40 detik high knees
- Istirahat 20 detik
- Ulangi sirkuit 3-4 kali
Latihan ini tidak memerlukan alat atau gym dan intensitasnya bisa Anda sesuaikan dengan kondisi kebugaran saat ini.
Untuk mendapatkan hasil maksimal dalam membangun daya tahan, lakukan HIIT 2 hingga 3 kali per minggu dengan minimal satu hari istirahat atau aktivitas ringan di antaranya. Terlalu sering berlatih tanpa jeda bisa menyebabkan kelelahan dan risiko cedera, terutama saat tubuh Anda masih beradaptasi dengan tuntutan tinggi dari HIIT.
Pada hari non-HIIT, pilihlah aktivitas ringan seperti berjalan santai atau berenang untuk membantu pemulihan sekaligus menjaga tubuh tetap aktif.
1. Utamakan Teknik yang Benar
Saat berlatih dengan intensitas tinggi, mudah sekali tergoda untuk bergerak cepat dan mengorbankan bentuk tubuh yang benar. Hal ini bisa menyebabkan cedera dan mengurangi efektivitas latihan. Selalu jaga teknik yang tepat.
2. Jangan Lewatkan Pemanasan dan Pendinginan
Mulailah setiap sesi dengan 5-10 menit kardio ringan dan latihan mobilitas, lalu akhiri dengan pendinginan dan peregangan agar tubuh tidak kaku.
3. Catat Perkembangan Anda
Rekam berapa banyak putaran yang Anda selesaikan, berapa lama bisa sprint, atau bagaimana perubahan denyut jantung istirahat. Melihat kemajuan akan meningkatkan motivasi.
4. Konsistensi Lebih Penting daripada Kesempurnaan
Tidak apa-apa jika Anda melewatkan sesi latihan. Peningkatan stamina adalah perjalanan jangka panjang. Yang penting adalah rutin berlatih.
Anda tidak bisa mengandalkan latihan saja tanpa dukungan nutrisi dan istirahat yang cukup. Untuk mendukung usaha HIIT dan membangun stamina yang tahan lama:
- Konsumsi karbohidrat kompleks seperti oat, ubi jalar, dan quinoa untuk bahan bakar tubuh.
- Sertakan protein tanpa lemak untuk membantu pemulihan otot.
- Minum air yang cukup, terutama saat berlatih di cuaca panas.
- Tidur minimal 7-9 jam setiap malam agar tubuh bisa membangun dan beradaptasi.
Jika Anda melakukan latihan HIIT intens, cobalah makan camilan ringan sekitar 30-60 menit sebelum mulai latihan.
1. Latihan Maksimal Setiap Hari
Tubuh perlu waktu untuk pulih dan beradaptasi. Melakukan HIIT setiap hari tanpa istirahat bisa membuat Anda cepat lelah dan berisiko cedera.
2. Mengabaikan Mobilitas dan Fleksibilitas
Otot dan sendi yang kaku bisa membatasi gerakan saat melakukan latihan cepat. Lakukan peregangan atau foam rolling secara rutin untuk menjaga kelenturan.
3. Mengabaikan Latihan Kardio Stabil
HIIT luar biasa efektif, tapi tidak bisa menggantikan seluruh latihan kardio steady-state. Sertakan satu sesi kardio intensitas sedang dalam seminggu untuk hasil yang seimbang.
Stamina bukan hanya milik pelari maraton atau atlet profesional. Dengan pendekatan HIIT yang tepat, siapa pun bisa meningkatkan daya tahan dalam waktu lebih singkat dari yang Anda bayangkan. Baik untuk mengejar anak-anak tanpa kelelahan, menaklukkan jalur hiking, atau merasa lebih bertenaga sepanjang hari, menambahkan HIIT ke dalam rutinitas mingguan akan membuat perbedaan yang nyata.
Jadi, apakah Anda siap menukar latihan panjang yang membosankan dengan sesuatu yang singkat, berkeringat, dan sangat efektif? Cobalah salah satu rutinitas ini minggu ini dan rasakan sendiri perubahan positifnya!