Bayangkan Anda berusia 11 tahun, masih sering merasa canggung, lalu tiba-tiba terpilih menjadi perwakilan Bumi ke dunia asing yang belum pernah dibayangkan sebelumnya.
Inilah awal perjalanan Elio, seorang anak laki-laki yang penasaran, pemalu, namun menyimpan keberanian besar di dalam dirinya.
Film Elio mengajak Kami menyelami petualangan antargalaksi yang bukan hanya penuh imajinasi, tetapi juga sangat dekat dengan pengalaman hidup sehari-hari.
Sejak pertemuan pertamanya dengan makhluk-makhluk asing, Kami langsung merasakan campuran emosi yang kuat: kagum, takut, bingung, sekaligus bersemangat. Elio tidak digambarkan sebagai pahlawan sempurna. Ia ragu, ia gugup, dan sering merasa tidak cukup berani. Namun justru dari langkah-langkah kecil itulah, peluang luar biasa mulai terbuka. Film ini dengan halus mengingatkan Kami bahwa menerima hal-hal baru, meski terasa menakutkan, bisa menghadirkan pengalaman yang tak terlupakan.
Cerita Elio lahir dari pengalaman pribadi Hector Molina. Ia tumbuh di sebuah pangkalan terpencil dan kemudian melanjutkan studi di California Institute of the Arts. Dalam masa itu, ia merasakan kesendirian, kesulitan beradaptasi, dan pencarian jati diri. Semua perasaan tersebut tercermin kuat dalam karakter Elio.
Kami melihat bagaimana Elio kesulitan membangun hubungan dengan orang-orang di sekitarnya, namun di saat yang sama memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap dunia di luar dirinya. Perpaduan antara keraguan dan keberanian ini terasa sangat nyata. Sebagai penonton, Kami mudah terhubung dengan Elio karena hampir semua orang pernah berada di titik di mana mereka ingin melangkah maju, tetapi masih diliputi rasa takut.
Proyek Elio mulai dikembangkan pada tahun 2022 di bawah arahan Hector Molina. Namun, seiring waktu, ia beralih ke proyek lain. Pada tahun 2024, tongkat estafet diserahkan kepada Madeline Sharafian dan Shih Zhi-Yu sebagai sutradara utama. Kehadiran mereka membawa sudut pandang baru yang segar dan memperkaya cerita.
Bersama tim Pixar, mereka menciptakan "Communiverse", sebuah semesta imajinatif dengan dunia-dunia alien yang unik dan penuh warna. Proses kreatif yang disebut "College Project" memastikan setiap detail digarap dengan penuh perhatian. Kami bisa menikmati keindahan kota-kota alien, ekspresi wajah karakter yang halus, hingga desain pesawat luar angkasa yang rumit. Semua elemen ini membuat dunia Elio terasa hidup dan memikat untuk segala usia.
Dari sisi teknis, Elio adalah suguhan visual yang luar biasa. Pixar memanfaatkan lensa virtual mutakhir untuk menciptakan sudut kamera yang dinamis, serta sistem pencahayaan Luna untuk menyempurnakan gaya visual secara efisien. Hasilnya adalah perpaduan harmonis antara lanskap alien yang fantastis dan suasana Bumi yang terasa akrab.
Kami dapat melihat bagaimana cahaya menyentuh berbagai tekstur, bagaimana bayangan mempertegas emosi, dan bagaimana gerakan kecil mampu menyampaikan perasaan yang besar. Detail-detail inilah yang membuat penonton benar-benar tenggelam dalam perjalanan Elio.
Skor musik karya Rob Simonsen menjadi jiwa emosional film ini. Musiknya mengiringi setiap fase perjalanan Elio, mulai dari kegelisahan awal, rasa tak percaya, hingga kekaguman saat menemukan hal-hal baru. Nada-nada yang lembut dan megah membuat Kami semakin terhubung dengan apa yang dirasakan Elio. Setiap adegan penting terasa lebih kuat karena musik mampu berbicara langsung ke hati.
Elio pertama kali ditayangkan pada 10 Juni 2025 di El Capitan Theatre, Hollywood, dan dirilis secara luas di Amerika Serikat pada 20 Juni 2025. Film ini langsung mendapatkan pujian atas cerita yang imajinatif, animasi yang memanjakan mata, serta tema tentang masa kanak-kanak, rasa ingin tahu, dan hubungan sosial.
Pendapatan box office yang melampaui 130 juta dolar membuktikan bahwa kisah Elio berhasil menyentuh hati penonton di berbagai belahan dunia. Perpaduan humor, petualangan, dan momen emosional membuat film ini terasa hangat sekaligus bermakna.
Menonton Elio adalah pengingat bahwa rasa ingin tahu, keberanian, dan empati dapat membentuk pengalaman hidup Kami. Elio mengajarkan bahwa melangkah keluar dari zona nyaman bukanlah hal yang sia-sia. Justru dari sanalah, peluang baru dan hubungan tak terduga bisa muncul. Film ini juga menekankan pentingnya kerja sama dan menghargai perbedaan, menunjukkan bahwa kebaikan kecil dapat membawa dampak besar.
Di akhir cerita, perjalanan Elio meninggalkan kesan mendalam. Film ini menunjukkan bahwa usia bukanlah batasan untuk membuat perubahan berarti. Setiap kali Kami merasa ragu menghadapi sesuatu yang baru, kisah Elio bisa menjadi pengingat bahwa dunia, bahkan semesta penuh dengan kemungkinan yang menunggu untuk dijelajahi. Setiap pengalaman, sekecil apa pun, selalu membawa pelajaran berharga dan membuka pintu menuju hal-hal yang tak pernah Kami bayangkan sebelumnya.