Bermain badminton itu bukan hanya soal serangan cepat dan smash mematikan. Ada satu teknik yang seringkali terabaikan namun sangat penting untuk dikuasai, yaitu backhand.


Banyak pemain yang menganggap backhand sebagai pilihan terakhir, sesuatu yang hanya digunakan saat sudah tidak ada pilihan lain. Padahal, dengan teknik yang tepat, backhand bisa menjadi senjata yang sangat efektif untuk mengubah arah permainan, mengacaukan ritme lawan, dan bahkan mencetak poin-poin tak terduga.


Jadi, bagaimana caranya agar backhand bisa menjadi bagian cerdas dalam permainan Anda, bukan sekadar gerakan panik saat terlambat? Mari kita bahas lebih dalam, bukan hanya tentang bagaimana cara memukulnya, tetapi juga kapan, mengapa, dan bagaimana menyamarkannya dalam permainan kompetitif.


Pahami Teknik Dasar Terlebih Dahulu


Sebelum bisa menguasai backhand dengan cerdas, Anda perlu memastikan bahwa teknik dasarnya sudah benar. Backhand yang terburu-buru dan tidak seimbang malah bisa merugikan. Berikut cara memperbaikinya:


- Grip: Gunakan grip ibu jari (atau bevel grip) untuk backhand Anda. Grip ini memberikan kontrol dan daya pukul yang lebih baik.


- Posisi Tubuh: Jaga tubuh Anda tetap menyamping dengan kaki raket sedikit lebih maju. Posisi ini akan membantu Anda lebih mudah menjangkau bola dan menjaga keseimbangan.


- Waktu Pukulan: Usahakan untuk memukul shuttlecock pada titik tertinggi yang memungkinkan, tepat di depan tubuh Anda. Jangan biarkan shuttlecock jatuh terlalu rendah.


Setelah teknik dasar ini dikuasai, langkah selanjutnya adalah memanfaatkan backhand secara strategis.


Gunakan Backhand sebagai Alat Pengaturan


Banyak pemain yang menganggap backhand hanya berguna untuk mengembalikan shuttlecock yang jatuh di sudut belakang lapangan. Padahal, backhand bisa menjadi alat pengaturan yang sangat efektif. Contohnya:


- Backhand Net Drop: Saat Anda berada dekat net dan shuttlecock datang ke sisi non-raket Anda, backhand drop yang lembut bisa mengejutkan lawan. Ini sangat efektif jika lawan mengira Anda akan mengangkat bola.


- Flick Crosscourt: Dengan gerakan pergelangan tangan yang tepat, Anda bisa melakukan flick backhand ke sisi lawan yang berlawanan. Ini memaksa lawan untuk bergerak cepat ke arah yang berlawanan, yang tentunya melelahkan di tengah-tengah rally cepat.


- Deception Pendek: Kadang-kadang, dengan hanya membentuk gerakan seolah-olah Anda akan melakukan backhand lift, lalu tiba-tiba memukulnya dengan lembut untuk menjatuhkan shuttlecock ke net, Anda bisa mengecoh lawan, bahkan yang sudah berpengalaman.


Dalam semua contoh di atas, tujuan Anda bukan hanya mengembalikan shuttlecock, tetapi juga untuk mengacaukan prediksi lawan.


Ketahui Kapan Anda Harus Menghindari Backhand


Tentu saja, ada saat-saat di mana backhand justru menjadi risiko. Mengetahui kapan sebaiknya menghindari backhand bisa menyelamatkan Anda dari kesalahan yang tidak perlu:


- Saat Anda Tidak Seimbang: Jika Anda terpaksa bergerak terlalu jauh ke sudut lapangan dan dalam posisi tidak seimbang, backhand cenderung menghasilkan pukulan yang lemah.


- Melawan Pemain Agresif: Jika lawan Anda terkenal dengan smash kerasnya, hindari memberikan peluang dengan backhand yang lemah. Sebaiknya, gunakan pukulan forehand round-the-head jika ada waktu.


Jadi, menjadi cerdas bukan hanya soal melakukan hal yang tak terduga, tetapi juga mengetahui kapan untuk menghindari mengambil risiko.


Latihan Kecepatan dan Pemulihan yang Cepat


Backhand yang kuat bukan hanya soal pukulan yang akurat. Kunci sebenarnya ada pada seberapa cepat Anda bisa kembali ke posisi semula setelah melakukan pukulan tersebut. Anda perlu:


- Cepat kembali ke tengah lapangan: Setelah melakukan backhand, gerakkan kaki Anda dengan cepat kembali ke posisi netral.


- Amati gerakan raket lawan: Selalu perhatikan raket lawan untuk mengantisipasi pukulan berikutnya.


- Latihan Footwork Cepat: Lakukan latihan kaki dari sudut backhand menuju tengah lapangan, ini akan membantu melatih ingatan otot saat berada dalam tekanan.


Latihan seperti melempar shuttlecock dari sudut backhand atau latihan multi-shuttle yang menargetkan backhand akan membantu Anda membuat keputusan yang cepat dan tepat dalam kondisi permainan yang sesungguhnya.


Belajar dari Pemain Elite


Jika Anda ingin melihat contoh penerapan backhand yang sempurna, lihatlah pemain profesional seperti Taufik Hidayat, yang dikenal dengan smash backhand-nya yang legendaris. Yang perlu diperhatikan bukan hanya kekuatan pukulannya, tetapi juga bagaimana ia dengan percaya diri mengintegrasikan backhand ke dalam permainannya tanpa ragu. Kepercayaan diri seperti ini datang dari berjam-jam latihan yang disengaja dan dari pemahaman bahwa backhand bukanlah kelemahan dalam permainan Anda, melainkan sebuah fitur yang penting.


Peneliti performa olahraga Dr. Stewart Bruce-Low dalam penelitiannya di tahun 2022 mengatakan, "Pemain yang mengembangkan presisi backhand di bawah tekanan akan mendapatkan keunggulan taktis yang signifikan dengan menetralkan dominasi lawan di satu sisi lapangan." Ini menunjukkan bahwa backhand bukan hanya untuk bertahan, tetapi bisa menjadi senjata ofensif yang ampuh.


Kesimpulan: Jadikan Backhand Pilihan Cerdas, Bukan Gerakan Panik


Ketika Anda terjebak di sudut backhand, jangan terburu-buru melepaskan pukulan yang lemah dan berharap shuttlecock akan kembali. Cobalah untuk berpikir: Apa opsi terbaik yang kami miliki? Bisakah kami melakukan drop shot yang tersamar? Haruskah kami melakukan flick crosscourt? Atau lebih baik pindah posisi dan menggunakan forehand saja?


Backhand yang efektif hanya bisa dicapai jika Anda menjadikannya pilihan yang disengaja dan strategis, bukan sekadar gerakan panik. Latihlah dengan penuh kesabaran, percayalah pada kemampuan backhand Anda, dan gunakan dengan tujuan yang jelas.


Pernahkah Anda memenangkan rally dengan pukulan backhand yang cerdik? Atau mungkin kehilangan satu poin karena pukulan backhand yang tidak tepat? Bagikan pengalaman Anda, siapa tahu, cerita Anda bisa menginspirasi orang lain untuk lebih serius dalam mengasah kemampuan backhand mereka.