Hai Lykkers! Pernah membayangkan hidup sebagai siswa SMA biasa di siang hari, lalu di malam hari melompat dari gedung ke gedung di New York?


Itulah dunia yang kami masuki bersama Peter Parker dalam Spider-Man: Homecoming.


Film ini membawa kita mengikuti perjalanan Peter saat ia belajar menjadi pahlawan super sambil tetap menghadapi tugas sekolah, ujian, dan persahabatan. Setiap keputusan yang diambilnya menghadirkan aksi, ketegangan, dan humor yang membuat penonton tak bisa berkedip.


Spider-Man Bergabung dengan Marvel Cinematic Universe


Pada tahun 2015, Marvel bekerja sama dengan salah satu studio film besar untuk membawa Spider-Man resmi masuk ke Marvel Cinematic Universe. Pada bulan Juni, Tom Holland terpilih memerankan Peter Parker, sementara Jon Watts ditunjuk sebagai sutradara. Tidak lama kemudian, Marisa Tomei bergabung, dan naskah film dikembangkan oleh Jonathan Goldstein, John Francis Daley, dan beberapa penulis lainnya.


Proses syuting dimulai pada Juni 2016 di Georgia, dengan beberapa adegan tambahan di New York, dan berakhir di Berlin pada Oktober. Judul resmi film, Spider-Man: Homecoming, diumumkan pada April 2016.


Menyeimbangkan Kehidupan Sekolah dan Kehidupan Pahlawan


Peter Parker tinggal di Queens dan bermimpi menjadi anggota Avengers penuh waktu. Dua bulan setelah peristiwa besar di bandara, kami melihatnya berusaha menyeimbangkan sekolah di Midtown Tech dengan berbagai panggilan dan pesan dari Happy Hogan, menunjukkan bahwa ia siap menghadapi tantangan.


Ia bahkan keluar dari tim decathlon sekolah demi tetap berada di New York, berharap bisa menghadapi ancaman berikutnya. Namun, tanggung jawab bertabrakan. Suatu malam, Peter menghentikan para kriminal yang menggunakan gadget ilegal dari kelompok Adrian Toomes, tetapi sebuah gadget yang salah tembak secara tidak sengaja menghancurkan sebuah toko sandwich. Saat kembali ke rumah, sahabatnya, Ned, menemukan identitas rahasianya.


Tantangan SMA yang Bertemu Bahaya


Peter menghadiri pesta yang diadakan Liz, murid terbaik sekolah, sambil mencoba menarik perhatiannya. Namun, ia memperhatikan anggota kelompok Toomes menjual gadget kepada para kriminal lokal. Mengejar mereka membuat Peter menghadapi Toomes, yang kini memiliki sayap mekanis. Peter hampir tertangkap, tetapi berhasil melarikan diri menggunakan parasut dari kostumnya dan bantuan jarak jauh dari Tony Stark. Sementara itu, Toomes menghukum anggota yang ceroboh dan meningkatkan perlengkapan, menunjukkan bahwa ia adalah ancaman serius.


Menggunakan Strategi Pintar


Peter menemukan serpihan gadget dari kelompok Toomes dan diam-diam melacaknya. Dengan bantuan teknologi Ned, ia membuka fitur canggih kostumnya, termasuk AI wanita yang diberi nama Karen. Mengikuti petunjuk, Peter berusaha menghentikan Toomes saat mencoba membajak truk pengiriman, tetapi akhirnya terjebak di sebuah gudang semalaman. Meski ia melewatkan kompetisi decathlon, teman-temannya tetap menang.


Suatu insiden berbahaya dengan inti energi di Monumen Washington hampir menjadi bencana, tetapi Peter berani mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan orang-orang, memanjat hingga puncak monumen dan menghentikan potensi ledakan.


Pertarungan di Kapal Feri


Kembali di New York, Peter kembali melacak Toomes dan mengetahui pembelinya adalah seorang kriminal terkenal bernama Gargan. Saat mencoba menghentikan kejahatan, Peter secara tidak sengaja menyebabkan kekacauan di kapal feri Staten Island. Tony Stark datang tepat waktu untuk menstabilkan kapal dan menyelamatkan penumpang. Setelah kejadian itu, Tony menegur Peter karena ceroboh dan mengambil kostumnya sementara, mengingatkan bahwa menjadi pahlawan bukan hanya soal keberanian, tetapi tanggung jawab.


Belajar Tentang Tanggung Jawab


Peter pulang dengan rasa kecewa, tetapi Tante May memberinya semangat. Ia kembali fokus pada sekolah dan mengumpulkan keberanian untuk mengajak Liz ke pesta Homecoming. Namun, ia mengetahui ayah Liz adalah Toomes, yang akhirnya mengetahui identitas Spider-Man Peter. Untuk menjaga Liz tetap aman, Peter meninggalkan pesta lebih awal, mengenakan kostum dasar. Dengan bantuan Ned, ia menghadapi Schultz yang menyerangnya di sekolah dan mengikuti Toomes ke gudang tempat rencana pencurian peralatan Avengers dari pesawat berlangsung.


Pertarungan Terakhir


Dalam konfrontasi terakhir, Toomes mengaku melakukan semua demi keluarganya dan merusak sebagian gudang. Peter menyadari batas kemampuannya dan mengikuti petunjuk Tony untuk menyelamatkan diri. Sayap Toomes yang rusak hampir meledak, tetapi Peter berhasil menghentikannya tepat waktu. Polisi menangkap Toomes, dan Peter meminta maaf kepada Liz sebelum ia pindah. Kami menyaksikan pertumbuhan Peter dari pahlawan yang impulsif menjadi pelindung yang bijaksana.


Awal Baru


Peter belajar pentingnya menyeimbangkan tugas sebagai pahlawan dan kehidupan sehari-hari. Ia membantu warga, menolak tawaran Tony untuk bergabung secara resmi dengan Avengers, dan kembali mendapatkan kostumnya dengan Tante May mengetahui identitas rahasianya. Toomes, yang berterima kasih karena Peter menyelamatkannya, tetap merahasiakan identitas Peter. Sebagai Lykkers, kami terinspirasi oleh perjalanan Peter tentang keberanian, tanggung jawab, dan pentingnya peduli terhadap orang lain.