Kami pertama kali menyadari kehadiran Myles Smith ketika musiknya mulai sering muncul di lini masa media sosial.


Ada sesuatu yang langsung menarik perhatian: suara yang jujur, lirik yang terasa dekat, dan aura sederhana yang sulit diabaikan.


Myles Smith, musisi berbakat asal Luton, Inggris, lahir dengan nama Myles Michael Smith-Thompson pada 3 Juni 1998. Ia tumbuh di lingkungan yang hidup dan beragam secara budaya, sebuah latar yang perlahan membentuk karakter musikalnya hingga seperti yang kita dengar hari ini.


Sejak usia muda, Myles sudah tenggelam dalam dunia musik. Ia tidak membatasi diri pada satu genre saja. Pop-punk, gaya singer-songwriter, hingga sentuhan hip hop menjadi bagian dari eksplorasinya. Ragam pengaruh inilah yang kemudian menjadi fondasi kuat bagi jalur kreatif yang ia bangun dan terus ia kembangkan hingga sekarang.


Akar Musik Sejak Dini


Kecintaan Myles pada musik benar-benar bersifat praktis. Di usia 12 tahun, ia belajar gitar dan piano secara otodidak. Tak lama kemudian, ia mulai tampil di berbagai acara open mic di sekitarnya. Lagu-lagu dari Ed Sheeran, Marcus Mumford, dan Chris Martin kerap ia bawakan, bukan sekadar untuk meniru, tetapi untuk memahami rasa dan emosi di balik sebuah lagu.


Luton sebagai tempat ia tumbuh memiliki skena musik lokal yang dinamis. Beragam pengaruh musik hadir dari berbagai sudut kota, menciptakan suasana yang mendorong kebebasan berekspresi. Lingkungan inilah yang membuat Kami melihat bagaimana Myles membangun suara khasnya, suara yang mencerminkan kisah pribadi sekaligus warna budaya di sekelilingnya.


Pendidikan dan Proses Pendewasaan


Menariknya, Myles tidak hanya fokus pada musik. Ia juga menempuh pendidikan tinggi dan meraih gelar Sarjana Sosiologi dari University of Nottingham pada tahun 2019. Keputusan untuk menyeimbangkan dunia akademik dan kreativitas menunjukkan bahwa pendidikan dan seni bisa berjalan berdampingan.


Pemahaman tentang manusia dan masyarakat yang ia pelajari di bangku kuliah terasa memengaruhi cara ia menulis lagu. Lirik-liriknya terdengar reflektif, realistis, dan mudah diterima banyak orang karena berangkat dari pengamatan kehidupan sehari-hari.


Meledak Lewat TikTok


Perjalanan profesional Myles benar-benar dimulai dari dunia digital. Pada akhir 2022, ia mengunggah sebuah video di TikTok yang kemudian menarik perhatian Eric Parker, seorang pengacara sekaligus CEO Extended Play Music Group. Dari sinilah kolaborasi strategis dimulai.


Alih-alih langsung merekam album, mereka memilih membangun audiens terlebih dahulu. Myles rutin mengunggah konten, termasuk versi cover lagu seperti "I Found" milik Amber Run. Strategi ini terbukti efektif. Perlahan, penggemar mulai menantikan karya orisinalnya, bukan hanya sekadar cover.


Single Awal dan Kontrak Rekaman


Menjelang akhir 2023, Myles merilis beberapa single seperti "My Home" dan "Solo". Respons positif dari pendengar membuat namanya semakin dikenal. Popularitas digital yang terus meningkat akhirnya membawanya pada kontrak dengan label besar di Inggris.


Dari sini Kami melihat satu hal penting: jalur menuju industri musik kini semakin terbuka. Kreativitas yang dipadukan dengan strategi digital mampu menyaingi cara-cara konvensional yang selama ini dikenal.


EP Perdana dan Lagu yang Melejit


Pada Maret 2024, Myles merilis EP debut berjudul You Promised a Lifetime. EP ini menjadi penanda fase baru dalam kariernya. Dua bulan kemudian, ia merilis lagu "Stargazing", hasil kolaborasi dengan Jesse Fink dan Peter Finn yang juga bertindak sebagai produser.


Lagu ini berbicara tentang pencarian jati diri dan perenungan hidup. Inspirasi datang dari perjalanan Myles ke Los Angeles pada awal 2024, ketika ia merenungkan makna hubungan jangka panjang dan pertumbuhan pribadi. Musiknya terasa intim, seolah mengajak pendengar ikut masuk ke ruang pikirannya.


Panggung, Pengakuan, dan Lonjakan Karier


Penampilan festival pertamanya tetap dekat dengan akar. Myles tampil di panggung BBC Music Introducing pada Radio 1 Big Weekend di Stockwood Park, Luton, pada Mei 2024. Acara ini dikenal sebagai wadah bagi talenta baru di Inggris.


Penampilannya mendapat sambutan luar biasa hingga ia meraih BBC Introducing Artist Award 2024. Setahun kemudian, ia kembali ke festival yang sama, kali ini di panggung utama, sebuah lonjakan yang menunjukkan betapa cepat perkembangannya.


Penghargaan dan Tur Besar


Tahun 2025 menjadi titik penting lainnya. Myles menerima tiga nominasi di BRIT Awards dan memenangkan New Star Award pada 1 Maret 2025. Tak berhenti di situ, ia juga bergabung sebagai penampil pendukung dalam tur Eropa Ed Sheeran 2025, membuka pintu bagi pengakuan internasional.


Pada September 2025, ia tampil dalam acara jeda pertandingan NFL International Series di Croke Park, Dublin. Penampilan ini memperlihatkan bahwa daya tarik Myles melampaui batas panggung musik tradisional.


Mengapa Kami Terus Mengikutinya


Bagi Kami, Myles Smith bukan sekadar musisi baru. Ia mewakili generasi kreator yang memanfaatkan komunitas, platform digital, dan cerita personal untuk membangun karier bermakna. Lagu-lagunya terasa tulus, dan perjalanannya memberi inspirasi bahwa ketekunan dan fokus dapat membuka peluang besar.


Masa Depan yang Patut Ditunggu


Dari Luton ke panggung internasional, perjalanan Myles Smith masih panjang. Dedikasi, kepekaan emosional, dan kemampuannya terhubung dengan pendengar membuat kisahnya layak untuk terus diikuti. Jika Anda mencari sosok musisi yang tumbuh bersama audiensnya, Myles Smith adalah nama yang patut Anda perhatikan mulai sekarang.